77,22 Ton Beras Disalurkan untuk 2.574 Warga Bojongmenteng
BEKASI – Sebanyak 2.574 penerima bantuan pangan (PBP) di Kelurahan Bojongmenteng, Kota Bekasi, mendapat alokasi bantuan beras dari pemerintah melalui Bulog. Total bantuan yang disalurkan mencapai 77,22 ton atau 7.722...
BEKASI – Sebanyak 2.574 penerima bantuan pangan (PBP) di Kelurahan Bojongmenteng, Kota Bekasi, mendapat alokasi bantuan beras dari pemerintah melalui Bulog. Total bantuan yang disalurkan mencapai 77,22 ton atau 7.722 karung beras.
Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras yang dikemas dalam tiga karung. Masing-masing karung berisi 10 kilogram.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Bojongmenteng, Nasodi, mengatakan jumlah tersebut merupakan alokasi keseluruhan penerima bantuan pangan di wilayah kelurahan tersebut.
“Untuk keseluruhan Kelurahan Bojongmenteng ada 2.574 penerima bantuan pangan. Satu orang mendapat 30 kilogram atau tiga karung beras, satu karungnya 10 kilogram,” kata Nasodi.
Dengan jumlah penerima tersebut, total bantuan yang dialokasikan mencapai 77.220 kilogram atau 77,22 ton, dengan jumlah keseluruhan 7.722 karung.
Penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah rukun warga (RW).
Pada tahap awal, warga dari RW 1, RW 2, dan RW 3 diarahkan mengambil bantuan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan petugas.
Nasodi menjelaskan jumlah penerima yang berhasil mengambil bantuan setiap harinya belum dapat dipastikan sebelum proses penyaluran pada hari tersebut ditutup.
Pencatatan dilakukan melalui sistem sehingga jumlah realisasi baru terlihat setelah proses pengambilan selesai.
“Untuk hari ini belum tertutup, karena pakai sistem. Nanti setelah pengambilannya ditutup, baru kelihatan di aplikasi. Misalkan hari ini 700 orang, nanti kelihatan di sistem,” ujarnya.
Mekanisme tersebut membuat jumlah penerima yang telah mengambil bantuan dapat dipantau berdasarkan realisasi, bukan semata-mata berdasarkan daftar penerima yang telah ditetapkan sebelumnya.
Penyaluran Bertahap untuk Menjaga Ketertiban
Dalam proses penyaluran, warga terlebih dahulu diarahkan untuk mengantre dan menjalani verifikasi administrasi.
Penerima yang mengambil bantuan secara langsung diwajibkan membawa KTP asli dan undangan penerimaan bantuan.
Fotokopi kartu keluarga dapat disiapkan apabila dibutuhkan dalam proses pemeriksaan.
Setelah dokumen diperiksa, penerima diarahkan melakukan daftar hadir sebelum menuju petugas penyalur.
Bantuan kemudian diberikan sebanyak tiga karung atau total 30 kilogram untuk setiap penerima.
“Yang bersangkutan masuk, kemudian diarahkan untuk cek daftar hadir. Setelah itu mengambil ke petugas. Petugas memberikan tiga karung, masing-masing 10 kilogram, jadi total 30 kilogram,” kata Nasodi.
Menurut Nasodi, proses penyaluran sejak pagi berjalan tertib.
Warga disebut mengikuti mekanisme antrean dan arahan petugas sehingga proses distribusi dapat berlangsung tanpa gangguan berarti.
“Alhamdulillah, sekalipun banyak, warga sudah pada paham. Enggak ada yang ribut, mereka antre dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai 3 September hingga sekitar 10 September 2026.
Pelaksanaan dilakukan secara bertahap sesuai wilayah dan pengaturan petugas di lapangan.
Nasodi mengimbau warga yang telah memperoleh undangan agar tidak khawatir apabila belum dapat mengambil bantuan sesuai jadwal wilayahnya.
Warga yang belum mengambil bantuan tetap akan dilayani setelah kondisi antrean memungkinkan.
“Jangan takut enggak kebagian. Sekalipun hari ini RW-nya sudah kelewat, tetap kita kasih. Kalau yang belum, nunggu dulu supaya antreannya tertib,” katanya.
Ia menekankan pengaturan waktu pengambilan diperlukan untuk mencegah penumpukan warga dan menjaga proses distribusi tetap terkendali.
Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang melibatkan Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional, dengan penyaluran beras melalui Perum Bulog.
Bagi masyarakat penerima, bantuan beras menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok.
Namun, proses penyaluran tetap membutuhkan ketepatan data penerima, verifikasi administrasi, serta pengawasan agar bantuan diterima oleh warga yang memang tercatat sebagai penerima.
Nasodi berharap program bantuan pangan dapat terus dilanjutkan karena kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan pokok, khususnya beras, masih cukup tinggi.
“Harapan saya selaku aparatur dan atas nama warga, program ini tetap berjalan. Karena kita sudah melihat sendiri di sekitar kita, memang banyak yang membutuhkan bantuan pangan, terutama dari segi beras,” pungkasnya.











