Jumat, 6 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Lingkungan » Sardi Efendi Desak Tri Adhianto Cari Solusi PKL Sebelum Penataan Juanda-Yamin

Sardi Efendi Desak Tri Adhianto Cari Solusi PKL Sebelum Penataan Juanda-Yamin

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi meminta Pemerintah Kota Bekasi tidak mengabaikan nasib pedagang kaki lima (PKL) dalam rencana penataan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Prof. M. Yamin.

Ia menilai pembangunan infrastruktur tetap harus berjalan, tetapi pemerintah wajib memastikan masyarakat yang terdampak memperoleh kepastian dan solusi yang layak.

Sardi menyampaikan hal tersebut pada Rabu (2/9/2026) setelah mencermati aspirasi berbagai kelompok masyarakat terkait rencana penataan dua ruas jalan tersebut.

Menurut Sardi, pembangunan dan penataan kawasan merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki wajah serta infrastruktur Kota Bekasi.

Namun, pembangunan tidak semestinya berjalan dengan mengabaikan kepentingan warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Ia menyebut sejumlah elemen masyarakat telah menyampaikan dukungan terhadap rencana penataan Jalan Juanda dan Jalan Prof. M. Yamin.

Kelompok tersebut antara lain Aliansi PKL dan Pemuda Kota Bekasi, Forum Organisasi Daerah Polda, pimpinan PKL Jalan Yamin, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Kota Bekasi, AMPUK, Forum Remaja Gemas Indonesia, PERMASI, LSM Harapan Masyarakat Indonesia, dan LSM Rimau.

“Prinsipnya mereka sepakat dan setuju dengan penataan Jalan Juanda dan Jalan Prof. M. Yamin. Mereka tidak ingin menghambat pembangunan,” ujar Sardi.

Namun, dukungan terhadap pembangunan tersebut, kata Sardi, perlu diikuti langkah konkret dari pemerintah.

Terutama menyangkut keberadaan pedagang yang selama ini menempati sejumlah titik di kawasan pasar, termasuk pelataran hingga los bagian bawah.

Menurut dia, persoalan utama bukan semata-mata mengenai setuju atau tidaknya masyarakat terhadap pembangunan, melainkan bagaimana pemerintah memberikan kepastian kepada warga yang terdampak langsung.

“Yang harus segera dicari adalah solusi untuk para pedagang. Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi persoalan masyarakat yang terdampak justru tidak mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Baca juga :  Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Kejar Target Pengecoran Jembatan Yamboi

Sardi meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi turun langsung membuka ruang dialog dengan para pedagang serta seluruh pihak yang berkepentingan.

Menurut dia, komunikasi tersebut diperlukan agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Ia juga mengingatkan Pemkot Bekasi agar tidak memaksakan tahapan pembangunan apabila kondisi sosial belum kondusif.

Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan kesiapan masyarakat dan solusi bagi pedagang sebelum pekerjaan penataan berjalan lebih jauh.

“Kalau memang belum kondusif, kondusifkan terlebih dahulu. Jangan sampai pembangunan justru menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Pembangunan Harus Berjalan, Pedagang Jangan Kehilangan Kepastian

Sardi menilai pembangunan dan kepentingan masyarakat tidak semestinya ditempatkan sebagai dua hal yang saling bertentangan.

Pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan pembangunan, tetapi pada saat yang sama juga berkewajiban mengelola dampak sosial yang muncul dari kebijakan tersebut.

“Pembangunan jangan dipertentangkan dengan kepentingan masyarakat. Keduanya harus bisa berjalan bersama. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.

Ia mengatakan salah satu aspirasi yang diterimanya berkaitan dengan rencana penempatan pedagang di area dalam, termasuk lantai bawah dan kawasan parkir.

Karena itu, Sardi mendorong pemerintah segera menetapkan kebijakan yang jelas mengenai penataan dan penempatan pedagang.

Kepastian tersebut dinilai penting agar para pedagang mengetahui masa depan usaha mereka dan tidak menghadapi ketidakjelasan ketika proses penataan berlangsung.

Menurut Sardi, pemerintah perlu menyusun solusi yang mempertimbangkan kebutuhan pembangunan sekaligus keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.

Dialog dengan pedagang menjadi salah satu langkah yang dinilai penting sebelum pemerintah mengambil keputusan final.

Ia menegaskan bahwa keberadaan aspirasi masyarakat tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan pembangunan.

Sebaliknya, aspirasi tersebut perlu menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan agar pembangunan dapat berlangsung dengan dukungan masyarakat.

Baca juga :  Normalisasi Kali Arenjaya Tak Kunjung Jalan, Risiko Banjir Jadi Sorotan

“Kalau semua pihak sudah menyatakan tidak menghambat pembangunan, pemerintah tinggal mengambil kebijakan yang tepat. Pedagang harus mendapatkan solusi, pembangunan juga harus tetap berjalan,” pungkas Sardi.

Rencana penataan Jalan Juanda dan Jalan Prof. M. Yamin pada akhirnya tidak hanya menyangkut perubahan fisik kawasan.

Pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memastikan kebijakan tersebut tidak memperlebar persoalan sosial di tengah masyarakat.

Dengan demikian, kepastian mengenai penempatan pedagang, mekanisme penataan, serta komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi hal yang perlu diperjelas sebelum tahapan pembangunan berjalan lebih jauh.

Sikap tersebut menempatkan Pemkot Bekasi pada dua tuntutan yang harus dijalankan secara bersamaan: menjaga agenda pembangunan dan memastikan masyarakat terdampak tidak kehilangan kepastian atas mata pencaharian mereka.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Satlinlamil 3 Buktikan Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Lahan Tidur

    Satlinlamil 3 Buktikan Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Lahan Tidur

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Suasana cerah di Markas Satlinlamil 3 TNI AL, Jalan Teuku Umar, Makassar, Rabu pagi (23/4/2025), diwarnai semangat gotong royong para prajurit. Di balik pagar markas, bukan deru kendaraan militer yang terdengar, melainkan suara ceria panen sayuran dan ternak—buah dari kerja keras tangan-tangan prajurit dalam membangun ketahanan pangan. Dipimpin langsung oleh Komandan Satlinlamil 3 […]

  • TNI, Polri, dan Warga Gelar Patroli Malam, Perkuat Keamanan Wilayah Jatinegara

    TNI, Polri, dan Warga Gelar Patroli Malam, Perkuat Keamanan Wilayah Jatinegara

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 8 Juli 2026 – Koramil 01/Jatinegara bersama Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat menggelar patroli malam keliling wilayah Kecamatan Jatinegara, Rabu (8/7/2026). Kegiatan itu bertujuan memperkuat keamanan serta mencegah potensi gangguan ketertiban masyarakat. Patroli berpusat di Pos Keamanan RW 03, Gang Banten, RT 004/RW 03, Kelurahan Bali Mester. Lokasi tersebut menjadi titik koordinasi sekaligus […]

  • Prajurit Lanal Bengkulu Kibarkan Semangat Nasionalisme Lewat Upacara Bendera

    Prajurit Lanal Bengkulu Kibarkan Semangat Nasionalisme Lewat Upacara Bendera

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkulu – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu menggelar Upacara Penaikan Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mako Lanal Bengkulu, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini digelar untuk meneguhkan jiwa nasionalisme sekaligus menumbuhkan profesionalisme prajurit di tengah dinamika tantangan tugas modern. Upacara dipimpin Palaksa Lanal Bengkulu Mayor Laut (PM) Nano Harsono, S.Sos., yang membacakan […]

  • Koramil 01/Tangerang Gelar Nobar Piala Dunia, Perkuat Komsos dan Kedekatan dengan Warga

    Koramil 01/Tangerang Gelar Nobar Piala Dunia, Perkuat Komsos dan Kedekatan dengan Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 22 Juni 2026 – Koramil 01/Tangerang menggelar nonton bareng Piala Dunia 2026 sebagai sarana komunikasi sosial untuk mempererat hubungan dengan masyarakat binaan. Kegiatan berlangsung di Makoramil 01/Tangerang sejak dini hari dengan menghadirkan warga dari berbagai latar belakang. Personel Koramil, mitra Koramil, keluarga besar TNI, pedagang, hingga tukang ojek hadir dalam suasana kebersamaan yang hangat. […]

  • Biro Hukum dan HAM Setda Jabar Kunjungi DPRD Kabupaten Sumedang

    Biro Hukum dan HAM Setda Jabar Kunjungi DPRD Kabupaten Sumedang

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Telah dilaksanakan kunjungan kerja dari Biro Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat ke Sekretariat DPRD Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka evaluasi dan monitoring pengelolaan website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) DPRD Kabupaten Sumedang, Rabu (16/07/2025 ) Kunjungan ini menjadi sarana koordinasi serta konsultasi teknis terkait peningkatan kualitas tata […]

  • Pembangunan Jembatan Garuda Dikebut, Akses Warga Pinang Kian Terbuka

    Pembangunan Jembatan Garuda Dikebut, Akses Warga Pinang Kian Terbuka

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang, 22 April 2026 – Pembangunan Jembatan Garuda di Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, dipercepat untuk membuka akses vital dan mendorong aktivitas ekonomi warga. Proyek infrastruktur ini menunjukkan progres signifikan. TNI bersama masyarakat turun langsung mengerjakan konstruksi secara gotong royong di lokasi pembangunan. Pekerjaan meliputi pemasangan rangka hingga pengecoran penyangga. Tim di lapangan terus mengoptimalkan […]

expand_less