Bekasi Barat Buka Layanan Sabtu, dari Administrasi hingga SIM dan Samsat

BEKASI – Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, menghadirkan program “Manjakan” atau Makan, Jajan, dan Pelayanan setiap Sabtu untuk mendekatkan akses pelayanan publik kepada warga yang terkendala mengurus kebutuhan administrasi pada...

Bekasi Barat Buka Layanan Sabtu, dari Administrasi hingga SIM dan Samsat – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, menghadirkan program “Manjakan” atau Makan, Jajan, dan Pelayanan setiap Sabtu untuk mendekatkan akses pelayanan publik kepada warga yang terkendala mengurus kebutuhan administrasi pada hari kerja.

Program ini memadukan pelayanan pemerintahan dengan kegiatan olahraga, UMKM, kepemudaan, serta layanan publik lainnya.

Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru mengatakan program tersebut dirancang agar masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh pelayanan pemerintah meski tidak dapat mengaksesnya pada hari kerja.

Program Manjakan digelar pada Sabtu dan dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

“Artinya, kita ingin mengakomodasi warga masyarakat yang memang tidak bisa melakukan pelayanan pada hari kerja, sehingga pelayanan bisa dilakukan pada hari nonkerja,” kata Andi, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Andi, Manjakan tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi pemerintahan. Kecamatan Bekasi Barat juga menghadirkan sejumlah layanan lain, antara lain layanan Surat Izin Mengemudi (SIM), Samsat, serta ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menawarkan produk kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama pada pagi hari. Setelah itu, masyarakat dapat mengikuti berbagai aktivitas dan memanfaatkan layanan yang tersedia hingga kegiatan berakhir sekitar tengah hari.

Andi menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama dalam pelaksanaan program Manjakan. Pertama, meningkatkan produktivitas aparatur pemerintah dengan memperluas waktu pelayanan di luar hari kerja.

Kedua, memberikan alternatif akses pelayanan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada Senin hingga Jumat. Ketiga, mendorong peningkatan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah di tingkat kecamatan.

“Bukan hanya pada saat jam kerja, tetapi pada hari libur, Sabtu dan weekend, kita tetap bisa meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Bakti Sosial TNI Layani Warga Saat Latihan Terintegrasi 2026

Menurut dia, kebutuhan pelayanan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan dalam rentang waktu kerja pemerintahan. Karena itu, pemerintah kecamatan mencoba menghadirkan pola pelayanan yang lebih fleksibel dengan memanfaatkan akhir pekan.

Libatkan UMKM dan Karang Taruna

Program Manjakan juga melibatkan unsur masyarakat, termasuk Karang Taruna. Pemerintah kecamatan memberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut menggerakkan partisipasi warga dalam kegiatan tersebut.

“Kita melibatkan anak-anak muda, khususnya Karang Taruna yang sampai sekarang masih eksis. Mereka ikut mengambil bagian agar bisa mengajak warga hadir dalam kegiatan Manjakan,” kata Andi.

Keterlibatan Karang Taruna tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap kegiatan. Pemerintah kecamatan berharap kelompok kepemudaan dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam mengajak warga mengikuti aktivitas yang berlangsung pada akhir pekan.

Di sisi lain, pelibatan UMKM menjadi bagian dari konsep Manjakan. Pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada warga yang hadir.

Konsep tersebut membuat kegiatan pelayanan tidak semata-mata berlangsung dalam bentuk pengurusan administrasi. Pemerintah kecamatan mengemas kegiatan dengan unsur olahraga, aktivitas masyarakat, kepemudaan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Dengan pola tersebut, warga tidak hanya datang untuk memperoleh layanan pemerintahan, tetapi juga dapat mengikuti kegiatan lain dalam satu kesempatan. Namun, efektivitas program tetap bergantung pada kualitas layanan, kepastian prosedur, serta konsistensi pelaksanaan setiap pekan.

Program Manjakan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kecamatan Bekasi Barat dalam menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski demikian, Andi menegaskan bahwa Manjakan bukan sekadar kegiatan peringatan hari besar, melainkan program yang dijadwalkan berlangsung rutin setiap Sabtu.

Pilihan Editor :  Sinergi Lintas Sektor Jadi Sorotan Utama Musrenbang RKPD 2027 Kota Bekasi

Pemerintah Kecamatan Bekasi Barat berharap program tersebut dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara aparatur pemerintah dan masyarakat. Pelayanan di luar hari kerja juga diharapkan mampu menjangkau warga yang selama ini kesulitan mengurus kebutuhan administrasi karena keterbatasan waktu.

“Dengan konsep pelayanan yang menyatukan unsur pemerintahan, masyarakat, UMKM, olahraga, dan kepemudaan, Manjakan diharapkan menjadi model pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan warga sekaligus meningkatkan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat,” pungkas Andi.

Pelaksanaan program tersebut sekaligus menempatkan pemerintah kecamatan pada tuntutan yang lebih besar: memastikan pelayanan akhir pekan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan benar-benar memberikan akses layanan yang mudah, jelas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *