Sabtu, 17 Okt 2026
Beranda » POLITIK » Diskusi Publik Soroti Krisis Kepercayaan, dan Desak Reformasi Total Polri

Diskusi Publik Soroti Krisis Kepercayaan, dan Desak Reformasi Total Polri

  • account_circle Tama
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Sejumlah tokoh nasional, akademisi, penulis, dan aktivis menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam diskusi publik dan bedah buku bertajuk “Bedah Opini Publik: Polri di Mata Masyarakat” yang digelar di Galeri Damin Coffee, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).

Forum tersebut menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih membelit institusi kepolisian, mulai dari mandeknya regenerasi kepemimpinan, dugaan perluasan pengaruh di ranah sipil, hingga menurunnya kepercayaan publik akibat sejumlah kasus besar yang melibatkan anggota Polri.

Diskusi menghadirkan mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno, penulis Ahmad Bahar, akademisi Mansurya Manik, serta aktivis kemanusiaan asal Bekasi, Frits Saikat. Acara dipandu Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagio, sebagai moderator.

Dalam forum tersebut, para narasumber menyampaikan pandangan kritis mengenai kondisi Polri saat ini serta berbagai tantangan yang dinilai harus segera dibenahi guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tersebut.

Penulis Ahmad Bahar menjadi salah satu pembicara yang menyoroti kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, masa jabatan pimpinan institusi yang terlalu panjang berpotensi menghambat regenerasi dan membuka ruang terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

Ahmad menilai proses reformasi di tubuh Polri masih belum berjalan optimal.

Ia menyebut berbagai rekomendasi perbaikan yang selama ini muncul sering kali tidak memiliki kekuatan mengikat sehingga implementasinya dinilai kurang efektif.

“Jabatan yang terlalu lama dipegang seseorang cenderung koruptif dan menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan. Regenerasi dalam organisasi diperlukan agar mekanisme kontrol tetap berjalan,” ujarnya dalam diskusi.

Sorotan serupa disampaikan akademisi Mansurya Manik yang mengkritisi sejumlah ketentuan dalam draf revisi Undang-Undang Kepolisian, khususnya terkait peluang personel Polri aktif untuk menempati jabatan di kementerian, lembaga negara, maupun posisi strategis lainnya di pemerintahan.

Pilihan Editor :  Kris Dayanti dan Amora Lemos Siap Tampil di Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke-81

Menurut Mansurya, perluasan ruang penempatan anggota Polri di sektor sipil perlu dikaji secara cermat agar tidak menimbulkan persepsi adanya dominasi institusi tertentu dalam birokrasi negara.

Ia mempertanyakan urgensi penempatan anggota kepolisian secara luas di berbagai sektor pemerintahan apabila tidak didasarkan pada kebutuhan dan kompetensi yang terukur.

Selain itu, Mansurya juga mengaitkan kritiknya dengan sejumlah kasus yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian publik dan melibatkan anggota kepolisian.

Ia menilai kasus-kasus tersebut telah memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Beberapa kasus yang disinggung antara lain perkara narkotika yang menjerat mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa serta kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menjadi indikator bahwa reformasi internal masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi institusi kepolisian.

Desakan Pembenahan Menyeluruh

Dalam kesempatan yang sama, aktivis kemanusiaan Frits Saikat menyoroti aspek pelayanan dan perlindungan masyarakat yang menjadi fungsi utama kepolisian.

Ia menilai rasa aman masyarakat tidak akan tercapai secara maksimal apabila masih terdapat tindakan represif aparat dalam penanganan penyampaian pendapat di muka umum.

Frits menyatakan kritik yang disampaikan berbagai elemen masyarakat terhadap Polri seharusnya dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap institusi tersebut, bukan sebagai upaya untuk melemahkan kepolisian.

“Apa yang disuarakan mahasiswa dan masyarakat merupakan bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan yang dianggap tidak tepat. Pembenahan harus dilakukan demi memperkuat kepercayaan publik kepada Polri,” katanya.

Sementara itu, mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengulas persoalan yang menurutnya berakar pada sistem kaderisasi dan mekanisme penentuan pimpinan di tubuh Polri.

Ia menilai proses penunjukan Kapolri idealnya tetap mengedepankan mekanisme profesional dan pertimbangan organisasi, bukan berdasarkan faktor kedekatan personal maupun kepentingan politik.

Pilihan Editor :  Hasan Nasbi Akui Kepuasan Publik Prabowo Turun, Soroti Evaluasi MBG

Dalam paparannya, Oegroseno juga mengkritisi sejumlah kebijakan pada masa pemerintahan sebelumnya yang menurutnya berdampak terhadap pola karier perwira tinggi Polri.

Ia menilai adanya percepatan karier dan lompatan promosi tertentu telah memengaruhi sistem pembinaan sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.

Menurut Oegroseno, seorang Kapolri harus memiliki keberanian untuk memberikan masukan kepada Presiden demi menjaga profesionalisme institusi.

Ia menegaskan bahwa kepolisian harus tetap berdiri sebagai lembaga penegak hukum yang independen dan berorientasi pada kepentingan publik.

Selain itu, ia menyoroti fenomena sejumlah perwira yang dinilai lebih fokus mengejar posisi strategis di luar tugas utama kepolisian, termasuk jabatan di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha milik negara setelah memasuki masa purnatugas.

Menutup diskusi, Oegroseno berharap Polri dapat kembali memperkuat jati dirinya sebagai institusi yang profesional, berintegritas, dan bebas dari kepentingan politik praktis.

Menurutnya, pemulihan kepercayaan publik hanya dapat dilakukan melalui pembenahan sistemik, penegakan disiplin internal, serta komitmen kuat untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bagi berbagai kalangan untuk menilai perjalanan reformasi kepolisian yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Beragam kritik dan masukan yang muncul dalam forum itu menunjukkan bahwa tuntutan terhadap peningkatan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas Polri masih menjadi agenda penting dalam upaya memperkuat institusi penegak hukum di Indonesia.**/Rls

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Perpisahan TMMD ke-129 Tinggalkan Air Mata dan Kenangan Warga Lolobata

    Perpisahan TMMD ke-129 Tinggalkan Air Mata dan Kenangan Warga Lolobata

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Halmahera Timur Tangis haru mengiringi perpisahan warga dan Satgas TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore di Desa Lolobata, Selasa (11/8/2026) malam. Hampir sebulan prajurit dan warga hidup berdampingan, bekerja bersama, serta bergotong royong menyelesaikan berbagai pembangunan selama program TMMD berlangsung. Karena itu, perpisahan tersebut tidak sekadar menandai berakhirnya penugasan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya hubungan emosional antara prajurit […]

  • Kasum TNI Tinjau Pembangunan Hunian Sementara di Desa Napa

    Kasum TNI Tinjau Pembangunan Hunian Sementara di Desa Napa

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tapanuli Selatan – Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon meninjau pembangunan hunian dan infrastruktur pascabanjir di Desa Napa, Batang Toru, Rabu, 28 Januari 2026. Sebagai Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kasum TNI mengecek langsung fasilitas umum dan sosial yang terdampak bencana. Melalui kunjungan kerja tersebut, Kasum TNI memastikan progres perbaikan dan […]

  • Sinergi untuk Keamanan Laut, Danlanal Bengkulu Sambut Kepala Kantor Imigrasi

    Sinergi untuk Keamanan Laut, Danlanal Bengkulu Sambut Kepala Kantor Imigrasi

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkulu – Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Danlanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Nurwahidin, S.H., M.Tr.Opsla., menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bengkulu, Victor Manurung, beserta rombongan, di Lobby Mako Lanal Bengkulu, Jalan RE Martadinata No. 10, Kamis (2/10/2025). Kunjungan ini menjadi momen strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Lanal Bengkulu […]

  • Satlinlamil 3 Turun ke Lorong, Tebar Kepedulian Jelang HUT ke-64 Kolinlamil

    Satlinlamil 3 Turun ke Lorong, Tebar Kepedulian Jelang HUT ke-64 Kolinlamil

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-64 Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang jatuh pada 1 Juli 2025, Satlinlamil 3 Makassar tak tinggal diam. Dengan semangat pengabdian, prajurit TNI AL bersama Jalasenastri Cabang 4 Gabungan Kolinlamil menyapa warga Kota Daeng melalui aksi sosial yang membumi: bersih lingkungan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Selasa pagi (24/6/2025), suasana […]

  • Peringati 79 Tahun Bandung Lautan Api, Danlanal Bandung dan TNI AL Gelar Ziarah serta Tabur Bunga

    Peringati 79 Tahun Bandung Lautan Api, Danlanal Bandung dan TNI AL Gelar Ziarah serta Tabur Bunga

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Memperingati 79 tahun peristiwa Bandung Lautan Api, Pemerintah Kota Bandung menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Senin (24/3/2025). Upacara ini menjadi momen refleksi atas perjuangan rakyat Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus pengingat akan pentingnya persatuan dalam membangun bangsa. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, jajaran […]

  • Satgas Kuala TNI–Jhonlin Rayakan Meugang Bersama Warga

    Satgas Kuala TNI–Jhonlin Rayakan Meugang Bersama Warga

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Aceh – Personel Satgas Kuala TNI–Jhonlin membaur bersama warga dalam tradisi Meugang menyambut Ramadhan 1447 H di Desa Pusung Kapal, Aceh Tamiang, Rabu, 18/02/2026. Kegiatan ini menegaskan rasa syukur, memperkuat kebersamaan, serta menghidupkan kearifan budaya masyarakat Aceh menjelang bulan suci. Dansatgas Kolonel Mar Firman Gunawan hadir bersama jajaran dan menunjukkan komitmen kemanunggalan TNI dengan rakyat […]

expand_less