Jumat, 30 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » HUKUM » Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN

Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Wakil Kepala BGN

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung.

Kejaksaan menegaskan seluruh rangkaian proses hukum, mulai dari penetapan tersangka, penggeledahan, hingga penahanan dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2025-2026, telah dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan memenuhi prinsip due process of law.

Sikap tersebut disampaikan tim jaksa saat membacakan jawaban atas permohonan praperadilan yang diajukan Lodewyk Pusung dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Perkara tersebut tercatat dengan nomor register 105/Pid.Pra/2026/PN.Jkt.Sel.

Dalam persidangan, Kejaksaan menyatakan permohonan yang diajukan pemohon tidak memenuhi syarat formil karena dinilai kabur (obscuur libel) dan prematur.

Menurut jaksa, sebagian dalil yang diajukan tidak termasuk objek pemeriksaan praperadilan sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana.

Jaksa menjelaskan, penetapan Lodewyk sebagai tersangka dilakukan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka tertanggal 3 Juni 2026 setelah penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memperoleh sedikitnya empat alat bukti yang sah.

Alat bukti tersebut meliputi keterangan sejumlah saksi, pendapat ahli, dokumen, serta barang bukti elektronik berupa percakapan yang dinilai memperkuat dugaan keterlibatan Lodewyk dalam perkara yang tengah disidik.

Selain itu, Kejaksaan menegaskan bahwa sebelum status tersangka ditetapkan, Lodewyk telah diperiksa terlebih dahulu sebagai saksi.

Langkah tersebut, menurut jaksa, telah memenuhi ketentuan sebagaimana Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 yang mengatur prosedur penetapan tersangka.

Tim jaksa juga menanggapi keberatan pemohon terkait penerapan Pasal 603 dan Pasal 604 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 20.

Baca juga :  YLBHGKI Laporkan Karya Solid Surface ke Polres Metro Jakarta Selatan

Menurut Kejaksaan, perdebatan mengenai penerapan pasal pidana maupun terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana bukan merupakan kewenangan hakim praperadilan.

Jaksa menegaskan bahwa penilaian terhadap pembuktian materiil hanya dapat dilakukan dalam persidangan pokok perkara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Karena itu, permohonan praperadilan dinilai mendahului proses pembuktian sehingga bersifat prematur.

Dugaan Pemborosan Anggaran Capai Rp10,5 Triliun

Dalam jawaban yang dibacakan di persidangan, Kejaksaan juga mengungkap latar belakang penyidikan perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Jaksa menyampaikan bahwa berdasarkan hasil ekspos bersama serta Kertas Kerja Audit Tujuan Tertentu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum yang diduga menyebabkan pemborosan anggaran negara hingga mencapai sekitar Rp10,5 triliun per tahun.

Menurut Kejaksaan, temuan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam proses penyidikan yang saat ini sedang berjalan.

Di sisi lain, Kejaksaan juga membantah seluruh dalil pemohon yang menyebut tindakan penyidik melanggar hukum saat melakukan penangkapan maupun penggeledahan.

Jaksa menegaskan penyidik tidak pernah melakukan penangkapan secara sewenang-wenang.

Sementara penggeledahan yang dilakukan pada dini hari dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berdasarkan pertimbangan keadaan mendesak.

Langkah tersebut, menurut Kejaksaan, bertujuan mengamankan barang bukti sekaligus mencegah kemungkinan adanya koordinasi antarpihak yang dapat menghambat penyidikan ataupun menghilangkan alat bukti.

Mengenai hak pendampingan hukum, Kejaksaan menyatakan penyidik telah memberikan kesempatan kepada tersangka untuk didampingi penasihat hukum sejak awal pemeriksaan.

Karena saat itu Lodewyk belum menunjuk kuasa hukum sendiri, penyidik menyediakan penasihat hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Jaksa menyebut fasilitas tersebut diterima oleh pemohon tanpa mengajukan keberatan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Kejaksaan juga menegaskan bahwa tindakan penahanan terhadap Lodewyk yang dimulai pada 3 Juni 2026 beserta perpanjangannya pada 12 Juni 2026 dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan yang diterbitkan Direktur Penyidikan Jampidsus.

Baca juga :  Dugaan Penipuan Rp1 Miliar: Laporan Mandek, Korban Justru Dilaporkan Balik

Menurut jaksa, penahanan memenuhi syarat objektif karena perkara yang disangkakan diancam pidana lebih dari lima tahun penjara.

Selain itu, terdapat alasan subjektif berupa kekhawatiran tersangka dapat menghambat jalannya penyidikan, termasuk memberikan keterangan yang dinilai bertentangan dengan alat bukti maupun keterangan saksi lain.

Berdasarkan seluruh argumentasi tersebut, Kejaksaan memohon kepada Hakim Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar menerima eksepsi termohon dan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Lodewyk Pusung.

Usai mendengarkan jawaban dari pihak termohon, hakim praperadilan menetapkan agenda sidang berikutnya pada Rabu (29/7/2026).

Persidangan akan dilanjutkan dengan tahap pembuktian serta pemeriksaan saksi yang diajukan oleh masing-masing pihak.

Perkara praperadilan tersebut menjadi bagian dari proses pengujian terhadap sah atau tidaknya tindakan penyidik dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Adapun pokok perkara mengenai dugaan tindak pidana korupsi beserta pembuktian unsur pidananya akan diperiksa dan diputus melalui persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Sumber informasi berita disadur dari tayangan Kompas TV.**/Red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Latgabma SGS 2026 Perkuat Kerja Sama TNI AL dan US Navy

    Latgabma SGS 2026 Perkuat Kerja Sama TNI AL dan US Navy

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 September 2026 – TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat memperkuat kerja sama melalui Seminar Hukum dan Kesehatan Latgabma Super Garuda Shield 2026. Seminar tersebut berlangsung pada 1-2 September 2026 di Kolat Koarmada I, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield ke-V Tahun […]

  • Pria Ditemukan Meninggal di Kos Tuban, Diduga Serangan Jantung

    Pria Ditemukan Meninggal di Kos Tuban, Diduga Serangan Jantung

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Kami temukan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Pakaiannya hanya celana dalam, dan di sekitar kamar terdapat pakaian

  • Mengapa Kerja Sama dengan Media Online Sangat Penting?

    Mengapa Kerja Sama dengan Media Online Sangat Penting?

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Manfaatnya mencakup pembangunan reputasi, peningkatan kepercayaan, pengelolaan informasi, hingga penguatan literasi publik.

  • OPM Tembak Mati Dua Tukang Bangunan Gereja di Jayawijaya

    OPM Tembak Mati Dua Tukang Bangunan Gereja di Jayawijaya

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    JAYAWIJAYA — Papua kembali berduka. Dua tukang bangunan yang tengah bekerja membangun rumah ibadah ditembak mati secara brutal oleh kelompok separatis bersenjata yang diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), Rabu pagi (4/6/2025), sekitar pukul 08.00 WIT. Kejadian memilukan itu berlangsung di Kompleks Gereja GKI Imanuel Air Garam, Distrik Asotipo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kedua […]

  • PKL dan Bangunan Liar Disorot, Jatimekar Mulai Penataan RW 07

    PKL dan Bangunan Liar Disorot, Jatimekar Mulai Penataan RW 07

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    BEKASI – Pemerintah Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mulai melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di wilayah RW 07 dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Penataan dilakukan bersama unsur tiga pilar dan jajaran pemerintah kecamatan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat. Lurah Jatimekar Yudo Hernawan mengatakan, […]

  • Puncak Mudik 2026: Tiga Pilar Siaga, Pekayon Bekasi Selatan Titik Rawan Macet

    Puncak Mudik 2026: Tiga Pilar Siaga, Pekayon Bekasi Selatan Titik Rawan Macet

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    “dengan kesiapan aparat gabungan serta meningkatnya kesadaran masyarakat, arus mudik tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman”

expand_less