Belajar dari China, Tri Adhianto Siapkan Bantargebang Jadi Pusat Ekonomi Hijau

BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memanfaatkan kunjungan kerjanya ke Provinsi Zhejiang, China, untuk mempelajari transformasi industri berbasis lingkungan yang dinilai dapat menjadi model pengembangan kawasan Bantargebang. Langkah tersebut...

Belajar dari China, Tri Adhianto Siapkan Bantargebang Jadi Pusat Ekonomi Hijau – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memanfaatkan kunjungan kerjanya ke Provinsi Zhejiang, China, untuk mempelajari transformasi industri berbasis lingkungan yang dinilai dapat menjadi model pengembangan kawasan Bantargebang.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi mengubah wajah Bantargebang dari kawasan yang selama ini identik dengan pengelolaan sampah menjadi pusat ekonomi hijau berbasis ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja baru.

Dalam agenda kunjungan yang berlangsung di Huzhou, Provinsi Zhejiang, Rabu (2/7/2026), Tri Adhianto bersama jajaran DPRD Kota Bekasi mengunjungi Mizuda Group, perusahaan tekstil asal Tiongkok yang berhasil melakukan diversifikasi bisnis hingga melahirkan Wangneng Environment, salah satu perusahaan pengolah sampah menjadi energi atau waste to energy terbesar di negara tersebut.

Kunjungan itu menjadi penting karena Wangneng Environment merupakan perusahaan yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi menilai pengalaman perusahaan tersebut dalam mengembangkan bisnis berbasis inovasi lingkungan dapat menjadi referensi bagi transformasi kawasan Bantargebang di masa depan.

Tri mengatakan, pihaknya tidak hanya mempelajari proses produksi industri yang dijalankan Mizuda Group, tetapi juga menelaah bagaimana perusahaan tersebut mampu melakukan inovasi berkelanjutan hingga melahirkan unit usaha di sektor lingkungan hidup yang kini berkembang menjadi salah satu pemain utama di bidang pengolahan sampah menjadi energi.

“Yang kami pelajari bukan hanya proses produksinya. Yang menarik adalah bagaimana Mizuda mampu terus berinovasi hingga melahirkan Wangneng sebagai perusahaan di bidang lingkungan hidup. Ini membuktikan bahwa inovasi dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus menjawab persoalan lingkungan,” kata Tri dalam keterangannya.

Pilihan Editor :  Diduga Tewas di SPBU Pengasinan, RS Ananda Tambun Selatan: Memang Bau Bensin

Menurut Tri, transformasi yang dilakukan Mizuda Group menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah sampah, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung oleh teknologi dan inovasi yang tepat.

Pemerintah Kota Bekasi berharap pembangunan PSEL di Bantargebang menjadi titik awal terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular yang mampu mendorong lahirnya berbagai sektor industri pendukung.

Kehadiran industri tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Selain menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di wilayah Bekasi dan Jakarta, proyek PSEL juga diproyeksikan menjadi katalis bagi pengembangan kawasan berbasis teknologi lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Dorong Investasi dan Pengembangan Industri Kreatif

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga menjajaki peluang kerja sama antara Mizuda Group dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi.

Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pengembangan industri kreatif, khususnya sektor fesyen dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tri menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan bagi desainer muda, peningkatan kualitas produk UMKM, hingga pembukaan akses ke pasar internasional.

Menurutnya, Kota Bekasi memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif yang perlu didorong melalui kemitraan dengan pelaku industri global agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar dunia.

“Kota Bekasi memiliki banyak talenta kreatif yang perlu didukung agar mampu bersaing di pasar global. Kami ingin kolaborasi ini menjadi ruang belajar bagi desainer dan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk fesyen asal Bekasi yang memiliki daya saing internasional,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Warga Kayuringin Bekasi Dikepung Banjir, Minta Pemkot Segera Nyalakan Pompa

Tidak hanya membahas peluang kerja sama di bidang industri kreatif, Tri juga mengundang Mizuda Group untuk mempertimbangkan investasi langsung di Kota Bekasi.

Salah satu kawasan yang ditawarkan adalah Bantargebang, yang saat ini tengah dipersiapkan sebagai kawasan pengembangan ekonomi hijau.

Pemerintah Kota Bekasi menilai investasi yang masuk ke sektor lingkungan dan industri berteknologi tinggi dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui transfer teknologi dan pengetahuan.

“Visi kami adalah mengubah Bantargebang menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau. Yang hadir di sana bukan hanya fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga industri yang menciptakan lapangan kerja, menghadirkan transfer teknologi, dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Tri.

Ia menegaskan, transformasi Bantargebang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar pengembangan kawasan tersebut berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang.

Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan perubahan citra Bantargebang dalam kurun lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Kawasan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai lokasi pengelolaan sampah terbesar di Indonesia itu diharapkan bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan, industri hijau, dan pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui pengembangan ekonomi sirkular, pembangunan PSEL, serta masuknya investasi di sektor lingkungan dan industri kreatif, Bantargebang diharapkan tidak lagi identik dengan gunungan sampah, melainkan menjadi simbol keberhasilan transformasi ekonomi hijau yang mampu menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, dan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Bekasi.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *