Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Politik » Tiga Terpidana Kasus Politik Uang Pilkada Sleman Menyerahkan Diri ke Kejari

Tiga Terpidana Kasus Politik Uang Pilkada Sleman Menyerahkan Diri ke Kejari

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sleman – Tiga dari lima terpidana kasus politik uang terkait Pilkada Sleman 2024 akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman pada Kamis (9/1) sore. Mereka sebelumnya sempat melarikan diri saat hendak dieksekusi.

Ketiga terpidana tersebut adalah Suyatman, Poniman, dan Sutriyono. Usai menyerahkan diri, mereka langsung dijebloskan ke Lapas Klas II B Sleman atau yang dikenal sebagai Lapas Cebongan.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sleman, Agung Wijayanto, mengonfirmasi hal ini.

“Mereka datang dengan kooperatif ke kantor Kejari meskipun sebelumnya tidak berada di tempat saat eksekusi dilakukan,” ujar Agung pada Kamis petang seperti dilansir dari laman cnnindonesia.com.

Namun, proses penegakan hukum belum sepenuhnya tuntas. Dua terpidana lainnya, Hari Sukaca dan Gerardus Agung Sefrian, hingga kini masih dalam pencarian. Agung meminta kedua buron tersebut untuk segera menyerahkan diri.

“Kami mengimbau agar mereka bersikap kooperatif. Kejaksaan akan terus melakukan pengejaran ke manapun mereka mencoba kabur,” tegas Agung.

Kejaksaan Negeri Sleman telah mengerahkan tim untuk memburu kedua buron tersebut. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun yang mencoba menghindari tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan.

Kasus politik uang ini bermula pada Desember tahun lalu, ketika kelima terpidana ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Sleman.

Mereka terlibat dalam praktik politik uang di Desa Sendangmulyo, Minggir, Sleman, pada tahap pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2024. Para tersangka terbukti berperan sebagai penerima dan pemberi uang dalam skandal tersebut.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman awalnya menjatuhkan vonis pidana penjara tiga tahun dan denda Rp200 juta kepada masing-masing terdakwa.

Namun, hukuman tersebut disertai masa percobaan selama satu tahun, yang memungkinkan mereka tidak langsung menjalani masa kurungan.

Baca juga :  Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Desak Pemetaan Sekolah Rusak Segera Dibuka

Keputusan ini tidak diterima oleh jaksa penuntut umum yang kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta. Pada Senin (6/1), PT Yogyakarta memutuskan untuk menguatkan vonis pidana penjara tiga tahun dan denda Rp200 juta tanpa masa percobaan.

Eksekusi atas putusan ini menjadi tantangan setelah kelimanya melarikan diri dari kediaman masing-masing.

Setelah beberapa hari menjadi buron, tiga terpidana, yakni Suyatman, Poniman, dan Sutriyono, memutuskan untuk menyerahkan diri.

“Kami memberikan apresiasi kepada mereka karena memilih jalan yang benar dengan menyerahkan diri. Hal ini menunjukkan kesadaran hukum yang mulai tumbuh,” kata Agung.

Proses penyerahan diri ini berlangsung tanpa hambatan. Ketiganya langsung diproses administrasi di Kejari Sleman sebelum dipindahkan ke Lapas Cebongan untuk menjalani hukuman.

Penyerahan diri ini juga menjadi momen penting dalam upaya menegakkan keadilan, khususnya terkait praktik politik uang yang mencederai demokrasi

Agung kembali menekankan pentingnya sikap kooperatif dari dua terpidana yang masih buron.

“Hukum harus ditegakkan. Kami berharap Hari Sukaca dan Gerardus Agung Sefrian segera menyerahkan diri untuk menjalani hukuman yang telah dijatuhkan oleh pengadilan,” ujar Agung.

Kejari Sleman telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk memastikan kedua buron tersebut segera tertangkap.

Langkah ini dilakukan agar kasus ini dapat segera ditutup dan menjadi pelajaran penting bagi masyarakat tentang bahaya politik uang.

Dampak Kasus Politik Uang pada Demokrasi

Kasus ini mencoreng proses demokrasi di Kabupaten Sleman, yang seharusnya berlangsung jujur dan adil. Praktik politik uang tidak hanya merugikan integritas pemilu tetapi juga mengancam kepercayaan masyarakat terhadap sistem politik yang demokratis.

Penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi siapa pun yang berencana melakukan tindakan serupa.

Baca juga :  Trump Unggah Foto AI Mirip Yesus, Konflik dengan Paus Leo Memanas

“Kami ingin memastikan bahwa Pilkada Sleman 2024 berjalan sesuai aturan dan bebas dari politik uang. Semua pihak harus mendukung proses ini,” tegas Agung.

Dengan tertangkapnya tiga dari lima terpidana, Kejari Sleman berhasil menunjukkan komitmen dalam menegakkan keadilan.

Namun, perjalanan masih panjang hingga dua buron lainnya menyerahkan diri atau tertangkap. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, terutama dalam menjaga integritas demokrasi.

Bagi masyarakat Sleman, ini adalah momentum untuk bersatu melawan praktik curang yang mencederai pemilu dan nilai-nilai demokrasi.

(Red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Polsek Johar Baru Ungkap Kasus Narkoba, Empat Tersangka Berhasil Diamankan

    Polsek Johar Baru Ungkap Kasus Narkoba, Empat Tersangka Berhasil Diamankan

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Jakarta Pusat – Kepolisian Sektor (Polsek) Johar Baru mengungkap kasus narkoba yang dihadiri oleh Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar, S.E., S.H., M.M., Wakapolsek Johar Baru, AKP Aris Setiawan, Kanit Reskrim Polsek Johar Baru, AKP Mohamad Rasid S.H., M.H., dan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan. Dalam kesempatan tersebut, mereka memaparkan keberhasilan Polsek […]

  • Puskesmas Jatiasih Diduga Tertutup Saat Dimintai Keterangan Capaian Program Akhir Tahun

    Puskesmas Jatiasih Diduga Tertutup Saat Dimintai Keterangan Capaian Program Akhir Tahun

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi – Menjelang pergantian akhir tahun, upaya konfirmasi terkait capaian kinerja dan program Puskesmas Jatiasih justru menemui hambatan. Saat ditemui pada Rabu (03/12/2025), pihak Puskesmas terkesan tertutup dan minim memberikan informasi kepada awak media. Ningrum, staf Promosi Kesehatan (PromKes) Puskesmas Jatiasih, yang ditemui untuk dimintai keterangan mengenai pencapaian akhir tahun, beberapa kali mencoba menunda permintaan […]

  • Merah Putih Raksasa Berkibar di Gunung Cycloop, 1.200 Warga Bersatu

    Merah Putih Raksasa Berkibar di Gunung Cycloop, 1.200 Warga Bersatu

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jayapura – Sebanyak 1.200 prajurit, pelajar, aparat, pemerintah daerah, dan warga membentangkan Merah Putih berukuran 120×80 meter. Mereka membentangkan bendera raksasa itu di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Senin (10/8/2026). Koops TNI Habema menggelar kirab dan pembentangan bendera tersebut untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Panglima Koops TNI Habema Mayjen […]

  • Wakapolres Metro Jakarta Utara Tinjau Pos Ramadhan Terpadu: Jaga Kedamaian, Cegah Tawuran di Bulan Suci

    Wakapolres Metro Jakarta Utara Tinjau Pos Ramadhan Terpadu: Jaga Kedamaian, Cegah Tawuran di Bulan Suci

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara – Menyambut bulan suci Ramadhan, Polres Metro Jakarta Utara terus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mendirikan Pos Ramadhan Terpadu 2025 untuk mencegah aksi tawuran dan gangguan keamanan lainnya. Pada Sabtu malam (22/3), Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP James H. Hutajulu, S.I.K., S.H., […]

  • Turunkan Pemain Lapis Kedua, PSTI Jakarta Barat Tembus Semifinal dan Rebut Empat Medali Perunggu

    Turunkan Pemain Lapis Kedua, PSTI Jakarta Barat Tembus Semifinal dan Rebut Empat Medali Perunggu

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 14 Juni 2026 – PSTI Jakarta Barat menutup Jakarta Sepak Takraw League Championship 2026 dengan empat medali perunggu, sekaligus menembus semifinal kategori Inter Regu Grup B. Kompetisi berlangsung di GOR PPOP Ragunan dan menghadirkan persaingan ketat antarwilayah sepanjang turnamen berlangsung. Sejak hari terakhir pertandingan, tim Jakarta Barat menghadapi tekanan tinggi dari sejumlah lawan kuat […]

  • Meriahkan HUT ke-80 RI, Lanud Sultan Hasanuddin Pamerkan Alutsista TNI AU

    Meriahkan HUT ke-80 RI, Lanud Sultan Hasanuddin Pamerkan Alutsista TNI AU

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Suasana Trans Studio Mall Makassar akhir pekan ini dipenuhi rasa bangga dan penasaran. Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Lanud Sultan Hasanuddin menggelar Pameran Alat Peralatan Pertahanan Keamanan (Alpalhankam), Minggu (10/8/2025). Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menjelaskan bahwa pameran ini tak hanya menjadi ajang edukasi, […]

expand_less