Senin, 12 Okt 2026
Beranda » POLITIK » Susi Pudjiastuti Soroti Polemik Pulau Gag, Bahlil Lahadalia Didesak Beri Penjelasan

Susi Pudjiastuti Soroti Polemik Pulau Gag, Bahlil Lahadalia Didesak Beri Penjelasan

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Politik – Polemik terkait pengelolaan Pulau Gag, Papua Barat, kembali mencuat ke permukaan publik setelah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyampaikan kritik terbuka melalui media sosial.

Dalam pernyataannya, Susi menyoroti keputusan pemerintah yang dinilai membuka ruang bagi eksploitasi sumber daya alam di kawasan konservasi laut tersebut.

Pulau Gag, yang terletak di Kepulauan Raja Ampat, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan hayati laut yang sangat tinggi.

Pulau ini termasuk dalam kawasan konservasi dan memiliki nilai ekologis penting, baik bagi masyarakat lokal maupun dunia internasional.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan yang menyangkut pemanfaatan sumber daya alam di wilayah ini kerap menjadi sorotan publik, terutama dari kalangan aktivis lingkungan dan akademisi.

Susi Pudjiastuti, melalui akun media sosialnya, menanggapi kabar terbaru yang menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Investasi membuka peluang eksplorasi tambang di Pulau Gag.

Ia menyatakan keprihatinannya atas keputusan tersebut dan meminta agar pemerintah, khususnya Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

“Pulau Gag itu termasuk wilayah konservasi laut. Mengapa dibuka untuk pertambangan? Apakah sudah dikaji dampaknya secara ekologis? Bagaimana dengan keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat adat di sana?” tulis Susi dalam cuitannya yang kemudian viral.

Bahlil Lahadalia Membantah Klaim Eksploitasi Sepihak

Menanggapi kritik tersebut, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, memberikan pernyataan resmi.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Pulau Gag dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk perlindungan lingkungan dan keberlangsungan sosial.

Bahlil menegaskan bahwa keputusan pemerintah tidak serta-merta membuka tambang tanpa kajian.

Menurutnya, kegiatan pertambangan yang direncanakan berada di luar zona inti konservasi dan dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pilihan Editor :  Penundaan Pembagian Honor KPPS di Duren Jaya Picu Kekecewaan

“Kami tidak mungkin memberikan izin jika itu akan merusak lingkungan atau melanggar hukum. Semua proses dilakukan melalui kajian yang mendalam, melibatkan kementerian teknis seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta.

Kontroversi mengenai Pulau Gag menunjukkan ketegangan yang terus berlangsung antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Di satu sisi, pemerintah berupaya meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan timur Indonesia.

Namun, di sisi lain, masyarakat sipil dan tokoh-tokoh seperti Susi Pudjiastuti mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan kelestarian alam dan hak-hak masyarakat adat.

Pulau Gag sebelumnya pernah menjadi lokasi kegiatan tambang nikel oleh perusahaan asing.

Namun, operasional tambang tersebut sempat dihentikan karena pertimbangan lingkungan dan konflik dengan masyarakat lokal.

Kini, rencana untuk membuka kembali kawasan tersebut menuai pro dan kontra.

Aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua menyatakan bahwa pembukaan tambang di Pulau Gag bisa memicu degradasi ekosistem laut yang parah.

Mereka juga mempertanyakan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.

“Kami mendesak pemerintah untuk melakukan konsultasi publik yang terbuka dan melibatkan masyarakat adat. Pulau Gag bukan hanya soal investasi, tapi juga soal warisan ekologis dunia,” ujar Direktur WALHI Papua dalam keterangan pers.

Pakar lingkungan dari Universitas Papua, Dr. Yohanis Karel, menilai bahwa setiap kebijakan di wilayah sensitif seperti Pulau Gag harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Ia menyarankan agar pemerintah membentuk tim independen untuk mengkaji potensi dampak dari setiap proyek investasi di kawasan tersebut.

“Keputusan terkait kawasan konservasi tidak boleh hanya berdasarkan pendekatan ekonomi. Harus ada keseimbangan antara pertumbuhan dan pelestarian,” jelas Yohanis.

Pilihan Editor :  Cara Ambil Kembali Mobil Yang di Tarik Debt Collector

Polemik Pulau Gag antara Susi Pudjiastuti dan Bahlil Lahadalia mencerminkan pentingnya keterbukaan informasi dan dialog antara pemerintah, masyarakat, serta tokoh publik.

Diperlukan transparansi dan itikad baik dari semua pihak untuk memastikan bahwa pembangunan tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan yang bernilai tinggi seperti Pulau Gag.**/Red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Mayat Pria Misterius Mengambang di Kali Sunter

    Mayat Pria Misterius Mengambang di Kali Sunter

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 8 April 2026 – Warga Kelapa Gading digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Kali Sunter, Rabu pagi. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) pertama kali menemukan jasad tersebut saat membersihkan lingkungan di sekitar aliran kali. Laporan kemudian diterima Polsek Kelapa Gading sekitar pukul 08.50 WIB. Petugas […]

  • Polsek Cilincing Siaga Cegah Tawuran Malam

    Polsek Cilincing Siaga Cegah Tawuran Malam

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, Rabu (25/3/2026) – Polsek Cilincing langsung menggelar apel KRYD dini hari guna menekan potensi tawuran dan kejahatan jalanan. Kegiatan berlangsung di Pos Pengamanan Tanah Merdeka dengan melibatkan 23 personel gabungan dari kepolisian dan Satpol PP. Selanjutnya, Syarpani memimpin apel sekaligus menekankan pentingnya sinergi menjaga keamanan wilayah pada malam hari. “Setelah apel, kami langsung […]

  • Universitas Dian Nusantara, Gelar Acara Dies Natalis Ke 5, Dan Wisuda – II, Semester Genap Program Sarjana Tahun Akademik 2023-2024

    Universitas Dian Nusantara, Gelar Acara Dies Natalis Ke 5, Dan Wisuda – II, Semester Genap Program Sarjana Tahun Akademik 2023-2024

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    TANGERANG – Universitas Dian Nusantara, mengelar acara Dies Natalis Ke 5, Dan Wisuda – II, Semester Genap Program Sarjana Tahun Akademik 2023-2024. Acara tersebut dilakukan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Jln, BSD Grand Boulevard Raya No1 Tangerang. Sabtu (19/10/2024). Nampak hadir dalam acara tersebut para tamu undangan serta orang tua dari para wisudawan wisudawati lulusan […]

  • Pengungkapan kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Feni Ere di ruang lobi Polres Palopo

    Pengungkapan kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Feni Ere di ruang lobi Polres Palopo

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Setelah membunuh korban, Pelaku Ammad Yani kemudian membungkus jenazah dan membawanya ke Battang Barat untuk dikuburkan

  • TNI AL dan TLDM Resmi Gelar Patkor Malindo 168/25 “Bersatu Jaga Selat Malaka”

    TNI AL dan TLDM Resmi Gelar Patkor Malindo 168/25 “Bersatu Jaga Selat Malaka”

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Komitmen Indonesia dan Malaysia dalam menjaga keamanan kawasan laut kembali ditegaskan. Dua kapal perang milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), yaitu KD Laksamana Hang Nadim F-134 dan KD Kinabalu-14, bersandar di Dermaga Mako Lantamal I Belawan, Senin (23/06/2025), menandai dibukanya Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malindo 168/25. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama rutin […]

  • Yonmarhanlan III Amankan Kedatangan Kapal Perang Amerika USS John Finn di Tanjung Priok

    Yonmarhanlan III Amankan Kedatangan Kapal Perang Amerika USS John Finn di Tanjung Priok

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara – Suasana Dermaga 300 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (26/8/2025), terlihat berbeda dari biasanya. Sejumlah prajurit Marinir berseragam loreng tampak berjaga di titik-titik strategis, sementara kapal perang raksasa milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John Finn (DDG-113), perlahan merapat. Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III dikerahkan penuh untuk memastikan keamanan sepanjang agenda […]

expand_less