Senin, 2 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » Dugaan Korupsi Sambungan Air Rp4,5 Miliar, Kejari Bekasi Tahan AEZ

Dugaan Korupsi Sambungan Air Rp4,5 Miliar, Kejari Bekasi Tahan AEZ

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIKARANG, KABUPATEN BEKASI – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menahan AEZ, tersangka ketiga dalam perkara dugaan korupsi pemasangan sambungan langganan pada Perusahaan Umum Daerah Tirta Bhagasasi Bekasi periode 2024-2025. Penyidik menduga perkara tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,506 miliar.

Penahanan AEZ dilakukan setelah tersangka memenuhi panggilan penyidik pada Senin (10/8/2026). Sebelumnya, AEZ beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Kejaksaan kemudian menahannya selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Semeru, S.H., M.Hum., mengatakan AEZ diperiksa sebagai tersangka sebelum dilakukan penahanan. Menurut penyidik, AEZ diduga bersama dua tersangka lain, MSB dan RF, terlibat dalam pengelolaan biaya pemasangan jaringan dan sambungan langganan air bersih yang tidak sesuai ketentuan.

Kejaksaan menyebut ketiga tersangka diduga telah menguntungkan atau memperkaya diri sendiri dan/atau orang lain melalui mekanisme pembayaran dari calon konsumen. Perbuatan tersebut, menurut hasil penyidikan yang disampaikan Kejaksaan, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp4.506.920.372.

Namun, dugaan tersebut masih berada dalam proses hukum. Status AEZ dan dua tersangka lainnya tetap harus dipandang sebagai tersangka sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Perkara ini bermula ketika 21 pemohon atau calon konsumen di Kabupaten Bekasi mengajukan pemasangan jaringan air bersih kepada Perumda Tirta Bhagasasi. Menurut Kejaksaan, Bagian Pemasaran Perumda kemudian menyampaikan pemberitahuan mengenai biaya pemasangan jaringan dan sambungan langganan kepada para pemohon.

Kejaksaan menduga mekanisme penetapan dan pembayaran biaya tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kondisi itu membuat sejumlah calon konsumen keberatan karena biaya yang harus mereka keluarkan dinilai cukup besar.

Menurut Semeru, kebutuhan terhadap layanan air bersih menjadi salah satu faktor yang membuat calon konsumen akhirnya tetap membayar biaya tersebut.

Baca juga :  Buron! Kakek 77 Tahun di Nias Selatan Diduga Cabuli Cucu Sendiri, Kepala Desa Disebut Ikut Lindungi Pelaku

“Karena butuh air yang mendesak untuk operasional kantor, rumah, atau perusahaan dan karena tidak ada pilihan lain, calon konsumen ini terpaksa mau membayar biaya yang telah ditetapkan oleh Bagian Pemasaran Tirta Bhagasasi Bekasi,” kata Semeru dalam konferensi pers, Senin (10/8/2026).

Dana Calon Konsumen Diduga Mengalir untuk Kepentingan Pribadi

Kejaksaan menyebut para pemohon kemudian membayarkan biaya pemasangan jaringan air bersih ke sebuah rekening yang diduga sengaja dipersiapkan untuk menampung pembayaran pemasangan jaringan dan sambungan langganan baru.

Menurut penyidik, dana yang terkumpul dalam rekening tersebut kemudian digunakan oleh MSB, RF, dan AEZ untuk kepentingan pribadi. Kejaksaan menyatakan penggunaan dana tersebut menjadi bagian dari rangkaian perbuatan yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

Atas dugaan perbuatannya, AEZ dijerat dengan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana tercantum dalam surat sangkaan penyidik.

Kejaksaan menyebut sangkaan tersebut antara lain Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

AEZ juga disangkakan dengan ketentuan alternatif, yakni Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta alternatif lainnya Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Sebelum ditahan, AEZ tercatat tidak memenuhi sejumlah panggilan penyidik. Ia sebelumnya dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Kamis (30/7/2026).

Setelah status hukumnya dinaikkan menjadi tersangka, penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan pada Senin (3/8/2026) dan Kamis (6/8/2026). Namun, AEZ kembali tidak hadir dalam dua pemeriksaan tersebut.

Baca juga :  Ayah di Bekasi Tega Lempar Anak ke Genangan Banjir, Kini Jadi Tersangka

Melalui kuasa hukumnya, AEZ kemudian menyampaikan kepada penyidik bahwa ia akan memenuhi panggilan pada Senin (10/8/2026). Pada tanggal tersebut, AEZ akhirnya hadir di Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk menjalani pemeriksaan.

Selain hadir memenuhi pemeriksaan, AEZ juga menyerahkan pengembalian sebagian kerugian keuangan negara sebesar Rp250 juta.

Kejaksaan menyatakan uang tersebut dititipkan sementara melalui Rekening Pemerintah Lainnya-Penampungan Dana Titipan (RPL-PDT) milik Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Status dan peruntukan akhir uang tersebut akan ditentukan berdasarkan putusan pengadilan.

Setelah pemeriksaan, penyidik memutuskan melakukan penahanan terhadap AEZ selama 20 hari. Penahanan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara pidana yang disebut Kejaksaan, dengan mempertimbangkan terpenuhinya syarat penahanan.

AEZ kemudian ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang.

Dengan ditahannya AEZ, Kejaksaan menyatakan tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pemasangan sambungan langganan Perumda Tirta Bhagasasi periode 2024–2025.

Penyidik masih membuka kemungkinan pengembangan perkara. Kejaksaan menyatakan pemeriksaan terhadap saksi maupun pengumpulan alat bukti lain dapat dilakukan apabila ditemukan fakta baru selama proses penyidikan.

Selanjutnya, penyidik akan melengkapi berkas perkara sebelum melimpahkannya kepada Jaksa Penuntut Umum untuk memasuki tahapan penuntutan sesuai ketentuan hukum acara pidana.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi juga meminta masyarakat tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah. Pengawasan publik dinilai penting untuk memastikan anggaran dan keuangan daerah digunakan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bekasi yang senantiasa bersabar dan mendukung kami dalam penanganan perkara ini dari tahap demi tahap,” ujar Semeru.

Perkara tersebut kini memasuki tahap lanjutan setelah seluruh tersangka yang disebut Kejaksaan telah diproses. Publik masih menunggu pembuktian perkara di persidangan untuk memastikan konstruksi peristiwa, peran masing-masing tersangka, serta besaran kerugian negara sebagaimana yang didalilkan penyidik.

Baca juga :  COVER NOTE TIDAK MEMILIKI KEKUATAN SEBAGAI BUKTI
Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Namlea Gelar Sosialisasi Bela Negara di Buru Selatan

    Namlea Gelar Sosialisasi Bela Negara di Buru Selatan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Buru Selatan, 28 Juli 2025 – Suasana Balai Desa Hote, Kecamatan Waesama, tampak berbeda pada Senin pagi. Sekitar seratus warga desa berkumpul untuk mengikuti sosialisasi Bela Negara yang digelar Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1506/Namlea. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TNI meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara […]

  • Tinjau Perbatasan Rote, Wapang TNI Dorong Pemerataan Pembangunan

    Tinjau Perbatasan Rote, Wapang TNI Dorong Pemerataan Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Rote, NTT – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau kawasan perbatasan paling selatan Indonesia di Pulau Rote, Sabtu (24/10/2026). Kunjungan tersebut menyasar Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan, serta sejumlah jembatan yang mendukung konektivitas masyarakat di wilayah terdepan Indonesia. Maruli, yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), melihat langsung […]

  • ASTAF Perketat Sistem Challenge Sepaktakraw Jelang Asian Games 2026

    ASTAF Perketat Sistem Challenge Sepaktakraw Jelang Asian Games 2026

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Singapura – Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) memperketat penerapan Challenge Review Camera System menjelang pertandingan sepaktakraw Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026. Kebijakan itu bertujuan meningkatkan akurasi dan transparansi keputusan pengadil selama pertandingan sepaktakraw di Jepang. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 20 September hingga 3 Oktober 2026 di Jepang. Pertandingan sepaktakraw dijadwalkan berlangsung di Paloma […]

  • HUT ke 81 RI, Warga Pengasinan Bakal Ramaikan Lomba Jalan dan Catur

    HUT ke 81 RI, Warga Pengasinan Bakal Ramaikan Lomba Jalan dan Catur

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    BEKASI – Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dua kegiatan yang telah dijadwalkan ialah lomba jalan dan catur yang terbuka bagi seluruh warga tanpa membatasi usia maupun jenis kelamin. Lomba jalan dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Gedung Serbaguna RW 3. […]

  • Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya Kawal Aksi BEM UI, Situasi Jakarta Tetap Kondusif

    Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya Kawal Aksi BEM UI, Situasi Jakarta Tetap Kondusif

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Juni 2026 – Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya mengawal aksi demonstrasi mahasiswa BEM UI hingga berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan. Aparat gabungan memastikan jalannya aksi tetap kondusif sekaligus menjaga stabilitas keamanan di sejumlah titik strategis Ibu Kota. Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menyampaikan aspirasi secara terbuka dalam aksi yang berlangsung […]

  • Kapolsek Cabangbungin Pimpin Patroli Biru Gabungan

    Kapolsek Cabangbungin Pimpin Patroli Biru Gabungan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bekasi – Polsek Cabangbungin bersama Polsek Sukatani menggelar patroli biru gabungan pada Minggu dini hari (11/1/2026). Melalui kegiatan ini, jajaran kepolisian secara aktif memperkuat pengamanan wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi sekaligus menekan potensi tawuran, kejahatan jalanan, serta tindak pidana 3C (curat, curas, dan curanmor). Kapolsek Cabangbungin, AKP Alex Chandra, S.H., M.H., memimpin langsung patroli tersebut dengan […]

expand_less