PTPN IV PalmCo Pamerkan Inovasi Digital dan Kemitraan di SIEXPO 2026

Pekanbaru – PTPN IV PalmCo memamerkan inovasi digital, mekanisasi, dan program kemitraan petani dalam Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru. Pameran berlangsung di SKA Convention and Exhibition dan mempertemukan...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Pekanbaru – PTPN IV PalmCo memamerkan inovasi digital, mekanisasi, dan program kemitraan petani dalam Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru.

Pameran berlangsung di SKA Convention and Exhibition dan mempertemukan ratusan peserta dari dalam maupun luar negeri.

Melalui ajang tersebut, PalmCo memperkenalkan inovasi yang mencakup sektor hulu hingga hilir sekaligus memaparkan strategi memperkuat ekosistem petani.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan mendorong transformasi industri sawit berbasis teknologi dan kemitraan.

“Melalui SIEXPO 2026, kami membawa semangat keberlanjutan, transformasi, dan kemitraan,” kata Jatmiko melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, PalmCo mengintegrasikan inovasi digital, mekanisasi, serta pemberdayaan UMKM untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Di area pameran, PalmCo menampilkan tandan buah segar varietas 540 hasil riset Pusat Penelitian Kelapa Sawit dengan bobot sekitar 50 kilogram.

Perusahaan juga memperkenalkan drone sprayer dan drone geospasial sebagai teknologi pendukung operasional perkebunan berbasis presisi.

Selain itu, pengunjung dapat melihat PalmCo Business Cockpit yang memantau operasional perusahaan secara terintegrasi dan real-time.

PalmCo juga memberi ruang kepada UMKM pandai besi mitra binaan TJSL untuk memamerkan produk peralatan pertanian kepada pengunjung.

Lima Program Perkuat Kemitraan Petani

Dalam sesi seminar SIEXPO 2026, Direktur SDM dan Umum PTPN IV PalmCo Suhendri memaparkan strategi operasional kemitraan petani.

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan memperkecil kesenjangan produktivitas antara perkebunan rakyat dan perkebunan perusahaan.

Suhendri menyebut sekitar 6,9 juta hektare perkebunan sawit nasional saat ini dikelola petani sehingga produktivitas sektor rakyat sangat menentukan pasokan nasional.

Pilihan Editor :  SPPG Gunung Manik Resmi Beroperasi, Wabub: Gizi Anak dan UMKM Lokal Jadi Prioritas

Kondisi tersebut menjadi semakin strategis ketika pemerintah mendorong pemenuhan kebutuhan energi melalui program biodiesel B50.

“Peningkatan produktivitas sawit nasional menjadi tugas utama di hulu,” ujar Suhendri dalam seminar tersebut.

Menurut perhitungannya, peningkatan produktivitas kebun rakyat sebesar 1,3 ton CPO per hektare berpotensi menambah produksi nasional sekitar 8,97 juta ton CPO.

Tambahan produksi tersebut dapat memperkuat pasokan domestik sekaligus menjaga ruang ekspor tanpa mengganggu kebutuhan dalam negeri.

Untuk mengejar sasaran itu, PalmCo menjalankan lima program utama dalam pengembangan kemitraan dengan petani.

Program tersebut mencakup penyediaan benih dan percepatan PSR, pendampingan agronomis, serta fasilitasi pembiayaan dan sarana produksi.

Selanjutnya, perusahaan memperkuat penyerapan TBS melalui sistem grading transparan serta mengembangkan koperasi dan sistem ketertelusuran.

Hingga Mei 2026, luas lahan kemitraan sawit rakyat PalmCo mencapai 52.480 hektare berdasarkan catatan perusahaan.

Cakupan tersebut meliputi revitalisasi perkebunan, konversi karet menjadi sawit, serta PSR dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan.

PalmCo menargetkan luas kemitraan meningkat menjadi 64.176 hektare pada 2029 sesuai peta jalan perusahaan.

Produktivitas Petani Jadi Kunci

Suhendri mengatakan perusahaan terus mendorong implementasi lima program tersebut melalui unit operasional dan regional.

“Kami memantau agar petani mitra mendapatkan pendampingan agronomis dan akses penyerapan,” ungkap Suhendri.

Ia mencontohkan sejumlah koperasi binaan di Kabupaten Rokan Hulu yang mampu mencapai produktivitas lebih dari 20 ton per hektare.

Pencapaian tersebut juga memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus meningkatkan Sisa Hasil Usaha bagi petani mitra.

Menurut Suhendri, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi pembentukan ekosistem agribisnis yang lebih mandiri di tingkat petani.

PalmCo kemudian menghubungkan penguatan sektor hulu dengan pengembangan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit.

Pilihan Editor :  Truk Rem Blong Hantam Rumah di Pasuruan, Empat Orang Tewas

Saat ini, perusahaan mengembangkan sejumlah produk turunan, antara lain biodiesel, minyak goreng, shortening, CBS, dan compressed biomethane gas.

“PalmCo berupaya menjawab kebutuhan domestik dan ekspor secara bersamaan dengan memperkuat ekosistem secara menyeluruh,” pungkas Suhendri.

Strategi tersebut menempatkan produktivitas petani, inovasi teknologi, dan hilirisasi sebagai tiga bagian yang saling mendukung.

Melalui partisipasinya di SIEXPO 2026, PalmCo menunjukkan arah pengembangan industri sawit yang menghubungkan teknologi, petani, dan pengolahan hasil.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kontribusi industri sawit terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *