Danramil Tangerang Turun Langsung Bersihkan Kali Sabi Jelang HUT RI
Tangerang – Danramil 01/Tangerang Mayor Inf Jepriansen Sipayung turun langsung membersihkan Kali Sabi bersama sekitar 150 personel gabungan di Kelurahan Nambo, Karawaci, Kota Tangerang. Kegiatan Karya Bakti berlangsung pada Sabtu...

Tangerang – Danramil 01/Tangerang Mayor Inf Jepriansen Sipayung turun langsung membersihkan Kali Sabi bersama sekitar 150 personel gabungan di Kelurahan Nambo, Karawaci, Kota Tangerang.
Kegiatan Karya Bakti berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Personel gabungan mengangkat sampah dan material yang menghambat aliran Kali Sabi untuk mengurangi potensi luapan ketika hujan deras.
Jepriansen tidak hanya memberikan arahan dari tepi sungai, tetapi ikut bekerja bersama personel dan masyarakat membersihkan sejumlah titik.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Pramuka, organisasi kemasyarakatan, dan warga.
Tim juga mengerahkan satu unit ekskavator, dua truk sampah, serta dua unit bentor untuk mempercepat pengangkutan material.
Petugas memprioritaskan titik yang mengalami penumpukan sampah dan material sehingga menghambat kelancaran aliran sungai.
Danramil Tekankan Gotong Royong
Mayor Inf Jepriansen Sipayung mengatakan keterlibatan langsung personel TNI menunjukkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
“Karya Bakti ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat,” ujar Jepriansen.
Menurutnya, pembersihan sungai membutuhkan keterlibatan berbagai unsur agar hasilnya memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kami bersama seluruh unsur dan warga bergotong royong membersihkan sungai agar alirannya tetap lancar dan lingkungan menjadi lebih bersih,” katanya.
Selain membersihkan sungai, Jepriansen mengajak masyarakat menjaga hasil kegiatan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ia menilai kepedulian warga menjadi faktor penting untuk mempertahankan kondisi Kali Sabi setelah kegiatan pembersihan berakhir.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk mendorong aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan kita wujudkan dengan gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Jepriansen.
Sampah Hambat Aliran, Risiko Luapan Meningkat
Kali Sabi melintasi kawasan permukiman yang membutuhkan perhatian terhadap kebersihan dan kelancaran aliran air.
Tumpukan sampah rumah tangga dan material lain dapat mempersempit aliran sehingga air hujan tidak mengalir secara optimal.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko luapan ketika curah hujan tinggi mengguyur kawasan sekitar sungai.
Karena itu, pembersihan secara berkala menjadi salah satu langkah untuk menjaga kapasitas aliran sekaligus mengurangi hambatan di badan sungai.
Namun, kegiatan pembersihan tidak akan cukup tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola dan membuang sampah.
Pemerintah dan masyarakat perlu menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan agar persoalan serupa tidak kembali muncul.
Dalam kegiatan tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama untuk menangani persoalan lingkungan di tingkat kewilayahan.
Keterlibatan TNI, pemerintah daerah, kepolisian, organisasi masyarakat, dan warga memperlihatkan pentingnya pembagian peran dalam menjaga lingkungan.
Bukan Sekadar Seremoni
Karya Bakti tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Jepriansen menegaskan kehadiran TNI di lapangan bukan sekadar memberikan instruksi, tetapi ikut bekerja bersama masyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan sosial yang memiliki manfaat nyata.
Ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan terus berlangsung secara berkala, bukan hanya ketika masyarakat memperingati hari besar nasional.
Konsistensi menjadi penting karena kebersihan Kali Sabi berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan lingkungan permukiman warga.
Jika seluruh pihak menjaga aliran sungai secara bersama-sama, potensi penyumbatan dan luapan dapat ditekan.
Dengan semangat gotong royong, warga Nambo dan kawasan sekitarnya diharapkan memperoleh lingkungan yang lebih bersih serta aliran Kali Sabi yang lebih lancar.










