Maulid Nabi di SMPN 24 Bekasi, Sekolah Ingatkan Siswa Soal Pengaruh Media Sosial
BEKASI – SMPN 24 Kota Bekasi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Jumat (4/9/2026) sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai akhlak dan keteladanan kepada peserta didik...
BEKASI – SMPN 24 Kota Bekasi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Jumat (4/9/2026) sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai akhlak dan keteladanan kepada peserta didik di tengah derasnya pengaruh media sosial.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut diikuti para siswa dan dihadiri jajaran Komite Sekolah serta Koordinator Kelas (Korlas).
Peringatan Maulid mengangkat tema “Melalui Peringatan Nabi Muhammad SAW, Kita Teladani Akhlak Rasul Demi Mewujudkan Siswa-Siswi yang Berakhlakul Karimah.”
Pihak sekolah menempatkan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai agenda keagamaan tahunan, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dinilai relevan untuk menjadi rujukan perilaku siswa ketika berhadapan dengan berbagai informasi dan tren yang berkembang di media sosial.
Kepala SMPN 24 Kota Bekasi, Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd., mengatakan lingkungan digital memberikan tantangan tersendiri bagi pembentukan perilaku peserta didik.
Menurut dia, siswa dapat dengan mudah menemukan sekaligus meniru berbagai gaya dan perilaku yang mereka lihat melalui media sosial.
“Harapan saya, khususnya sebagai Kepala Sekolah, dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini seluruh siswa-siswi dapat berperilaku, bersikap, dan berakhlak mulia,” kata Zainal.
Ia mengatakan sekolah perlu mengingatkan siswa mengenai pentingnya memiliki figur teladan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Tantangan saat ini menunjukkan bahwa anak-anak cenderung meniru gaya yang mereka lihat di media sosial. Melalui peringatan ini, kita mengingatkan kembali bahwa umat Islam memiliki sosok teladan sejati, yaitu Nabi Besar Muhammad SAW,” ujarnya.
Menurut Zainal, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui penyampaian materi di ruang kelas.
Lingkungan sekolah juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, peringatan Maulid diarahkan untuk memperkenalkan kembali nilai yang berkaitan dengan sikap dan perilaku, termasuk kesantunan, kedisiplinan, keikhlasan, serta penghormatan terhadap sesama.
Siswa Diajak Memaknai Keteladanan Rasul
Antusiasme siswa terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Salah satu siswa kelas 7C, Zabi, mengatakan peringatan Maulid memberinya kesempatan untuk memahami kembali nilai kehidupan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
“Saya sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara Maulid hari ini. Melalui kegiatan ini, saya jadi lebih memahami arti keikhlasan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zabi.
Bagi sekolah, keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam acara.
Nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas siswa, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda.
Berbagai konten yang beredar di ruang digital dapat memberikan pengaruh terhadap cara siswa berkomunikasi, bersikap, dan memandang lingkungan di sekitarnya.
Dalam konteks tersebut, sekolah memiliki peran untuk memberikan pemahaman dan pendampingan agar peserta didik mampu menyaring pengaruh dari lingkungan digital tanpa kehilangan nilai-nilai moral yang menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMPN 24 Kota Bekasi pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Sekolah mendorong agar pesan keteladanan Rasul dapat diterjemahkan dalam perilaku nyata siswa, terutama melalui sikap santun, disiplin, bertanggung jawab, dan ikhlas dalam menjalankan kewajiban.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah diharapkan dapat berjalan beriringan dengan tujuan pendidikan dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan perilaku yang baik.
Pihak sekolah menilai pembentukan akhlak merupakan proses yang membutuhkan konsistensi. Peringatan Maulid menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pesan tersebut sekaligus mengingatkan kembali pentingnya keteladanan dalam kehidupan peserta didik.









