Satgas Lanud Sjamsudin Noor Perangi Bara Karhutla di Lahan Gambut

Banjarbaru, 3 September 2026 – Hampir sebulan berjibaku, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus memburu bara Karhutla di kawasan Guntung Damar. Personel menyisir lahan gambut pada Kamis (3/9/2026), untuk membasahi...

-AA+

Banjarbaru, 3 September 2026 – Hampir sebulan berjibaku, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus memburu bara Karhutla di kawasan Guntung Damar.

Personel menyisir lahan gambut pada Kamis (3/9/2026), untuk membasahi dan menyekat titik api yang mengancam kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor.

Mereka tidak hanya mengejar kobaran yang terlihat, tetapi juga mencari bara yang bertahan di bawah permukaan tanah.

Kondisi itu membuat operasi pemadaman membutuhkan ketelitian karena api dapat kembali muncul setelah kobaran permukaan menghilang.

Gambut Dalam Perpanjang Perjuangan

Kawasan Guntung Damar memiliki lapisan gambut dengan kedalaman sekitar satu hingga tiga meter.

Advertisement

Karakteristik tersebut menjadi tantangan utama karena bara dapat bertahan jauh di bawah permukaan tanah.

Karena itu, personel melakukan pembasahan secara berulang untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api.

Selain pembasahan, mereka menyekat area tertentu guna menghambat kemungkinan pergerakan api menuju kawasan lain.

Medan yang sulit juga membatasi penggunaan kendaraan menuju sejumlah lokasi penanganan.

Akibatnya, personel harus berjalan kaki sambil membawa mesin pompa, gulungan selang, peralatan pendukung, dan kebutuhan logistik.

Beban perlengkapan tidak ringan, terlebih personel harus menembus kawasan gambut untuk mencapai titik yang sulit dijangkau.

Namun, mereka tetap melanjutkan penyisiran dari satu lokasi menuju lokasi lainnya.

Bukan Sekadar Memadamkan Api

Penanganan Karhutla di lahan gambut membutuhkan perhatian terhadap kondisi bawah permukaan, bukan sekadar menghilangkan kobaran yang tampak.

Bara yang tertinggal dapat kembali memicu kebakaran ketika kondisi lingkungan mendukung munculnya api.

Karena itu, personel terus memantau area yang telah mereka tangani untuk memastikan bara tidak kembali berkembang.

Pilihan Editor :  Progres LRT Jabodebek Capai 88,4 Persen, Siap Beroperasi Juli 2023

Pendekatan tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dibandingkan penanganan kebakaran di permukaan biasa.

Pada saat yang sama, kondisi cuaca dan medan turut memengaruhi pergerakan personel selama operasi berlangsung.

Setiap anggota harus menjaga stamina karena operasi telah berlangsung hampir satu bulan.

Mereka juga harus membawa perlengkapan secara manual ketika medan tidak memungkinkan kendaraan mendekati lokasi.

Kekompakan Menjaga Semangat

Tekanan fisik dan panjangnya operasi membuat kekompakan menjadi bagian penting dalam menjaga ritme kerja personel.

Di sela tugas, para personel sesekali bercanda dan berbagi gurauan untuk mengurangi kejenuhan setelah menghadapi medan berat.

Suasana tersebut membantu menjaga kebersamaan ketika tuntutan fisik terus menguras tenaga.

Bagi mereka, kerja tim menjadi modal penting untuk menghadapi operasi yang tidak dapat selesai hanya dalam satu kali pemadaman.

Setiap personel menjalankan perannya agar pembasahan dan penyekatan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Dengan demikian, operasi tidak hanya mengandalkan peralatan pemadam, tetapi juga koordinasi dan ketahanan personel di lapangan.

Jaga Kawasan Strategis Bandara

Lokasi penanganan berada tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor, sehingga pengendalian Karhutla menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan strategis tersebut.

Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus memusatkan perhatian pada titik yang berpotensi kembali memunculkan bara.

Mereka bergerak dari satu titik menuju titik lain sambil memastikan area yang telah ditangani tetap terkendali.

Selain memadamkan api, langkah tersebut bertujuan mencegah kebakaran kembali membesar dan menjalar ke wilayah sekitar.

Karena itu, personel mempertahankan pembasahan dan penyekatan sebagai bagian dari penanganan di lapangan.

Operasi yang berlangsung hampir satu bulan menunjukkan bahwa pengendalian Karhutla di kawasan gambut membutuhkan ketekunan dan konsistensi.

Pilihan Editor :  Listrik Padam Massal di Bekasi, PLN Janji Pulihkan Cepat

Medan yang dalam, akses terbatas, serta bara bawah tanah membuat pekerjaan personel tidak selalu terlihat dari permukaan.

Namun, setiap langkah penyisiran dan pembasahan menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan sekitar bandara tetap aman.

Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor terus menjalankan tugas hingga kondisi titik api terkendali.

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjuangan personel menghadapi Karhutla yang memiliki karakter berbeda di kawasan gambut.

Dengan kerja tim dan penanganan berkelanjutan, mereka berupaya mencegah bara kembali berubah menjadi kobaran.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti
Advertisement
Advertisement