Calung Garut Hipnotis Pengunjung, Pasar Seni Ancol Disesaki Penonton
JAKARTA – Pertunjukan seni tradisional calung asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil menyedot perhatian pengunjung di Pasar Seni Ancol, Jakarta. Alunan musik bambu yang ritmis dipadukan dengan lawakan khas Sunda...

JAKARTA – Pertunjukan seni tradisional calung asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil menyedot perhatian pengunjung di Pasar Seni Ancol, Jakarta.
Alunan musik bambu yang ritmis dipadukan dengan lawakan khas Sunda menciptakan suasana meriah dan menghidupkan salah satu destinasi wisata budaya yang telah lama menjadi ruang ekspresi para seniman dari berbagai daerah.
Kegiatan seni dan budaya yang digelar di kawasan Pasar Seni Ancol tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri wisatawan dan pengunjung yang memadati area pertunjukan.
Penampilan kelompok seni asal Garut menjadi salah satu atraksi yang paling menarik perhatian karena menghadirkan perpaduan antara musik tradisional, komedi rakyat, dan seni pertunjukan khas Sunda.
Kehadiran para seniman dari Garut tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan industri hiburan modern yang semakin kompetitif.
Melalui penampilan tersebut, para pelaku seni berupaya memperkenalkan kembali kesenian tradisional kepada masyarakat lintas generasi.
Calung sendiri merupakan salah satu kesenian musik tradisional yang berkembang di kalangan masyarakat Sunda dan Banyumas. Instrumen ini terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus.
Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, calung menghasilkan irama khas yang sering dipadukan dengan nyanyian, dialog humor, hingga pertunjukan komedi tradisional.
Dalam pertunjukan di Pasar Seni Ancol, para pemain calung menghadirkan berbagai lagu dan atraksi yang diselingi humor segar. Interaksi langsung dengan penonton menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat suasana semakin hidup.
Gelak tawa penonton beberapa kali terdengar memenuhi area panggung saat para komedian melontarkan candaan yang dikemas dalam nuansa budaya Sunda.
Perwakilan seniman Garut, Nunuy Okey, mengatakan partisipasi kelompoknya dalam kegiatan tersebut didorong oleh keinginan untuk menjaga keberlangsungan seni tradisional agar tetap dikenal masyarakat luas.
Menurutnya, ruang-ruang pertunjukan seperti Pasar Seni Ancol memiliki peran penting dalam mempertemukan seniman daerah dengan publik yang lebih beragam.
“Kami ingin terus mengangkat seni dan budaya daerah agar tetap dikenal masyarakat luas. Kehadiran kami di Pasar Seni Ancol menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya Garut kepada publik,” ujar Nunuy di sela kegiatan.
Nunuy yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) Koordinator Wilayah Garut menilai pelestarian budaya tidak dapat dilakukan hanya oleh pelaku seni.
Dukungan masyarakat, pemerintah, pengelola ruang kreatif, serta berbagai komunitas menjadi faktor penting agar seni tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang.
Dorong Keberlanjutan Ruang Kreatif bagi Seniman Daerah
Antusiasme terhadap pertunjukan tersebut juga terlihat dari respons para pengunjung yang memenuhi area panggung selama acara berlangsung.
Banyak pengunjung terlihat bertahan hingga akhir pertunjukan untuk menikmati seluruh rangkaian penampilan yang disuguhkan para seniman.
Salah seorang pengunjung, Nisa, mengaku terhibur dengan konsep pertunjukan yang menggabungkan unsur musik dan komedi dalam satu panggung.
Menurutnya, penampilan calung memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hiburan modern yang umum dijumpai saat ini.
“Seru sekali menonton calung hari ini. Saya sangat terhibur dengan penampilan komediannya yang jenaka. Suara khas dari musik bambunya juga membuat suasana di sini semakin meriah,” kata Nisa.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya tersebut juga memunculkan harapan baru di kalangan pelaku seni tradisional.
Sejumlah komunitas yang hadir berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin sehingga menjadi wadah promosi sekaligus regenerasi bagi para seniman daerah.
Mereka menilai ruang kreatif seperti Pasar Seni Ancol memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari berbagai daerah.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan budaya dinilai mampu memperkuat identitas daerah serta menumbuhkan apresiasi publik terhadap warisan seni tradisional.
Para pelaku seni juga mendorong agar lebih banyak daerah di Indonesia diberikan kesempatan untuk menampilkan kesenian khasnya dalam kegiatan serupa.
Dengan keterlibatan yang lebih luas, panggung budaya dapat menjadi media pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas antarseniman dari berbagai wilayah.
Kesuksesan pertunjukan calung Garut di Pasar Seni Ancol menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.
Ketika dikemas secara menarik dan diberikan ruang yang memadai, kesenian daerah tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi magnet budaya yang memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya bangsa.**/Ihwan











