Tribute Chairil Anwar di Bekasi Tegaskan Peran Budaya dan Ekspresi Publik
ruang ekspresi yang layak akan berkontribusi terhadap lahirnya karya-karya kreatif dari generasi muda.

BEKASI – Kegiatan bertajuk “Tribute Chairil Anwar ~ Habis Gelap Terbitlah Kata” digelar di Teras Gedung Juang 45, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/4/2026) malam.
Pergelaran seni tersebut menampilkan rangkaian pertunjukan sastra dan budaya yang melibatkan seniman lintas generasi, sekaligus menegaskan pentingnya peran kebudayaan dalam kehidupan publik serta ruang ekspresi masyarakat.
Acara yang diinisiasi komunitas Rumah Hebat Nusantara itu menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari teatrikal, tari tradisional, musikalisasi puisi, hingga monolog kritik sosial.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku seni lokal dengan sastrawan, termasuk Dyah Puspito Kencono Dewi yang dikenal aktif di lingkungan Taman Ismail Marzuki (TIM).
Pembukaan acara diawali dengan pertunjukan teatrikal bertajuk “Kartini Bangkit”, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian penampilan seni lainnya hingga puncak acara berupa penghormatan terhadap penyair Chairil Anwar oleh Sanggar Light Dream Anak Indonesia (LDAI).
Secara substansi, kegiatan ini tidak hanya menampilkan aspek hiburan, tetapi juga mengangkat pesan kebudayaan dan kebebasan berekspresi.
Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 mengenai pemajuan kebudayaan nasional, serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam pengembangan budaya.
Selain itu, sejumlah penampilan juga memuat kritik sosial yang disampaikan melalui medium seni.
Hal ini mencerminkan praktik kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Dewan Pembina Rumah Hebat Nusantara, Rissa Curia, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kebudayaan yang berlandaskan kesadaran hukum dan nilai.
“Kebudayaan bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga instrumen peradaban. Generasi muda perlu memahami bahwa ekspresi seni memiliki pijakan konstitusional,” ujarnya dalam keterangan di lokasi acara.
Kegiatan ini turut menghadirkan beragam bentuk ekspresi budaya, termasuk tari Ronggeng Beken yang dinamis serta penampilan dari Sanggar Hanupis Nusantara asuhan Nyana Santoso.
Penampilan tersebut menggabungkan unsur tradisi dengan pendekatan kontemporer yang menggambarkan dinamika sosial masyarakat.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Roro Rizpika, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung kegiatan yang mendorong pemajuan kebudayaan secara inklusif.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi hadir untuk memfasilitasi ruang-ruang kreatif. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari implementasi pemajuan kebudayaan yang partisipatif,” kata Roro.
Ia juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas yang memadai bagi pelaku seni lokal agar dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Menurutnya, ruang ekspresi yang layak akan berkontribusi terhadap lahirnya karya-karya kreatif dari generasi muda.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Ani Rukmini, M.I.Kom., yang menilai kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter bangsa.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi peradaban yang perlu didukung secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat Rumah Hebat Nusantara, Dyah Puspito Kencono Dewi, menilai kegiatan tersebut sebagai upaya merawat nilai-nilai kebudayaan sekaligus menghubungkannya dengan semangat generasi masa kini.
Ia menyebut figur R.A. Kartini dan Chairil Anwar sebagai simbol penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya dalam hal emansipasi dan kebebasan berekspresi.
Acara ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan komunitas, di antaranya Go Wet Waterpark Grand Wisata Tambun Selatan, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Polsek Tambun Selatan, serta Social Bandits Band.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut dinilai mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendorong keberlanjutan kegiatan kebudayaan.
Secara keseluruhan, pergelaran “Tribute Chairil Anwar” tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga forum ekspresi publik yang mengangkat isu kebudayaan, sosial, dan kebebasan berpendapat dalam satu rangkaian kegiatan.**/Ihwan











