Wapang TNI dan Menhan Tinjau Industri Strategis dan Yonif TP di Jawa Barat
Jakarta, 10 Juni 2026 – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau industri strategis dan satuan TNI di Jawa Barat. Kunjungan tersebut...

Jakarta, 10 Juni 2026 – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau industri strategis dan satuan TNI di Jawa Barat.
Kunjungan tersebut menyasar lokasi pabrik mobil nasional di Subang serta Yonif TP 938/Pancasona di Bandung Barat pada Rabu.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa turut mendampingi dalam rangkaian peninjauan tersebut.
Agenda ini bertujuan memperkuat sinergi antara pembangunan industri strategis nasional dan kesiapan pertahanan negara secara berkelanjutan.
Menhan menegaskan pentingnya penguatan industri manufaktur berbasis teknologi dalam mendukung kemandirian bangsa dan daya saing nasional.
Ia menyebut sektor industri strategis memiliki peran vital dalam penguasaan teknologi serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
“Penguatan industri berbasis teknologi menjadi langkah penting untuk mendorong kemandirian bangsa dan memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan industri ini berpotensi membuka sekitar 2.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar kawasan industri.
Langkah tersebut juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah menilai sektor industri strategis mampu menjadi penggerak utama pembangunan.
Dorong Peran Sosial Prajurit
Setelah meninjau pabrik, rombongan melanjutkan kunjungan ke Yonif TP 938/Pancasona di Bandung Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan memberikan arahan langsung kepada prajurit mengenai peran sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mendorong prajurit aktif berkontribusi melalui kegiatan sosial. Salah satunya dengan melaksanakan donor darah secara rutin.
Menurutnya, prajurit harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Peran tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada bangsa.
“Prajurit harus menjadi penggerak kemajuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan wilayah,” tegasnya.
Menhan juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan profesionalisme prajurit. Ia mengingatkan agar setiap personel menjaga integritas.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan kekuatan industri dan pertahanan nasional secara simultan.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah dan TNI dalam menghadapi tantangan global.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Aparat memastikan situasi tetap aman selama kunjungan berlangsung.
Melalui peninjauan ini, pemerintah memperkuat arah kebijakan strategis. Sinergi antara industri dan pertahanan menjadi prioritas nasional.
Langkah ini diharapkan meningkatkan kesiapan TNI sekaligus mempercepat pembangunan industri nasional yang mandiri dan berdaya saing.









