PORPROV Jabar 2026, Bekasi Kerahkan 1.020 RW Sambut Ribuan Atlet
BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengintensifkan persiapan sebagai tuan rumah utama Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026 dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat rukun warga (RW). Sebanyak 1.020 RW...

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengintensifkan persiapan sebagai tuan rumah utama Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026 dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat rukun warga (RW). Sebanyak 1.020 RW di seluruh Kota Bekasi akan digerakkan untuk menyosialisasikan ajang olahraga tersebut sekaligus membangun atmosfer penyambutan bagi ribuan atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta sosialisasi PORPROV tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintah daerah dan panitia penyelenggara. Menurut dia, kesiapan sebagai tuan rumah harus terlihat hingga tingkat kecamatan, kelurahan, rukun tetangga (RT), dan RW.
Instruksi itu disampaikan Tri dalam rapat koordinasi evaluasi dan kesiapan PORPROV XV Jabar 2026 pada Jumat (14/8/2026). Ia menilai kesiapan venue pertandingan harus berjalan beriringan dengan kesiapan masyarakat dalam menyambut peserta dan tamu daerah.
“Jangan sampai kita sudah menyiapkan venue dengan anggaran yang besar, tetapi auranya di masyarakat belum terasa. PORPROV ini harus menjadi milik seluruh masyarakat Kota Bekasi,” kata Tri.
Pemkot Bekasi sebelumnya mengalokasikan dukungan anggaran lebih dari Rp500 miliar untuk rehabilitasi venue dan berbagai kebutuhan penyelenggaraan. Besarnya dukungan tersebut membuat pemerintah daerah perlu memastikan persiapan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Tri meminta momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 dimanfaatkan untuk memperluas promosi PORPROV. Kegiatan perlombaan dan aktivitas masyarakat di lingkungan permukiman diarahkan turut membawa identitas PORPROV XV Jabar melalui spanduk, baliho, atribut, dan materi publikasi.
Camat dan lurah diminta menggerakkan wilayah masing-masing agar masyarakat mengetahui posisi Kota Bekasi sebagai tuan rumah utama. Pemerintah kewilayahan juga diminta menjadikan kegiatan tingkat RT dan RW sebagai ruang sosialisasi.
“Setiap kegiatan di tingkat RT dan RW bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan PORPROV. Kita ingin masyarakat tahu bahwa Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah utama,” ujarnya.
Kebersihan Jalur dan Kesiapan Venue Jadi Perhatian
Persiapan PORPROV tidak hanya diarahkan pada arena pertandingan. Tri juga menyoroti kondisi lingkungan di sekitar venue dan jalur yang akan dilalui atlet serta ofisial.
Kebersihan, kerapian, saluran air, rumput liar, estetika jalan, hingga keamanan diminta menjadi perhatian pemerintah di tingkat kewilayahan. Sejumlah jalur yang mendapat perhatian antara lain akses menuju Bekasi Sports Center, Duren Jaya, BSI Bekasi Timur, Multiguna, kawasan Jatisampurna, serta jalur Narogong menuju Bantargebang.
Pemkot juga meminta pembersihan eceng gondok dan saluran air dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Bekasi Utara, Medansatria, Rawalumbu, dan Bantargebang.
“Venue harus siap, tetapi perjalanan menuju venue juga harus memberikan kesan yang baik. Kebersihan, kerapian, keamanan, dan kenyamanan harus kita pastikan bersama,” kata Tri.
PORPROV XV Jabar 2026 akan mempertandingkan 47 disiplin olahraga dengan total 48 venue. Sebanyak 27 venue berada di Kota Bekasi, sedangkan 21 venue lainnya tersebar di luar wilayah Kota Bekasi.
Ajang tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 8.500 atlet dan ofisial dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober hingga 19 November 2026.
Pertandingan futsal dijadwalkan menjadi salah satu agenda pembuka pada 28 Oktober. Selanjutnya, upacara pembukaan berlangsung pada 7 November dan upacara penutupan pada 19 November.
Command Center PORPROV akan dipusatkan di Gate 6 Stadion Patriot Candrabhaga. Pemkot Bekasi juga menyiapkan manajemen parkir dan pengamanan di sekitar venue untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta gangguan keamanan.
Pemerintah kewilayahan diminta memastikan titik parkir resmi tersedia dan melakukan pengaturan lalu lintas pada lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan selama pertandingan berlangsung.
Untuk memperluas jangkauan sosialisasi, sebanyak 1.020 RW se-Kota Bekasi akan dilibatkan dalam gerakan promosi. Distribusi atribut, selendang, dan suvenir PORPROV menjadi bagian dari strategi membangun atmosfer sebagai tuan rumah.
Maskot resmi PORPROV XV Jabar 2026, WALKER atau Walet Keren, juga akan digunakan dalam kampanye tersebut. Maskot yang merepresentasikan fauna khas Kota Bekasi itu mengusung filosofi Panca Waluya, yakni cageur, bageur, pinter, bener, dan singer.
Promosi digital juga diperkuat. Panitia Besar PORPROV melaporkan publikasi melalui Instagram telah menjangkau lebih dari 741 ribu akun, sedangkan TikTok mencatat lebih dari 233 ribu tayangan.
Publikasi melalui media cetak dan media daring disebut telah menghasilkan sekitar 247 artikel pemberitaan dengan sentimen mayoritas positif. Selain promosi digital, panitia menyiapkan kegiatan langsung melalui roadshow dari pusat perbelanjaan ke pusat perbelanjaan, Goes to School, sosialisasi di arena Car Free Day, serta pemanfaatan videotron di ruang publik dan jalan protokol.
Tri meminta videotron milik pemerintah maupun swasta, khususnya di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, turut menayangkan materi promosi PORPROV secara rutin.
“Semua media yang kita punya harus bergerak. Videotron, media sosial, spanduk, sampai kegiatan masyarakat harus menjadi bagian dari promosi PORPROV,” ujarnya.
Pemkot Bekasi juga mendorong penyelenggaraan PORPROV memberikan dampak ekonomi melalui konsep sportconomy. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan pengunjung diharapkan meningkatkan aktivitas hotel, pusat perbelanjaan, tempat usaha, serta pusat keramaian lainnya.
Pelaku usaha di berbagai lokasi juga akan didorong memasang atribut PORPROV sebagai bentuk penyambutan sekaligus memperkuat eksposur kegiatan.
Bagi Tri, kesempatan menjadi tuan rumah utama merupakan momentum untuk memperkuat citra Kota Bekasi di tingkat Jawa Barat. Namun, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, melainkan juga dari keterlibatan masyarakat dan manfaat yang dirasakan daerah.
“Kesempatan menjadi tuan rumah seperti ini tidak datang setiap tahun. Ini momentum besar bagi Kota Bekasi. Maka seluruh perangkat daerah, camat, lurah, sampai RT dan RW harus mengambil bagian,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Panitia Besar PORPROV bersama Dinas Pemuda dan Olahraga akan mendistribusikan materi promosi berupa desain spanduk, stiker, dan video kepada perangkat daerah, kecamatan, serta kelurahan.
Pemerintah kewilayahan juga diminta mengoptimalkan media publik, termasuk televisi dan videotron di kantor-kantor pemerintahan, serta menggelar kerja bakti di sepanjang jalur utama menuju venue.
Dengan rangkaian persiapan tersebut, Pemkot Bekasi menargetkan PORPROV XV Jabar 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi, memperkuat citra daerah, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.









