Sabtu, 17 Okt 2026
Beranda » BERITA » Asap Masih Mengepul, Satgas Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Gambut

Asap Masih Mengepul, Satgas Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Gambut

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANJAR – Asap yang masih muncul dari sejumlah titik lahan gambut membuat Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor memperkuat pembasahan dan pendinginan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat, 25 September 2026.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada bagian lahan yang masih terlihat mengeluarkan asap, tetapi juga menyasar lapisan gambut yang diduga masih menyimpan panas di bawah permukaan.

Personel menyisir area terdampak untuk menemukan titik yang masih menunjukkan indikasi panas maupun asap.

Air kemudian diarahkan ke permukaan sekaligus digunakan untuk membasahi lapisan gambut yang berpotensi menyimpan bara.

Langkah tersebut dilakukan karena padamnya api di permukaan belum otomatis menunjukkan bahwa sumber panas di lahan gambut telah sepenuhnya hilang.

Kondisi ini membuat proses pendinginan menjadi bagian penting setelah pemadaman untuk menekan kemungkinan bara kembali aktif.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan penanganan dilakukan secara intensif dengan menyisir lokasi yang masih menunjukkan tanda-tanda panas dan asap.

Bara Gambut Bisa Bertahan di Bawah Permukaan

Karakter lahan gambut membuat penanganan kebakaran memiliki tantangan berbeda dibandingkan kebakaran pada permukaan tanah biasa.

Ketika lapisan gambut mengering, sumber panas dapat berada di bawah permukaan dan tidak selalu terlihat sebagai kobaran api.

Karena itu, pembasahan dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu menurunkan temperatur pada lapisan yang berpotensi masih menyimpan bara.

Satgas juga menggunakan metode undercooling atau suntik gambut melalui pipa.

Teknik tersebut dilakukan dengan memasukkan air ke lapisan gambut sehingga proses pendinginan dapat menjangkau sumber panas yang tidak terlihat secara langsung dari permukaan.

Pendekatan itu sekaligus menjelaskan mengapa penanganan karhutla di lahan gambut tidak berhenti ketika kobaran api sudah tidak terlihat.

Petugas masih harus memastikan bagian lahan yang menunjukkan indikasi panas mendapatkan pembasahan dan pemantauan lanjutan.

Asap yang kembali muncul menjadi salah satu indikasi yang perlu diperhatikan di lapangan, meskipun penyebab spesifik setiap titik tetap membutuhkan pemeriksaan langsung oleh petugas.

Pilihan Editor :  Polda Jabar Ukir Prestasi dalam Hari Bhayangkara ke-79, Juara 3 BUJB Teladan Skala Mikro

Selain pembasahan, penyisiran dan pemantauan dilakukan untuk menemukan lokasi yang masih berpotensi menimbulkan bara.

Dengan pola tersebut, penanganan diarahkan bukan hanya untuk menghilangkan api yang terlihat, tetapi juga mengurangi risiko munculnya kembali titik api.

Kawasan Sekitar Bandara Menjadi Perhatian

Penanganan di Jalan Gubernur Syarkawi memiliki kepentingan lebih luas karena kawasan tersebut termasuk wilayah yang menjadi perhatian dalam kesiapsiagaan karhutla di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebelumnya menempatkan kawasan Jalan Gubernur Syarkawi sebagai salah satu lokasi pos lapangan karhutla di ring satu bandara.

BPBD Kalsel pada Juli 2026 menyebut terdapat lima pos lapangan yang difokuskan di kawasan ring satu bandara, termasuk Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, Jalan Gubernur Syarkawi, dan Alalak di Barito Kuala.

Artinya, pengendalian kebakaran di kawasan tersebut tidak semata berkaitan dengan kondisi lahan, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat respons terhadap ancaman karhutla di kawasan strategis sekitar bandara.

Kondisi ini menjadi relevan karena asap karhutla dapat berdampak terhadap lingkungan sekitar dan aktivitas masyarakat.

Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, tidak ada data yang menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan Bandara Internasional Syamsudin Noor terganggu akibat penanganan pada 25 September tersebut.

Karena itu, dampak terhadap penerbangan tidak dapat disimpulkan hanya dari adanya asap di lokasi karhutla.

Risiko Karhutla Masih Menjadi Perhatian Kalsel

Penanganan di Jalan Gubernur Syarkawi berlangsung ketika Kalimantan Selatan berada pada periode yang sebelumnya diproyeksikan memiliki risiko karhutla tinggi.

BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan pada Juli 2026 menyampaikan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi periode tersebut melalui pengerahan personel, sarana pemadaman, patroli, serta koordinasi lintas sektor.

Pilihan Editor :  Lanud Husein Sastranegara Tebar Ribuan Benih Ikan Nila

Dalam rencana kesiapsiagaan yang dipaparkan pemerintah daerah, sumber daya yang disiapkan mencakup ribuan personel pendukung, kendaraan operasional, kendaraan tangki, unit patroli, dan mesin pompa air.

Konteks tersebut menunjukkan bahwa penanganan di Jalan Gubernur Syarkawi merupakan bagian dari upaya pengendalian karhutla yang membutuhkan respons lapangan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, pada 22 September 2026, data yang disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan karhutla Kalsel mencatat luas lahan terbakar sekitar 160,55 hektare, dengan 111,45 hektare telah dipadamkan dan sekitar 49,10 hektare masih dalam penanganan.

Data tersebut merupakan kondisi hingga 22 September 2026 sehingga tidak dapat digunakan untuk menggambarkan luas kebakaran terbaru setelah tanggal tersebut.

Bagi masyarakat, perkembangan di lapangan penting dipantau karena keberadaan asap tidak selalu berarti api terbuka sedang membesar.

Pada lahan gambut, sumber panas yang berada di bawah permukaan tetap dapat menjadi perhatian meskipun kobaran api tidak terlihat.

Karena itu, keberlanjutan pembasahan, pemantauan titik panas, dan penyisiran lokasi menjadi bagian penting untuk memastikan bara tidak kembali berkembang.

Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor menyatakan pengerahan personel dan sarana pendukung terus dioptimalkan bersama unsur terkait.

Fokus penanganan diarahkan pada pembasahan berkelanjutan dan pendinginan area yang masih menunjukkan indikasi panas maupun asap.

Langkah tersebut ditujukan untuk menekan kemungkinan bara kembali menyala dan mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Dengan kondisi tersebut, indikator keberhasilan penanganan tidak hanya terlihat dari hilangnya api di permukaan, tetapi juga dari kemampuan petugas memastikan sumber panas di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.

FAQ Satgas Lanud Sjamsudin Noor dan Karhutla Gambut

Mengapa Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor memperkuat pembasahan lahan gambut?
Di mana penanganan lahan gambut dilakukan?

Penanganan dilakukan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Jumat, 25 September 2026.

Apa metode yang digunakan untuk mendinginkan lahan gambut?

Selain pembasahan dari permukaan, Satgas menggunakan metode undercooling atau suntik gambut melalui pipa untuk membantu memasukkan air ke lapisan gambut yang berpotensi masih menyimpan sumber panas.

Mengapa lahan gambut perlu didinginkan hingga bagian bawah permukaan?

Pada lahan gambut, sumber panas dapat tetap berada di bawah permukaan meskipun api terbuka telah padam. Karena itu, pembasahan dan pendinginan dilakukan untuk menjangkau lapisan yang berpotensi masih menyimpan bara.

Apa yang dilakukan personel Satgas setelah pembasahan?

Personel terus menyisir area yang menunjukkan tanda-tanda panas atau asap serta melakukan pemantauan terhadap titik yang berpotensi menyimpan bara agar dapat segera ditangani.

Siapa yang menyampaikan informasi mengenai penanganan tersebut?

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara intensif dengan menyisir area yang masih menunjukkan tanda-tanda panas dan asap.

Apakah penanganan hanya dilakukan dengan penyiraman dari permukaan?

Tidak. Berdasarkan informasi yang tersedia, air juga dimasukkan ke lapisan gambut menggunakan metode undercooling atau suntik gambut melalui pipa untuk membantu menjangkau sumber panas yang tidak terlihat dari permukaan.

Apa tujuan pemantauan setelah proses pendinginan?

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui apakah masih terdapat indikasi panas atau asap dan membantu mencegah bara kembali menyala serta memicu munculnya titik api.

Apakah penanganan berkaitan dengan kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor?

Ya. Satgas menyebut pengerahan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI AU bersama unsur gabungan untuk menangani ancaman karhutla dan menjaga wilayah sekitar Lanud Sjamsudin Noor serta Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Bakti TNI AD di Mentawai Fokus Bangun RTLH, Jembatan hingga Musholla

    Bakti TNI AD di Mentawai Fokus Bangun RTLH, Jembatan hingga Musholla

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    MENTAWAI – Satuan Tugas Bakti TNI AD menggelar kegiatan bakti skala besar di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (20/5/2026), dengan menyasar pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), jembatan penghubung antarwilayah, hingga sarana ibadah di daerah terpencil. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Brigjen TNI Farouk bersama jajaran perwira TNI AD sebagai bagian dari program “Bakti TNI […]

  • Pangkoarmada RI Buka Kegiatan KKRI di Belawan

    Pangkoarmada RI Buka Kegiatan KKRI di Belawan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Belawan — Semangat nasionalisme menggema di Dermaga 104 Pelindo Belawan, Sumatera Utara, Sabtu (15/11/2025). Ribuan pelajar berseragam rapi berkumpul dengan wajah penuh antusias saat Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M. resmi membuka kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) yang digelar Komando Daerah Angkatan Laut […]

  • Dandim Mimika Pastikan TMMD 2026 Tepat Sasaran di Kampung Keakwa

    Dandim Mimika Pastikan TMMD 2026 Tepat Sasaran di Kampung Keakwa

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika, 7 April 2026 – Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda turun langsung meninjau rencana lokasi sasaran TMMD ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah. Ia memimpin peninjauan untuk memastikan program pembangunan benar-benar menyasar kebutuhan riil masyarakat serta berjalan efektif sejak tahap perencanaan awal. Dandim datang bersama Pasiter Kodim, Danramil 1710-07/Mapurujaya, dan […]

  • OTT KPK Ungkap Suap Proyek Kab Bekasi, Bupati Terima Aliran Dana Rp14,2 Miliar

    OTT KPK Ungkap Suap Proyek Kab Bekasi, Bupati Terima Aliran Dana Rp14,2 Miliar

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 18 Desember 2025. Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang menyoroti indikasi transaksi proyek bermasalah. Setelah menerima laporan tersebut, tim KPK segera melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi. Selanjutnya, penyidik bergerak cepat […]

  • Satgas Karhutla TNI Memediasi Warga dan PT. RKA di Melawi

    Satgas Karhutla TNI Memediasi Warga dan PT. RKA di Melawi

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Melawi – Satgas Karhutla Mabes TNI Wilayah Melawi memediasi masyarakat dan PT. Rafi Kamajaya Abadi terkait dampak kebakaran hutan dan lahan. Mediasi tersebut berlangsung di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026), dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Satgas Karhutla Mabes TNI Wilayah Melawi memimpin proses tersebut di bawah pimpinan Brigjen TNI Luqman Arief. Pertemuan mempertemukan Pemerintah […]

  • Sambut HUT ke-39, PPAL Semarakkan Kebersamaan Lewat Olahraga di Museum TNI AL Surabaya

    Sambut HUT ke-39, PPAL Semarakkan Kebersamaan Lewat Olahraga di Museum TNI AL Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Surabaya – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai halaman Museum TNI AL Surabaya pada Sabtu (16/8/2025). Ratusan purnawirawan Angkatan Laut dari berbagai rayon berkumpul untuk mengikuti olahraga bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-39 Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL). Dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPAL, Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, S.E., M.M., kegiatan ini diikuti […]

expand_less