Breaking News
light_mode
Trending
Beranda » POLITIK » Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Desak Pemetaan Sekolah Rusak Segera Dibuka

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Desak Pemetaan Sekolah Rusak Segera Dibuka

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi menyoroti kondisi sejumlah sekolah yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan dan keselamatan bagi siswa. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, S.H., M.M., menyebut masih terdapat bangunan sekolah yang membutuhkan penanganan serius, sementara data pemetaan kerusakan sekolah yang telah diminta sejak tahun lalu hingga kini belum diterima komisinya.

Adelia mengatakan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bekasi belum sepenuhnya merata. Hasil peninjauan di sejumlah sekolah menunjukkan adanya perbedaan kondisi bangunan, mulai dari fasilitas yang relatif baik hingga gedung yang memerlukan perhatian dan perbaikan.

“Kalau dibilang layak, ada beberapa yang sudah layak, ada beberapa yang belum. Ada sekolah yang ruang kelasnya bagus, tapi ada juga yang kondisinya jauh dari kata layak,” kata Adelia, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah perlu melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sekolah secara menyeluruh dan berkala. Pemeriksaan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan laporan ketika kerusakan telah terjadi atau menjadi perhatian publik.

Adelia menilai Dinas Pendidikan Kota Bekasi perlu memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Pemeriksaan juga harus mencakup komponen bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Perhatian tersebut mengemuka setelah sejumlah kerusakan bangunan sekolah terjadi. Salah satunya atap sekolah di Bojong Menteng 3 yang jebol ketika siswa tengah melakukan kerja bakti.

Kerusakan itu tidak sampai menimbulkan korban karena bagian atap yang runtuh tidak mengenai siswa. Namun, Adelia menilai kejadian tersebut semestinya menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan.

“Jangan sampai kita baru sadar setelah ada bencana. Kita ini harus mencegah dulu. Jangan menunggu sampai ada korban baru kemudian semua bergerak,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Pemilihan Ketua RT 010 Kirana Cibitung Digelar Layaknya TPS, Warga Antusias Mencoblos

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Bojong Menteng 5. Atap sekolah mengalami kerusakan akibat angin sehingga pihak sekolah harus melaporkan kondisi tersebut untuk mendapatkan penanganan.

Adelia menegaskan, pemeriksaan terhadap bangunan sekolah tidak boleh hanya berfokus pada kerusakan yang terlihat. Kondisi atap, kebocoran, instalasi listrik, serta struktur bangunan harus diperiksa karena seluruh komponen tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga sekolah.

“Standarisasi atap saja dulu. Ada yang bocor, ada yang kondisinya mengkhawatirkan. Kita belum bicara yang detail seperti mebel atau persoalan lainnya. Bangunannya sendiri harus dipastikan aman,” katanya.

Data Kerusakan Sekolah Belum Diterima Komisi IV

Persoalan lain yang menjadi sorotan Adelia adalah koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani kerusakan sekolah. Ia menjelaskan, tidak seluruh jenis kerusakan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan. Kerusakan tertentu harus ditangani perangkat daerah yang memiliki kewenangan di bidang pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Menurut Adelia, pembagian kewenangan tersebut tidak boleh menjadi alasan terhambatnya penanganan. Pemerintah daerah perlu membangun mekanisme koordinasi yang jelas agar setiap kerusakan dapat segera dipetakan, ditentukan penanggung jawabnya, dan ditindaklanjuti berdasarkan tingkat urgensinya.

“Tidak bisa juga kita menyalahkan Dinas Pendidikan seratus persen atau Perkimtan seratus persen. Karena Perkimtan juga punya banyak pekerjaan. Yang harus diperbaiki adalah komunikasi antar-OPD,” tuturnya.

Komisi IV DPRD Kota Bekasi, kata Adelia, sebelumnya telah meminta Dinas Pendidikan bersurat kepada Perkimtan untuk memperoleh data sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi sekolah secara lebih menyeluruh sekaligus menjadi dasar penyusunan skala prioritas perbaikan.

Namun, permintaan tersebut disebut belum mendapatkan hasil yang diharapkan.

“Dari tahun kemarin kita sudah minta list sekolah yang rusak ringan, sedang dan berat. Sampai sekarang saya belum mendapatkan list itu,” ungkap Adelia.

Pilihan Editor :  Disdukcapil Kota Bekasi Tetap Buka Layanan Adminduk Saat Libur Lebaran 2026

Menurutnya, pendataan kondisi sekolah tidak dapat dilakukan hanya sekali karena kondisi bangunan dapat berubah seiring waktu. Faktor usia bangunan, cuaca ekstrem, angin, kebocoran, banjir, hingga kerusakan struktural dapat meningkatkan tingkat risiko apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Adelia mendorong pemerintah daerah memiliki basis data kerusakan sekolah yang diperbarui secara berkala. Data tersebut, menurut dia, penting agar pemerintah dapat menentukan sekolah mana yang membutuhkan penanganan segera dan mana yang dapat masuk dalam rencana perbaikan bertahap.

Ia juga meminta Pemkot Bekasi tidak menunggu laporan masyarakat maupun pemberitaan media untuk mengetahui adanya kerusakan fasilitas pendidikan.

“Harapan saya ini menjadi concern Pemerintah Kota Bekasi. Karena yang ada di dalam sekolah itu anak-anak. Mereka masih usia enam atau tujuh tahun dan belum tentu memahami bahaya ketika ada bangunan yang rusak,” katanya.

Selain perbaikan koordinasi antar-OPD, Adelia mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut dia, keterbatasan anggaran pemerintah dapat diimbangi dengan pengelolaan CSR yang lebih terarah. Kontribusi perusahaan di Kota Bekasi dinilai dapat diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, tanpa mengurangi tanggung jawab pemerintah dalam memastikan fasilitas sekolah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan.

“Kita ini mau menuju Indonesia Generasi Emas. Kalau sekolahnya saja tidak mumpuni dan tidak layak, bagaimana kita mau menghasilkan Generasi Emas?” ujarnya.

Adelia menegaskan, pemenuhan sarana pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan siswa dan tenaga pendidik menjalankan aktivitas belajar-mengajar dalam lingkungan yang aman.

Ia berharap pemerintah mengambil langkah preventif dengan melakukan pemeriksaan dan pemetaan sebelum kerusakan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Pilihan Editor :  Fadhil Rizki, Pelajar Bekasi yang Ukir Prestasi Jiu-Jitsu di Kamboja

“Jangan sampai menunggu kejadian dulu baru kita aware. Di mana-mana kan pencegahan harus dilakukan lebih dulu,” pungkasnya.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Tags
Avatar photo

Penulis

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Berita Untuk Anda

  • IKKT Pragati Wira Anggini Terus Perkuat Dukungan bagi TNI dan Keluarga Prajurit

    IKKT Pragati Wira Anggini Terus Perkuat Dukungan bagi TNI dan Keluarga Prajurit

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Juli 2025 – Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 melalui acara puncak di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto selaku Pembina Utama, didampingi Ketua Umum IKKT Ny. Evi Agus Subiyanto. Mengusung tema […]

  • Panglima TNI Meriahkan Pesta Rakyat dan Karnaval Bersatu HUT RI ke-80 di Monas

    Panglima TNI Meriahkan Pesta Rakyat dan Karnaval Bersatu HUT RI ke-80 di Monas

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Semarak kemerdekaan menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (17/8/2025). Ribuan warga dari berbagai penjuru Ibu Kota berjubel di sepanjang jalan untuk menyaksikan langsung Pesta Rakyat & Karnaval Bersatu yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut hadir di tengah-tengah masyarakat, menambah […]

  • Polri Siapkan Strategi Pengamanan Pilkada Serentak 2024 untuk Ciptakan Situasi Aman

    Polri Siapkan Strategi Pengamanan Pilkada Serentak 2024 untuk Ciptakan Situasi Aman

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Gensa Media
    • 0Komentar

    Pilkada menjadi tonggak penting dalam agenda demokrasi indonesia dimana masyarakat secara langsung memilih pemimpin untuk daerah mereka

  • Komeng Minta Pelaksanaan MBG Dievaluasi, Bukan Programnya yang Dihentikan

    Komeng Minta Pelaksanaan MBG Dievaluasi, Bukan Programnya yang Dihentikan

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPD RI Alfiansyah Bustami alias Komeng menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap layak dilanjutkan. Menurut dia, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan program, melainkan harus menjadi bahan evaluasi terhadap pihak yang menjalankannya di lapangan. Komeng menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui di kompleks DPR, Jakarta, […]

  • Danlanal dan Warga Sujud Bersama Menunaikan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah

    Danlanal dan Warga Sujud Bersama Menunaikan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Dumai – 6 Juni 2025, Mentari pagi baru saja merekah di Kota Dumai, tapi gema takbir sudah lebih dulu menggema dari Lapangan Apel Mako Lanal Dumai. Di sana, ratusan warga berkumpul bersama Keluarga Besar Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai, menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah dengan penuh khusyuk. Tak hanya prajurit, tampak pula […]

  • Briptu Sherlyta Putri Rabbania Terima Penghargaan atas Keberanian Amankan Unjuk Rasa

    Briptu Sherlyta Putri Rabbania Terima Penghargaan atas Keberanian Amankan Unjuk Rasa

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung – Anggota Ditsamapta Polda Jawa Barat, Briptu Sherlyta Putri Rabbania, menerima penghargaan atas dedikasi dan keberaniannya dalam menjalankan tugas pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Jabar. Penghargaan berupa kenaikan pangkat tersebut diberikan berdasarkan Surat Telegram Kapolri ST/1192/IX/KEP./2025 sebagai bentuk apresiasi negara terhadap pengabdian dan profesionalisme anggota Polri. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda […]

expand_less