Minggu, 8 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Politik » Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Desak Pemetaan Sekolah Rusak Segera Dibuka

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Desak Pemetaan Sekolah Rusak Segera Dibuka

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Komisi IV DPRD Kota Bekasi menyoroti kondisi sejumlah sekolah yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan dan keselamatan bagi siswa. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, S.H., M.M., menyebut masih terdapat bangunan sekolah yang membutuhkan penanganan serius, sementara data pemetaan kerusakan sekolah yang telah diminta sejak tahun lalu hingga kini belum diterima komisinya.

Adelia mengatakan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bekasi belum sepenuhnya merata. Hasil peninjauan di sejumlah sekolah menunjukkan adanya perbedaan kondisi bangunan, mulai dari fasilitas yang relatif baik hingga gedung yang memerlukan perhatian dan perbaikan.

“Kalau dibilang layak, ada beberapa yang sudah layak, ada beberapa yang belum. Ada sekolah yang ruang kelasnya bagus, tapi ada juga yang kondisinya jauh dari kata layak,” kata Adelia, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah perlu melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sekolah secara menyeluruh dan berkala. Pemeriksaan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan laporan ketika kerusakan telah terjadi atau menjadi perhatian publik.

Adelia menilai Dinas Pendidikan Kota Bekasi perlu memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Pemeriksaan juga harus mencakup komponen bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Perhatian tersebut mengemuka setelah sejumlah kerusakan bangunan sekolah terjadi. Salah satunya atap sekolah di Bojong Menteng 3 yang jebol ketika siswa tengah melakukan kerja bakti.

Kerusakan itu tidak sampai menimbulkan korban karena bagian atap yang runtuh tidak mengenai siswa. Namun, Adelia menilai kejadian tersebut semestinya menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan.

“Jangan sampai kita baru sadar setelah ada bencana. Kita ini harus mencegah dulu. Jangan menunggu sampai ada korban baru kemudian semua bergerak,” ujarnya.

Baca juga :  Pemilu 2029 Jangan Sekadar Ramah di Spanduk, Harris Soroti Hak Politik Disabilitas

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Bojong Menteng 5. Atap sekolah mengalami kerusakan akibat angin sehingga pihak sekolah harus melaporkan kondisi tersebut untuk mendapatkan penanganan.

Adelia menegaskan, pemeriksaan terhadap bangunan sekolah tidak boleh hanya berfokus pada kerusakan yang terlihat. Kondisi atap, kebocoran, instalasi listrik, serta struktur bangunan harus diperiksa karena seluruh komponen tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga sekolah.

“Standarisasi atap saja dulu. Ada yang bocor, ada yang kondisinya mengkhawatirkan. Kita belum bicara yang detail seperti mebel atau persoalan lainnya. Bangunannya sendiri harus dipastikan aman,” katanya.

Data Kerusakan Sekolah Belum Diterima Komisi IV

Persoalan lain yang menjadi sorotan Adelia adalah koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani kerusakan sekolah. Ia menjelaskan, tidak seluruh jenis kerusakan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan. Kerusakan tertentu harus ditangani perangkat daerah yang memiliki kewenangan di bidang pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Menurut Adelia, pembagian kewenangan tersebut tidak boleh menjadi alasan terhambatnya penanganan. Pemerintah daerah perlu membangun mekanisme koordinasi yang jelas agar setiap kerusakan dapat segera dipetakan, ditentukan penanggung jawabnya, dan ditindaklanjuti berdasarkan tingkat urgensinya.

“Tidak bisa juga kita menyalahkan Dinas Pendidikan seratus persen atau Perkimtan seratus persen. Karena Perkimtan juga punya banyak pekerjaan. Yang harus diperbaiki adalah komunikasi antar-OPD,” tuturnya.

Komisi IV DPRD Kota Bekasi, kata Adelia, sebelumnya telah meminta Dinas Pendidikan bersurat kepada Perkimtan untuk memperoleh data sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi sekolah secara lebih menyeluruh sekaligus menjadi dasar penyusunan skala prioritas perbaikan.

Namun, permintaan tersebut disebut belum mendapatkan hasil yang diharapkan.

“Dari tahun kemarin kita sudah minta list sekolah yang rusak ringan, sedang dan berat. Sampai sekarang saya belum mendapatkan list itu,” ungkap Adelia.

Baca juga :  774 Rumah di Bekasi Ditargetkan Dapat BSPS, Sudjatmiko Janji Kawal Program

Menurutnya, pendataan kondisi sekolah tidak dapat dilakukan hanya sekali karena kondisi bangunan dapat berubah seiring waktu. Faktor usia bangunan, cuaca ekstrem, angin, kebocoran, banjir, hingga kerusakan struktural dapat meningkatkan tingkat risiko apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Adelia mendorong pemerintah daerah memiliki basis data kerusakan sekolah yang diperbarui secara berkala. Data tersebut, menurut dia, penting agar pemerintah dapat menentukan sekolah mana yang membutuhkan penanganan segera dan mana yang dapat masuk dalam rencana perbaikan bertahap.

Ia juga meminta Pemkot Bekasi tidak menunggu laporan masyarakat maupun pemberitaan media untuk mengetahui adanya kerusakan fasilitas pendidikan.

“Harapan saya ini menjadi concern Pemerintah Kota Bekasi. Karena yang ada di dalam sekolah itu anak-anak. Mereka masih usia enam atau tujuh tahun dan belum tentu memahami bahaya ketika ada bangunan yang rusak,” katanya.

Selain perbaikan koordinasi antar-OPD, Adelia mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut dia, keterbatasan anggaran pemerintah dapat diimbangi dengan pengelolaan CSR yang lebih terarah. Kontribusi perusahaan di Kota Bekasi dinilai dapat diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, tanpa mengurangi tanggung jawab pemerintah dalam memastikan fasilitas sekolah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan.

“Kita ini mau menuju Indonesia Generasi Emas. Kalau sekolahnya saja tidak mumpuni dan tidak layak, bagaimana kita mau menghasilkan Generasi Emas?” ujarnya.

Adelia menegaskan, pemenuhan sarana pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan siswa dan tenaga pendidik menjalankan aktivitas belajar-mengajar dalam lingkungan yang aman.

Ia berharap pemerintah mengambil langkah preventif dengan melakukan pemeriksaan dan pemetaan sebelum kerusakan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Baca juga :  Anies Baswedan Berjanji Bentuk Tim Khusus Tata Niaga Pangan

“Jangan sampai menunggu kejadian dulu baru kita aware. Di mana-mana kan pencegahan harus dilakukan lebih dulu,” pungkasnya.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Puncak Kemeriahan Pasmar 3, Enam Prajurit Raih Motor di Grand Prize Doorprize

    Puncak Kemeriahan Pasmar 3, Enam Prajurit Raih Motor di Grand Prize Doorprize

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sorong – Suasana riuh penuh antusias mewarnai puncak acara Olahraga Bersama dan Tasyakuran Validasi Organisasi Pasmar 3, Senin (22/9/2025). Seluruh mata tertuju ke panggung saat Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M., didampingi Ketua Korcab Jalasenastri 3 Ny. Julita Andi Rahmat, mengundi hadiah utama berupa enam unit sepeda motor di Lobby Barat Mako […]

  • Wakapolres Jakut Tinjau SPPG Polri 1, Tekankan Standar Kebersihan dan Ketepatan Distribusi

    Wakapolres Jakut Tinjau SPPG Polri 1, Tekankan Standar Kebersihan dan Ketepatan Distribusi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 1 April 2026 – Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Rohman Yonky Dilatha mengecek operasional SPPG Polri 1 di Pegangsaan Dua untuk memastikan kualitas layanan dan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar. Kegiatan berlangsung pukul 10.15 WIB di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan fokus pada kesiapan operasional dan kebersihan fasilitas. Wakapolres memimpin […]

  • Cara Efektif Memimpin Dari Hati – Singkirkan Kekerasan

    Cara Efektif Memimpin Dari Hati – Singkirkan Kekerasan

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

     Gensa – Cara Efektif Memimpin dari Hati. Panggilan untuk semua pemimpin: Singkirkan kekerasan. Ada penghinaan yang berkembang terhadap para pemimpin yang menunjukkan kekejaman. “Tamparan terdengar di seluruh dunia” Will Smith di Academy Awards ke-94  sangat keras.  Gensa Club – Cara Efektif Memimpin Dari Hati – Singkirkan Kekerasan Obsesi nasional terhadap kejatuhan Elizabeth Holmes , menurut pendapat […]

  • AI Beyond the Hype: How Artificial Intelligence is Reshaping Our Future

    AI Beyond the Hype: How Artificial Intelligence is Reshaping Our Future

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Gensa Media Indonesia
    • 0Komentar

    Foto oleh cottonbro studio Artificial Intelligence has become a buzzword in recent years, but its impact goes beyond the hype. AI is transforming industries, businesses, and our daily lives. In this blog, we will explore how AI is changing the world and what the future holds for this exciting technology. Understanding AI: Definition and Types […]

  • Komandan dan Prajurit Lanal Bengkulu Semarakkan HUT ke-80 TNI dengan Upacara Khidmat

    Komandan dan Prajurit Lanal Bengkulu Semarakkan HUT ke-80 TNI dengan Upacara Khidmat

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkulu – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) terasa begitu kental di Bengkulu, Minggu (5/10/2025). Komandan Lanal Bengkulu Letkol Laut (P) Nurwahidin, S.H., M.Tr.Opsla., didampingi Ketua Cabang 4 Daerah Kodaeral II GJKRI Ny. Nurcahyani Nurwahidin, bersama seluruh prajurit Lanal Bengkulu, mengikuti upacara yang digelar di Halaman Balai Raya Semarak, Jalan […]

  • Banjir Longsor Koto XI Tarusan Menelan Korban Jiwa

    Banjir Longsor Koto XI Tarusan Menelan Korban Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Untuk di Nagari Langgai, korban yang ditemukan masih dua orang dan belum ada penambahan. Saat ini masih dalam pencarian

expand_less