Senin, 12 Okt 2026
Beranda » BERITA » KRI WSH-991 Evakuasi 11 Warga Papua Nugini di Samudra Pasifik

KRI WSH-991 Evakuasi 11 Warga Papua Nugini di Samudra Pasifik

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) mengevakuasi 11 warga Papua Nugini yang mengalami keadaan darurat setelah perahu mereka hanyut di Samudra Pasifik.

KRI WSH-991 menemukan mereka saat menjalankan misi Satgas Terpadu Port Visit 2026 menuju Vanuatu, Minggu (27/9/2026).

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 00.30 hingga 02.30 waktu setempat ketika kapal berlayar melaksanakan tugasnya di kawasan Pasifik Selatan.

Situasi berubah ketika Pengawas Anjungan mendeteksi sinyal lampu senter dari arah haluan kapal.

Temuan itu mendorong awak KRI WSH-991 segera mengambil tindakan untuk memastikan kondisi warga yang membutuhkan pertolongan.

Komandan KRI WSH-991 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto kemudian memerintahkan tim terkait bergerak menuju lokasi.

Tim Kesehatan, Tim Pengamanan, Tim Buritan, dan Tim Penerangan menjalankan tugas masing-masing dalam proses pertolongan dan evakuasi.

Sebanyak 11 warga PNG akhirnya berhasil dievakuasi dari perahu yang mengalami hanyut di perairan Samudra Pasifik.

Tim KRI Berikan Pertolongan hingga Korban Pulih

Dari 11 warga tersebut, delapan orang merupakan laki-laki, satu perempuan, dan dua anak-anak.

Setelah berada di atas KRI WSH-991, Tim Kesehatan segera memeriksa kondisi seluruh warga untuk memastikan keadaan mereka.

Selain pemeriksaan kesehatan, awak kapal memberikan makanan dan air guna membantu memulihkan kondisi mereka.

Para warga juga mendapatkan pakaian, selimut, serta tempat beristirahat selama berada di kapal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pertolongan awak KRI terhadap warga yang menghadapi keadaan darurat setelah perahu mereka hanyut.

Setelah memastikan seluruh warga berada dalam kondisi aman, KRI WSH-991 menjalankan tahapan pemulangan.

Kapal membawa kembali 11 warga PNG menuju perairan Kampung Buka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Penyerahan tersebut menandai berakhirnya proses evakuasi dan pertolongan yang dilakukan awak KRI WSH-991.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Tinjau Latihan Anjing Pelacak: Perkuat Daya Gempur dan Kemanusiaan

Aksi kemanusiaan itu berlangsung ketika KRI WSH-991 menjalankan misi Satgas Terpadu Port Visit 2026 menuju Vanuatu.

Dengan demikian, tugas pelayaran tidak hanya berfokus pada misi utama, tetapi juga kesiapsiagaan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang menghadapi keadaan darurat.

Respons cepat awak kapal menjadi bagian dari pelaksanaan tugas TNI di wilayah perairan Pasifik Selatan.

Selain aspek kemanusiaan, kegiatan tersebut juga membawa dimensi diplomasi militer dalam hubungan Indonesia dengan negara-negara kawasan.

TNI menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari komitmen memperkuat kerja sama dan kepercayaan di kawasan Pasifik Selatan.

Melalui pertolongan terhadap 11 warga PNG, KRI WSH-991 menunjukkan peran kemanusiaan dalam pelaksanaan misi pelayaran di kawasan tersebut.

FAQ: Seputar Misi Evakuasi KRI WSH-991 di Samudra Pasifik

P: Peristiwa apa yang melatarbelakangi operasi penyelamatan oleh KRI Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991)?
J: KRI WSH-991 melakukan penanganan darurat dan evakuasi medis terhadap 11 warga negara Papua Nugini yang terombang-ambing di perairan Samudra Pasifik akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin.

P: Bagaimana kondisi para korban saat berhasil dievakuasi oleh prajurit TNI Angkatan Laut?
J: Seluruh korban selamat langsung mendapatkan penanganan medis awal, pemeriksaan kesehatan dari tim dokter KRI WSH-991, serta pasokan bahan makanan dan air bersih sebelum diserahterimakan kepada otoritas berwenang.

P: Apa arti penting dari aksi penyelamatan ini dalam konteks hubungan internasional dan hukum laut?
J: Penyelamatan ini merupakan wujud nyata penegakan kewajiban hukum laut internasional (SOLAS Convention) untuk membantu siapapun yang berada dalam bahaya di laut, sekaligus mempererat hubungan diplomasi kemanusiaan antara Indonesia dan Papua Nugini.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Dua Polisi di Sumbawa Dipecat karena Narkoba, Kapolres: Jadikan Pelajaran

    Dua Polisi di Sumbawa Dipecat karena Narkoba, Kapolres: Jadikan Pelajaran

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Jadikan momen ini sebagai pelajaran, agar kita semua dapat terus melangkah ke arah yang lebih baik. Ini adalah bentuk penegakan disiplin

  • Bocah Sedang Sakit Disiksa Hingga Tewas: Kisah Tragis di Bekasi

    Bocah Sedang Sakit Disiksa Hingga Tewas: Kisah Tragis di Bekasi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Motif para pelaku melakukan perbuatan tersebut karena emosi terhadap korban setelah ditegur oleh karyawan minimarket

  • Pengumuman Kehilangan Sertifikat Tanah di Babelan, Pemilik Harap Segera Ditemukan

    Pengumuman Kehilangan Sertifikat Tanah di Babelan, Pemilik Harap Segera Ditemukan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Bento
    • 0Komentar

    Pemilik sertifikat mengimbau masyarakat untuk turut membantu dengan memberikan informasi apabila menemukan dokumen dimaksud

  • Satgas Yonif 715/Mtl Satukan Langkah dengan Warga Lewat Olahraga

    Satgas Yonif 715/Mtl Satukan Langkah dengan Warga Lewat Olahraga

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya – Di balik dinginnya udara pegunungan Papua, kehangatan justru terasa di Pos Pintu Angin, tempat para prajurit Satgas Yonif 715/Motuliato dan warga Kampung Pintu Angin membaur dalam kegiatan olahraga bersama, Sabtu (10/5/2025). Di tengah rutinitas menjaga perbatasan RI-PNG, para prajurit menyisihkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, membangun semangat kebersamaan melalui gerakan-gerakan senam […]

  • Gentengisasi RTLH Tuntas di Tangerang, TNI Pastikan Rumah Layak Huni Siap Ditempati

    Gentengisasi RTLH Tuntas di Tangerang, TNI Pastikan Rumah Layak Huni Siap Ditempati

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Tangerang, 24 April 2026 – Program gentengisasi rumah tidak layak huni yang digelar jajaran TNI di Koramil 01/Tangerang rampung dan siap ditempati warga penerima manfaat. Program ini menyasar rumah milik warga kurang mampu di Kelurahan Panunggangan Timur, Kecamatan Pinang. Jajaran TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0506/Tangerang memimpin langsung pelaksanaan program tersebut. Prajurit bersama masyarakat […]

  • Kodim 1710/Mimika Bersama Tim Gabungan Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter di Distrik Jila

    Kodim 1710/Mimika Bersama Tim Gabungan Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter di Distrik Jila

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Personel Kodim 1710/Mimika bersama tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi korban kecelakaan helikopter PK-IWS milik PT. Intan Angkasa yang jatuh saat terbang dari Kabupaten Puncak menuju Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (10/9/2025). Proses evakuasi berhasil dilakukan pada Kamis (11/9/2025). Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., mengonfirmasi bahwa keempat korban, […]

expand_less