Breaking News
Trending
Beranda » BERITA » Babak Baru Kasus Kematian Bocah di Sukabumi, Ibu Kandung Ungkap KDRT Ayah

Babak Baru Kasus Kematian Bocah di Sukabumi, Ibu Kandung Ungkap KDRT Ayah

  • account_circle Tama
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumi – Kematian tragis NS (12), siswa SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, membuka fakta mengejutkan.

Selama empat tahun terakhir, bocah tersebut diduga dibohongi oleh ayah kandungnya dengan menyebut bahwa ibu kandungnya telah meninggal dunia.

Fakta itu terungkap di tengah proses penyelidikan dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kuasa hukum Lisnawati, ibu kandung NS, Mira Widyawati, menyampaikan bahwa kliennya muncul ke publik untuk meluruskan informasi yang dinilai simpang siur.

Menurutnya, selama ini beredar narasi seolah-olah Lisnawati telah meninggal dunia, sehingga anaknya merasa tidak lagi memiliki ibu.

“Selama ini dihembuskan oleh pihak bapaknya seolah-olah Ibu Lisna sudah tidak ada atau meninggal. Padahal beliau masih hidup dan dalam kondisi sehat di Cianjur,” ujar Mira kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Mira menjelaskan, komunikasi antara ibu dan anak terputus sejak sekitar empat tahun lalu.

Peristiwa itu terjadi setelah ayah kandung membawa NS masuk ke sebuah pesantren.

Sejak saat itu, Lisnawati mengaku kehilangan akses komunikasi dengan anaknya.

Berdasarkan pengakuan Lisnawati kepada kuasa hukumnya, selama masa tersebut ayah kandung diduga menyampaikan kepada NS bahwa ibunya telah meninggal dunia.

Informasi itu, menurut pihak kuasa hukum, disampaikan agar korban merasa tidak lagi memiliki figur ibu dalam hidupnya.

Di sisi lain, hasil autopsi dari tim dokter forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri mengungkap adanya indikasi kekerasan berat pada tubuh korban.

Temuan medis tersebut menjadi dasar dugaan bahwa kematian NS tidak semata-mata disebabkan oleh penyakit.

Kuasa hukum mengutip hasil pemeriksaan forensik yang menemukan luka bakar di permukaan kulit serta pembengkakan pada sejumlah organ dalam, seperti jantung dan paru-paru.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Meriahkan Pesta Rakyat dan Karnaval Bersatu HUT RI ke-80 di Monas

Selain itu, sampel organ korban telah dikirim ke laboratorium forensik di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan ada tidaknya zat tertentu atau faktor lain yang menyebabkan kematian.

Penyidik kini mendalami dugaan keterlibatan ibu tiri korban berinisial TR (47).

Hingga berita ini ditulis, proses hukum masih berjalan dan aparat kepolisian belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait penetapan tersangka maupun konstruksi lengkap peristiwa.

Dugaan Kekerasan dan Bantahan Klaim Penyakit

Kemunculan Lisnawati ke publik, menurut kuasa hukumnya, bukan hanya untuk menuntut keadilan atas kematian anaknya.

Ia juga ingin mengungkap rekam jejak kekerasan yang diduga dilakukan mantan suaminya sejak lama.

Mira menyebut, berdasarkan keterangan kliennya, ayah kandung NS memiliki riwayat perilaku kasar bahkan sebelum korban lahir.

Ia mengungkapkan bahwa saat Lisnawati masih mengandung, ancaman verbal bernada kekerasan kerap dilontarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari gambaran pola relasi dalam rumah tangga yang dinilai tidak sehat.

Namun demikian, tudingan itu masih sebatas pengakuan dari satu pihak dan belum diuji dalam proses peradilan.

Kuasa hukum juga membantah narasi yang menyebutkan bahwa NS meninggal akibat komplikasi autoimun.

Menurut Mira, kliennya merawat NS hingga usia tujuh tahun dan selama itu tidak pernah ada riwayat penyakit berat.

“Nizam tidak pernah memiliki riwayat sakit berat sejak kecil. Klaim soal autoimun itu tidak berdasar. Kami menduga narasi tersebut sengaja dibangun untuk menutupi dugaan penganiayaan,” ujar Mira.

Hingga kini, belum ada keterangan medis resmi yang menyatakan korban menderita penyakit autoimun.

Aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik sebagai bagian dari pembuktian ilmiah penyebab kematian.

Pihak Lisnawati mendesak agar Polres Sukabumi mengusut tuntas perkara ini dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan penerapan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) apabila unsur-unsurnya terpenuhi.

Pilihan Editor :  Danlanal Dumai Bersama Forkopimda Riau Kenang Jasa Pahlawan Lewat Apel Kehormatan dan Renungan Suci

Kuasa hukum menyatakan telah mengantongi sejumlah data, saksi, dan bukti yang akan diserahkan kepada penyidik.

Mereka berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan keluarga.

Publik kini menanti transparansi dan profesionalisme aparat penegak hukum dalam mengungkap penyebab pasti kematian NS, sekaligus memastikan setiap pihak yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Sementara itu, aparat kepolisian diharapkan memberikan klarifikasi resmi terkait perkembangan penyidikan guna mencegah spekulasi liar di tengah masyarakat.

Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.**/red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Avatar photo

Penulis

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang aktif meliput dan mengolah berbagai informasi aktual seputar peristiwa, hukum, sosial, dan isu publik. Dalam setiap karya jurnalistiknya, Tama mengedepankan ketelitian, keberimbangan, verifikasi informasi, serta kepentingan publik.

Berita Untuk Anda

  • Susi Pudjiastuti Soroti Polemik Pulau Gag, Bahlil Lahadalia Didesak Beri Penjelasan

    Susi Pudjiastuti Soroti Polemik Pulau Gag, Bahlil Lahadalia Didesak Beri Penjelasan

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Polemik Pulau Gag antara Susi Pudjiastuti dan Bahlil Lahadalia mencerminkan pentingnya keterbukaan informasi dan dialog

  • Cara Memasang Dasi yang Benar untuk Penampilan Formal dan Profesional

    Cara Memasang Dasi yang Benar untuk Penampilan Formal dan Profesional

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Gensa Media
    • 0Komentar

    Cara – Dasi merupakan salah satu aksesori busana formal yang memiliki fungsi lebih dari sekadar pelengkap penampilan. Dalam berbagai situasi, seperti bekerja di lingkungan profesional, menghadiri acara resmi, mengikuti wawancara kerja, wisuda, hingga pertemuan bisnis, penggunaan dasi yang terpasang rapi dapat memberikan kesan profesional, percaya diri, dan menghargai etika berbusana. Meski tampak sederhana, memasang dasi […]

  • Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Antikorupsi dan Integritas Aparat Kejaksaan

    Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Antikorupsi dan Integritas Aparat Kejaksaan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Jaksa Agung RI menegaskan kembali komitmen Kejaksaan dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan menjaga integritas aparat penegak hukum di seluruh satuan kerja. Pesan itu disampaikan dalam arahannya kepada para pejabat yang baru dilantik, baik di tingkat Kejaksaan Agung maupun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia. Dalam amanatnya, Jaksa Agung menekankan bahwa pemberantasan […]

  • Pangdam Jaya Dampingi Menhan Jepang Ziarah di TMPN Kalibata

    Pangdam Jaya Dampingi Menhan Jepang Ziarah di TMPN Kalibata

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Selatan, 4 Mei 2026 – Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi mendampingi Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi berziarah di TMPN Kalibata, Senin. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan lintas negara kepada pahlawan Indonesia sekaligus penguatan hubungan bilateral di bidang pertahanan. Koizumi hadir bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi dalam agenda resmi tersebut. Kehadiran […]

  • Sambut Bhayangkara ke-79, Pemerhati Sosial Apresiasi Dirnarkoba Polda Sumut

    Sambut Bhayangkara ke-79, Pemerhati Sosial Apresiasi Dirnarkoba Polda Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli 2025, apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari Nasky Putra Tandjung, aktivis pemuda nasional sekaligus pemerhati sosial, yang memberikan penghargaan khusus terhadap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Menurut Nasky, di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Jean Calvijn […]

  • TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda Padang

    TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda Padang

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Padang – TNI Angkatan Darat melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol membangun Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (10/2/2026). Pembangunan ini memulihkan akses warga yang sempat terputus akibat bencana sekaligus memperlancar aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat. Jembatan gantung tersebut menjadi sarana vital penghubung antarwilayah yang sangat dibutuhkan warga […]

expand_less