CYBEREX SGS 2026 Perkuat Pertahanan Siber Gabungan 13 Negara
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Latihan Cyber Super Garuda Shield (SGS) 2026 menguji kemampuan pertahanan siber gabungan 13 negara untuk menghadapi ancaman terhadap infrastruktur digital kritis, Sabtu, 05/09/2026.
Latihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield ke-V Tahun 2026.
Melalui Cyber Exercise (CYBEREX) 2026, TNI bersama negara peserta mengembangkan kemampuan tempur siber gabungan atau Joint Cybersecurity Warfighting Capabilities.
Latihan ini menguji kemampuan peserta menghadapi berbagai bentuk ancaman yang berpotensi mengganggu keamanan infrastruktur digital kritis.
CYBEREX 2026 melibatkan Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, Australia, Selandia Baru, Belanda, Korea Selatan, India, Inggris, dan Kanada.
Selain itu, Laos, Italia, dan Brunei Darussalam mengikuti kegiatan tersebut sebagai negara observer.
Pelibatan 13 negara memperkuat ruang latihan bersama untuk menguji koordinasi dan kemampuan menghadapi ancaman siber secara terpadu.
Uji Koordinasi dan Interoperabilitas
Rangkaian CYBEREX 2026 diawali sesi akademik sebagai tahap pembekalan sebelum peserta memasuki skenario latihan.
Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari sejumlah materi, antara lain Multinational Force Standard Operating Procedure (MNF SOP) Network Enumeration.
Materi tersebut menjadi dasar bagi peserta untuk memahami prosedur sebelum menjalankan skenario dan manuver dalam tahap latihan CYBEREX 2026.
Selanjutnya, TNI bersama negara peserta dan mitra latihan menguji kemampuan koordinasi melalui berbagai skenario ancaman siber.
Latihan tersebut juga menguji interoperabilitas antarnegara dalam menjalankan respons terhadap gangguan dan ancaman pada lingkungan digital.
Melalui mekanisme latihan bersama, peserta membangun pemahaman mengenai prosedur, koordinasi, serta respons terpadu dalam menghadapi ancaman siber.
Puspen TNI menyebut CYBEREX 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tempur siber gabungan dalam menghadapi ancaman digital.
“Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur siber gabungan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman terhadap infrastruktur digital kritis,” demikian keterangan Puspen TNI.
Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena ancaman terhadap sistem digital dapat menuntut respons cepat, terkoordinasi, dan melibatkan lebih dari satu negara.
Karena itu, latihan multinasional seperti CYBEREX 2026 memberikan ruang bagi peserta untuk menguji kesiapan sekaligus memperkuat mekanisme kerja bersama.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, latihan tersebut memperkuat hubungan kerja sama pertahanan siber antara TNI dan negara-negara mitra.
Dengan demikian, CYBEREX 2026 tidak hanya berfokus pada kemampuan menghadapi skenario ancaman siber.
Latihan ini juga membangun interoperabilitas dan kesiapan kolektif dalam menghadapi perkembangan ancaman terhadap infrastruktur digital kritis.
Pada akhirnya, kemampuan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pertahanan siber gabungan dalam mendukung keamanan lingkungan digital yang semakin kompleks.
Penulis Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi
