Kodim 1710/Mimika Tanam Mangrove di Pesisir Poumako Sambut HUT ke-81 TNI
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Mimika – Kodim 1710/Mimika bersama unsur TNI di wilayah Timika menanam mangrove di pesisir Pantai Pelabuhan Poumako, Kampung Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Penanaman melibatkan personel TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta masyarakat yang bersama-sama melakukan penghijauan di kawasan pesisir.
Aksi tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan peringatan HUT TNI, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir di wilayah Mimika.
Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda mengatakan, penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan.
Menurut Jozanda, peringatan HUT ke-81 TNI perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa memperingati HUT ke-81 TNI tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Jozanda.
Ia menjelaskan, mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota.
Karena itu, Jozanda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan penanaman.
Ia menekankan pentingnya merawat tanaman yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Menurut dia, tanaman yang ditanam saat ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian alam untuk generasi berikutnya.
“Apa yang kita tanam hari ini merupakan investasi bagi kelestarian alam dan kehidupan generasi yang akan datang,” ujar Jozanda.
Mangrove Bukan Sekadar Tanaman Pesisir
Secara ekologis, mangrove memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penghijauan kawasan pantai.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut ekosistem mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, habitat berbagai biota, serta bagian penting dari ekosistem karbon biru.
Akar mangrove juga membantu menciptakan lingkungan yang menjadi tempat berlindung, mencari makan, dan berkembang biak bagi berbagai organisme di kawasan pesisir.
Fungsi tersebut membuat keberadaan mangrove berkaitan langsung dengan kondisi ekologis wilayah pesisir.
Dalam konteks masyarakat pesisir, ekosistem mangrove juga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui berbagai jasa lingkungan serta dukungan terhadap sumber daya perairan.
Karena itu, penanaman mangrove di Poumako memiliki konteks yang lebih luas daripada sekadar agenda lingkungan dalam rangkaian HUT TNI.
Kawasan pesisir merupakan ruang yang mempertemukan aktivitas masyarakat dengan dinamika laut dan daratan.
Perlindungan ekosistem di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat.
Keberhasilan Tidak Berhenti Saat Bibit Ditanam
Satu aspek penting dari kegiatan rehabilitasi mangrove adalah keberlanjutan setelah proses penanaman selesai.
Penanaman bibit tidak secara otomatis memastikan terbentuknya ekosistem mangrove yang sehat.
Keberhasilan rehabilitasi bergantung antara lain pada kesesuaian lokasi, jenis tanaman, kondisi lingkungan, pemeliharaan, serta pemantauan pertumbuhan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam materi rehabilitasi mangrove menempatkan penanaman kembali kawasan yang rusak dan edukasi masyarakat sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
Karena itu, keterlibatan masyarakat yang disebut dalam kegiatan di Poumako menjadi penting untuk menjaga tanaman setelah ditanam.
Dalam informasi Kodim 1710/Mimika, belum disebutkan jumlah bibit yang ditanam dalam kegiatan tersebut.
Luas kawasan penanaman, jenis mangrove, target tingkat kelangsungan hidup tanaman, serta mekanisme pemantauan pascapenanaman juga belum dicantumkan.
Informasi tersebut diperlukan apabila kegiatan ingin diukur bukan hanya berdasarkan jumlah bibit yang ditanam, tetapi berdasarkan hasil rehabilitasi dalam jangka lebih panjang.
Aspek tersebut juga penting karena kondisi setiap kawasan pesisir memiliki karakter berbeda.
Jenis tanaman dan teknik rehabilitasi perlu disesuaikan dengan kondisi ekologis lokasi agar upaya pemulihan dapat berjalan efektif.
Dengan demikian, pemeliharaan menjadi tahapan yang tidak kalah penting dibandingkan kegiatan penanaman itu sendiri.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Kegiatan di Poumako mempertemukan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu kegiatan lingkungan.
Kolaborasi lintas unsur tersebut dapat menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program apabila dilanjutkan dengan pemantauan dan pemeliharaan bersama.
KKP juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ekosistem pesisir agar rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat, keberadaan mangrove bukan hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan saat ini.
Ekosistem tersebut juga berhubungan dengan perlindungan garis pantai, keanekaragaman hayati, serta potensi manfaat ekonomi masyarakat pesisir.
Karena itu, pesan utama dari kegiatan Kodim 1710/Mimika bukan semata jumlah tanaman yang ditanam pada momentum HUT ke-81 TNI.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana tanaman tersebut dipelihara, dipantau, dan dipastikan mampu tumbuh sesuai fungsi ekologisnya.
Penanaman di pesisir Pantai Pelabuhan Poumako menjadi langkah awal dari upaya tersebut.
Keberlanjutan program akan sangat bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam menjaga kawasan setelah kegiatan penanaman berakhir.
Pada akhirnya, peringatan HUT ke-81 TNI di Mimika melalui aksi lingkungan memberikan ruang bagi keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.
Namun, dampak ekologis kegiatan tersebut baru dapat dinilai secara lebih utuh setelah pertumbuhan tanaman dan kondisi kawasan dipantau dalam periode berikutnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

