Sabtu, 31 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » Politik » Hasan Nasbi Akui Kepuasan Publik Prabowo Turun, Soroti Evaluasi MBG

Hasan Nasbi Akui Kepuasan Publik Prabowo Turun, Soroti Evaluasi MBG

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berada di angka 51,1 persen.

Hasan menilai penurunan tingkat kepuasan tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi pada awal masa pemerintahan setelah berakhirnya fase honeymoon politik, sekaligus dipengaruhi proses evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Hasan dalam dialog di kanal YouTube Total Politik.

Ia mengatakan, fluktuasi tingkat kepuasan publik merupakan hal yang wajar dalam sebuah pemerintahan karena dipengaruhi berbagai faktor, terutama persepsi masyarakat terhadap efektivitas program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.

Menurut Hasan, pemerintah saat ini tengah melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan sekaligus meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

“Dalam perjalanan pemerintahan, approval rating itu dinamis, bisa naik dan turun. Saat ini pemerintah sedang melakukan perombakan dan penataan besar-besaran pada program andalan seperti MBG. Pembenahan tata kelola ini sangat krusial agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa ada penyimpangan,” ujar Hasan.

Ia menjelaskan, kepemimpinan baru di BGN diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan serta memperbaiki tata kelola operasional program.

Menurutnya, upaya tersebut juga mencakup penindakan terhadap oknum internal maupun mitra kerja yang terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari praktik koruptif, pungutan liar, hingga kelalaian dalam pemenuhan standar gizi.

Hasan menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas program prioritas Presiden Prabowo.

Ia menyebut proses pembenahan membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, termasuk melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Baca juga :  BPD Merangkap Pegawai Paruh Waktu, BKPSDM Nias Selatan: Tak Masalah Asal Bekerja

Selain aspek tata kelola, Hasan juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap pembentukan persepsi publik.

Menurutnya, perkembangan ruang digital membuat masyarakat kerap menilai suatu kebijakan berdasarkan informasi yang viral, meskipun belum tentu mencerminkan kondisi secara menyeluruh.

Ia menyebut fenomena tersebut sebagai hyper-reality, yakni situasi ketika persepsi yang terbentuk di ruang digital lebih dominan dibandingkan pengalaman faktual masyarakat di lapangan.

Dalam pandangannya, insiden yang terjadi di satu daerah dengan cepat menyebar melalui media sosial dan dapat menimbulkan kesan seolah-olah persoalan serupa terjadi secara nasional.

Karena itu, pemerintah menilai penting untuk terus menyampaikan informasi yang utuh agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih proporsional terhadap pelaksanaan berbagai program.

Klarifikasi Istana soal Istilah “Londo Ireng”

Dalam kesempatan yang sama, Hasan juga memberikan penjelasan mengenai polemik penggunaan istilah “Londo Ireng” yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pidato.

Hasan menegaskan, pemerintah tidak pernah memberikan label kepada seluruh insan pers, pengamat, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai pihak yang bekerja untuk kepentingan asing.

Menurutnya, pernyataan Presiden ditujukan kepada oknum tertentu yang diduga memanfaatkan profesi atau identitas tertentu untuk menjalankan kepentingan pihak asing, bukan kepada seluruh kelompok profesi tersebut.

“Pernyataan Presiden itu terang benderang. Jika ada pihak yang bekerja untuk kepentingan asing, biasanya disebut Londo Ireng, dan sekarang ada oknum yang menyamar menggunakan baju pengamat atau wartawan. Ini bukan berarti seluruh wartawan atau LSM adalah Londo Ireng. Kritik yang jujur dan diskusi yang bermutu tetap menjadi bagian penting dalam demokrasi,” kata Hasan.

Ia mengimbau publik agar memahami konteks pernyataan Presiden secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun generalisasi terhadap profesi tertentu.

Baca juga :  Bekasi Selatan Dorong Zona Integritas, Jangan Sampai Cuma Jago di Atas Kertas

Hasan menambahkan, pemerintah tetap memandang kritik yang disampaikan secara objektif sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.

Menurutnya, ruang kritik, diskusi publik, serta peran media massa tetap memiliki posisi penting dalam sistem pemerintahan yang demokratis.

Selain itu, Hasan juga menanggapi berbagai spekulasi mengenai hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Ia membantah narasi yang menyebut adanya keretakan hubungan kedua tokoh tersebut.

Hasan menjelaskan, kunjungan sejumlah pejabat pemerintah ke Solo, termasuk yang dilakukan Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, merupakan bagian dari silaturahmi dan komunikasi politik yang dilakukan atas sepengetahuan serta arahan Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Hasan turut menanggapi munculnya inisiatif sejumlah kelompok masyarakat sipil yang membentuk “kabinet bayangan”.

Menurutnya, pemerintah menghormati langkah tersebut sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi Indonesia, setiap gagasan maupun alternatif kepemimpinan pada akhirnya harus memperoleh legitimasi melalui mekanisme politik yang sah, termasuk melalui pemilihan umum.

Hasan menilai berbagai kritik, evaluasi, maupun gagasan dari masyarakat merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, ia menekankan bahwa perubahan kebijakan ataupun kepemimpinan harus ditempuh melalui jalur konstitusional sehingga memiliki legitimasi yang berasal dari mandat rakyat.**/Total Politik

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • KANTOR HUKUM UDA DAN REKAN: Solusi Hukum Profesional di Kota Bekasi

    KANTOR HUKUM UDA DAN REKAN: Solusi Hukum Profesional di Kota Bekasi

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Di tengah kompleksitas hukum yang semakin berkembang, memilih kantor hukum yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan hak anda

  • Danlanal Simeulue Hadiri Pantukhirda Penerimaan Calon Tamtama PK TNI AL 2025

    Danlanal Simeulue Hadiri Pantukhirda Penerimaan Calon Tamtama PK TNI AL 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Proses seleksi calon prajurit TNI AL memasuki tahap akhir di daerah, menekankan integritas dan objektivitas untuk menghasilkan prajurit berkualitas.

  • Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Gantung Garuda dan Program RTLH di Tangerang

    Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Gantung Garuda dan Program RTLH di Tangerang

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kab. Tangerang, 29 Juni 2026 – Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi meresmikan Jembatan Gantung Garuda dan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya Kodam Jaya meningkatkan akses transportasi, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Korem 052/Wijayakrama […]

  • KSOP Utama Belawan dan Lantamal I Jalin Silaturahmi Strategis

    KSOP Utama Belawan dan Lantamal I Jalin Silaturahmi Strategis

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Upaya memperkuat sinergi antarinstansi di sektor kemaritiman terus digalakkan. Kali ini, Komandan Pangkalan Utama TNI AL I (Danlantamal I) Brigjen TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP., melalui Asintel Danlantamal I Kolonel Laut (P) Bambang Widodo, S.E., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi dari Plt. Kepala KSOP Utama Belawan, Marganda Lamhot Asi Sihite, S.E., M.MTr., beserta […]

  • Ternak Sugar Glider Jadi Peluang Usaha, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

    Ternak Sugar Glider Jadi Peluang Usaha, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Bisnis ternak sugar glider berpotensi menjadi peluang usaha bagi pencinta hewan eksotis, tetapi pelaku usaha perlu memperhitungkan biaya pemeliharaan, kesehatan satwa, perkembangbiakan, hingga permintaan pasar sebelum memulainya. Peluang tersebut ditekuni Putri Sasanty, pelaku usaha sugar glider di Kota Bekasi yang memasarkan usahanya melalui akun Instagram @sugargliderbekasiii. Menurut Putri, ketertarikan terhadap hewan eksotis […]

  • Danyonif 14 Marinir Tinjau Proyek Markas di Marunda, Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu

    Danyonif 14 Marinir Tinjau Proyek Markas di Marunda, Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 22 April 2026 – Komandan Yonif 14 Marinir Letkol Marinir Agus Mutaqim meninjau langsung pembangunan gedung batalyon di Marunda untuk memastikan kesiapan sarana prajurit. Peninjauan dilakukan di lokasi yang direncanakan menjadi markas utama Yonif 14 Marinir. Kegiatan ini menegaskan perhatian pimpinan terhadap pembangunan fasilitas satuan. Agus Mutaqim memeriksa progres pembangunan secara menyeluruh. Ia […]

expand_less