Senin, 12 Okt 2026
Beranda » BERITA » Empat Anggota OPM Serahkan Senjata di Puncak Jaya

Empat Anggota OPM Serahkan Senjata di Puncak Jaya

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Puncak Jaya – Empat anggota kelompok bersenjata OPM menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, Sabtu (26/9/2026).

Penyerahan berlangsung dalam Upacara Reintegrasi Nasional di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Papua Tengah.

Keempat anggota tersebut menyatakan komitmen meninggalkan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan bersama keluarga serta masyarakat.

Mereka terdiri atas Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara.

Dua lainnya, Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni, berasal dari OPM Kodap XXVIII/Yambi.

Dalam prosesi tersebut, keempatnya mengikuti pembacaan ikrar dan mencium Bendera Merah Putih.

Mereka kemudian menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema sebagai bagian dari proses reintegrasi.

Empat senjata tersebut terdiri atas satu AR-15 kaliber 5,56 mm dan satu pistol revolver kaliber 9 mm.

Selain itu, terdapat satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR dan satu pistol Combat kaliber 9 mm.

TNI selanjutnya mengamankan seluruh senjata tersebut untuk ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pilih Tinggalkan Kekerasan

Brigjen TNI Riyanto mengapresiasi keputusan keempat anggota tersebut untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.

Menurut Riyanto, keputusan meletakkan senjata membutuhkan keberanian karena membuka jalan bagi kehidupan yang berbeda.

“Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,” ujar Riyanto.

Ia menegaskan, proses reintegrasi tersebut bukan sekadar serah terima senjata, tetapi juga menyangkut pilihan untuk membangun masa depan.

“Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan reintegrasi nasional yang berlangsung di Makodim 1714/Puncak Jaya.

Pilihan Editor :  Sinergi TNI-Polri dan Warga: Bersihkan Pasar, Wujudkan Lingkungan Sehat di Simeulue

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyambut baik keputusan keempat anggota kelompok bersenjata tersebut.

Ia juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih memilih jalan kekerasan untuk mengambil langkah serupa.

Menurut Muhammad Nas, keputusan meninggalkan senjata dapat menjadi langkah untuk kembali hidup bersama keluarga dan masyarakat.

“Kami mengajak mereka yang masih memilih jalan kekerasan untuk berani mengambil langkah yang sama, meletakkan senjata, kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap proses tersebut turut membuka ruang bagi kehidupan masyarakat Papua yang lebih aman dan damai.

Selain itu, Muhammad Nas mengajak seluruh pihak bersama-sama membangun Papua dengan mengedepankan kehidupan masyarakat dan pembangunan.

“Bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Penyerahan empat senjata tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi yang berlangsung pada 26 September 2026.

TNI menyatakan seluruh senjata yang diserahkan telah diamankan untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut turut menjadi momentum bagi keempat anggota untuk menyatakan komitmen kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Autentikasi keterangan kegiatan disampaikan Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.

FAQ: Seputar Penyerahan Senjata Empat Anggota OPM di Puncak Jaya

P: Peristiwa apa yang terjadi terkait situasi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah?
J: Terdapat empat orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) / Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang secara sukarela menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI serta menyerahkan senjata api beserta amunisi kepada aparat TNI-Polri di Puncak Jaya.

P: Faktor apa yang mendorong para anggota OPM tersebut memutuskan untuk menyerahkan diri dan senjatanya?
J: Keputusan tersebut didorong oleh pendekatan teritorial yang humanis dari Satgas TNI-Polri, ajakan tokoh masyarakat dan agama setempat, serta kesadaran untuk kembali membangun kehidupan yang damai bersama keluarga.

Pilihan Editor :  TNI-Polri Bersatu di Bulan Ramadan: Danlantamal I Hadiri Acara Berbagi Berkah

P: Langkah apa yang dilakukan aparat setelah proses penyerahan senjata tersebut?
J: Aparat keamanan melakukan pendataan, pemeriksaan kesehatan, perlindungan keamanan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memfasilitasi reintegrasi para mantan anggota OPM tersebut ke tengah masyarakat.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Benarkah Perusahaan Boleh Menahan Ijazah Pekerja?

    Benarkah Perusahaan Boleh Menahan Ijazah Pekerja?

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Perusahaan boleh menahan ijazah selama ada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan yang memenuhi syarat sah perjanjian

  • Cara Agar Sukses Menjadi Seorang Afiliasi Influencer

    Cara Agar Sukses Menjadi Seorang Afiliasi Influencer

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Diterbitkan oleh : icuen WhatsApp :  0838 3347 4553 Gensa – Rekan sedulur pasti mengenal nama, indra kent & doni salmanan, ya mereka adalah influencer/afiliasi yang sedang fenomena akhir2 ini karna Binary Option. banyak yang marah, kesal dan sampai melaporkan mereka karna telah merasa tertipu, padahal mereka hanya afiliasi/influencer yg tujuan nya hanya sebatas komisi yang […]

  • Babinsa Koramil Mapurujaya Bantu Petani Binaan Panen Tomat

    Babinsa Koramil Mapurujaya Bantu Petani Binaan Panen Tomat

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani binaan, Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya, Sertu Tangkas Budiono, turun langsung membantu proses panen tomat di lahan milik Bapak Wahyu, salah satu petani binaannya di Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Minggu (12/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus mempererat hubungan antara […]

  • Danlanal Sabang Sambut Dansesko TNI dan 52 Pasis Dikreg LIV

    Danlanal Sabang Sambut Dansesko TNI dan 52 Pasis Dikreg LIV

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sabang — Hangatnya sambutan prajurit Lanal Sabang menyambut kedatangan Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI Marsdya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han)., CHRMP., bersama 52 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LIV Sesko TNI Tahun 2025, menjadi pemandangan penuh semangat di Markas Komando Lanal Sabang, Jalan Yos Sudarso, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, […]

  • Panglima TNI Resmikan Monumen Panser Saladin di Cijulang

    Panglima TNI Resmikan Monumen Panser Saladin di Cijulang

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pangandaran – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Monumen Panser Saladin di Bundaran Alun-Alun Cijulang, Pangandaran, Selasa 20 Januari 2026. Melalui peresmian ini, TNI menghadirkan ruang publik bernilai sejarah sekaligus sarana edukasi untuk menumbuhkan nasionalisme masyarakat. TNI menempatkan monumen Panser Saladin di kawasan strategis Alun-Alun Cijulang agar masyarakat mudah mengaksesnya setiap waktu. Selain mempercantik […]

  • Satgas PKH Halilintar Tertibkan Tambang Ilegal Yang Merugikan Negara

    Satgas PKH Halilintar Tertibkan Tambang Ilegal Yang Merugikan Negara

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bangka Tengah — Operasi penegakan hukum terhadap penambangan ilegal kembali membuahkan hasil. Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas Halilintar PKH) yang dipimpin Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang berhasil menertibkan aktivitas tambang liar di dua titik kawasan hutan di Desa Lubuk Lingkuk dan Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, […]

expand_less