Kopaska dan US Navy Sinkronkan Taktik VBSS dan CQB di SGS 2026
Jakarta, 3 September 2026 – Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan United States Navy (US Navy) menyelaraskan taktik VBSS serta CQB. Kegiatan tersebut berlangsung melalui survei dan latihan...

Jakarta, 3 September 2026 – Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan United States Navy (US Navy) menyelaraskan taktik VBSS serta CQB.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui survei dan latihan parsial di atas US Coast Guard Charles Moulthrope, Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/9/2026).
Latihan itu menjadi bagian dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) ke-V Tahun 2026.
Kopaska TNI AL dan US Navy menggelar latihan untuk meningkatkan interoperabilitas pasukan khusus dalam menghadapi ancaman asimetris di lingkungan maritim.
Dalam pelaksanaannya, kedua pasukan menyelaraskan prosedur, komunikasi, formasi pergerakan, serta teknik penyerbuan berdasarkan standar operasi khusus.
“Personel Kopaska dan US Navy menyelaraskan prosedur, komunikasi, formasi pergerakan, serta teknik penyerbuan,” demikian keterangan Puspen TNI.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman sebelum kedua unsur menjalankan skenario operasi bersama.
Selain itu, latihan memberikan kesempatan bagi personel untuk menguji koordinasi dan komunikasi dalam ruang operasi maritim yang memiliki karakteristik berbeda.
Uji Kemampuan Operasi Maritim
Dalam SGS 2026, personel Kopaska dan US Navy melatih sejumlah kemampuan yang berkaitan langsung dengan pengamanan serta penguasaan kapal.
Salah satu materi utama ialah Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), yang menguji kemampuan personel saat melaksanakan pemeriksaan dan penguasaan kapal.
Latihan juga mencakup Ship Boarding sebagai bagian dari kemampuan memasuki dan mengendalikan kapal sesuai prosedur operasi.
Sementara itu, Close Quarters Battle (CQB) menguji kemampuan personel menghadapi situasi pertempuran dalam ruang sempit dan terbatas.
Ketiga materi tersebut menuntut koordinasi yang presisi karena personel harus bergerak dalam ruang terbatas dengan tetap menjaga komunikasi.
Karena itu, penyelarasan prosedur menjadi faktor penting untuk menghindari perbedaan pemahaman ketika pasukan dari dua negara menjalankan operasi secara bersamaan.
Latihan di atas kapal US Coast Guard Charles Moulthrope memberikan konteks langsung bagi personel dalam memahami karakteristik lingkungan operasi maritim.
Melalui survei dan latihan parsial tersebut, prajurit dapat menyesuaikan formasi, komunikasi, serta pola pergerakan dengan kondisi kapal yang menjadi bagian dari skenario latihan.
Perkuat Interoperabilitas Pasukan Khusus
Di sisi lain, SGS 2026 tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik dan taktik operasi.
Latihan bersama juga memperkuat kemampuan pasukan Indonesia dan Amerika Serikat untuk bekerja dalam satu kerangka operasi yang terkoordinasi.
Puspen TNI menyebut kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesamaan pemahaman dan kesiapan operasional kedua unsur.
Interoperabilitas menjadi aspek penting karena perbedaan prosedur dan pola komunikasi dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan operasi bersama.
Melalui latihan secara langsung, personel dapat memahami prosedur masing-masing sekaligus membangun pola koordinasi yang lebih efektif.
Selain itu, kegiatan tersebut mempererat kemitraan strategis Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang keamanan maritim.
Kemitraan tersebut mendapat penguatan melalui interaksi profesional antara personel Kopaska TNI AL dan US Navy selama menjalankan rangkaian latihan.
Pada akhirnya, latihan VBSS, Ship Boarding, dan CQB dalam SGS 2026 menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus memperkuat interoperabilitas kedua negara.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya latihan bersama dalam menghadapi karakter ancaman maritim yang terus berkembang dan membutuhkan respons terkoordinasi.
Dengan demikian, SGS 2026 tidak sekadar menguji kemampuan taktis personel, tetapi juga membangun kesamaan prosedur dan komunikasi dalam operasi maritim bersama.













