Yudo Margono Tekankan Inovasi dan Tanggung Jawab Komandan TNI
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono menekankan pentingnya keberanian berinovasi, melakukan improvisasi, serta mempertanggungjawabkan setiap keputusan komandan ketika prajurit menghadapi keterbatasan dalam menjalankan tugas.
Pesan tersebut disampaikan Yudo saat menerima anjangsana Oditur Jenderal TNI Mayjen TNI Tugino, S.Sos., S.H., M.M., di Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Anjangsana tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 TNI sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara jajaran TNI dengan senior dan purnawirawan.
Dalam pertemuan itu, Yudo menyampaikan sejumlah pandangan mengenai kepemimpinan dan pelaksanaan tugas prajurit.
Ia menilai keterbatasan dalam pelaksanaan tugas tidak semestinya secara otomatis menjadi hambatan bagi seorang komandan.
Menurut Yudo, komandan perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan inovasi dan melakukan improvisasi sesuai kondisi yang dihadapi.
Namun, keberanian mengambil inisiatif tersebut berjalan beriringan dengan tanggung jawab atas keputusan yang dibuat.
Dengan demikian, kemampuan mencari solusi di tengah keterbatasan tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dalam menjalankan tugas, tetapi juga dengan kesiapan seorang komandan mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil.
Pesan tersebut menempatkan aspek kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai dua hal yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas prajurit.
Yudo: TNI Harus Berada di Garis Depan
Selain berbicara mengenai kepemimpinan, Yudo juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi TNI dalam menghadapi perkembangan persoalan yang dapat memengaruhi kedaulatan dan keberlangsungan negara.
Ia menekankan bahwa TNI memiliki tanggung jawab untuk berada di garis depan dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang.
“Apapun yang terjadi TNI harus yang terdepan,” tegas Yudo Margono.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan rombongan Oditur Jenderal TNI.
Di samping pesan yang disampaikan secara langsung, Yudo juga menuliskan pesan bagi seluruh prajurit TNI.
“Tetaplah berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu,” tulis Yudo.
Pesan tertulis itu menekankan kembali pentingnya nilai dasar keprajuritan sebagai pedoman bagi prajurit dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis.
Dalam konteks tersebut, pesan Yudo tidak hanya menyoroti kemampuan beradaptasi terhadap keterbatasan, tetapi juga pentingnya tetap berpegang pada nilai dasar yang menjadi landasan pengabdian prajurit.
Pertemuan tersebut juga memperlihatkan fungsi anjangsana sebagai ruang komunikasi lintas generasi di lingkungan TNI.
Senior dan purnawirawan yang pernah memegang jabatan strategis dapat menjadi sumber pengalaman bagi generasi prajurit yang masih aktif menjalankan tugas.
Pengalaman tersebut terutama berkaitan dengan kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta cara menghadapi situasi yang tidak selalu ideal dalam pelaksanaan tugas.
Bagi organisasi militer, kemampuan beradaptasi dengan keadaan menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas di lapangan.
Namun, berdasarkan pesan Yudo dalam pertemuan tersebut, improvisasi tetap ditempatkan bersama unsur tanggung jawab komandan.
Artinya, keputusan untuk mengatasi keterbatasan bukan sekadar persoalan mengambil langkah alternatif, tetapi juga menyangkut konsekuensi dari keputusan tersebut.
Anjangsana Yudo dan rombongan Oditur Jenderal TNI berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 TNI.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi antara generasi prajurit aktif dengan para senior TNI.
Silaturahmi tersebut memperkuat ruang pertukaran pengalaman mengenai nilai kepemimpinan dan pengabdian yang telah dijalani oleh para senior.
Sementara bagi generasi penerus, pesan mengenai inovasi, improvisasi, tanggung jawab, serta konsistensi terhadap Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menjadi bagian dari refleksi menjelang momentum peringatan HUT TNI.
Dalam bahan yang tersedia, tidak terdapat keterangan mengenai tanggapan Oditur Jenderal TNI Mayjen TNI Tugino terhadap pesan yang disampaikan Yudo.
Karena itu, substansi yang dapat dipastikan dari pertemuan tersebut adalah pesan Yudo mengenai pentingnya inovasi dan improvisasi dalam menghadapi keterbatasan, tanggung jawab komandan atas keputusan, serta konsistensi prajurit terhadap nilai dasar keprajuritan.
Anjangsana di Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta, pada 28 September 2026 itu menjadi salah satu rangkaian silaturahmi menjelang HUT ke-81 TNI.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk merawat hubungan lintas generasi sekaligus meneruskan pengalaman kepemimpinan dari senior kepada prajurit yang masih aktif mengemban tugas.
FAQ: Yudo Margono Tekankan Inovasi dan Tanggung Jawab Komandan
Siapa yang menerima anjangsana Oditur Jenderal TNI?
Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono menerima anjangsana Oditur Jenderal TNI Mayjen TNI Tugino, S.Sos., S.H., M.M., bersama rombongan.
Kapan anjangsana Oditur Jenderal TNI kepada Yudo Margono berlangsung?
Anjangsana berlangsung pada Senin, 28 September 2026.
Di mana anjangsana Yudo Margono dan Oditur Jenderal TNI berlangsung?
Anjangsana berlangsung di Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta.
Apa pesan Yudo Margono mengenai kepemimpinan komandan?
Yudo Margono menekankan pentingnya keberanian mengambil inisiatif, mengembangkan inovasi, dan melakukan improvisasi ketika menghadapi keterbatasan. Ia juga menekankan bahwa setiap keputusan komandan harus dapat dipertanggungjawabkan.
Apa yang disampaikan Yudo Margono tentang peran TNI?
Yudo Margono menekankan bahwa TNI memiliki tanggung jawab menjaga kedaulatan dan keberlangsungan negara serta harus berada di garis depan dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang.
Apa pesan tertulis Yudo Margono kepada prajurit TNI?
Yudo Margono menulis, “Tetaplah berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.”
Apa tujuan anjangsana tersebut?
Anjangsana tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 TNI, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara jajaran TNI dengan senior dan purnawirawan serta merawat komunikasi lintas generasi.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

