Senin, 2 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Camat Pondok Melati Tegur Warga Bakar Sampah, Denda Bisa Rp50 Juta

Camat Pondok Melati Tegur Warga Bakar Sampah, Denda Bisa Rp50 Juta

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Camat Pondok Melati, Cecep Miftah Farid, S.STP., M.Si., memperingatkan warga agar menghentikan kebiasaan membakar sampah di lingkungan permukiman.

Pemerintah Kecamatan Pondok Melati menegaskan praktik tersebut tidak hanya mengganggu lingkungan dan kesehatan warga, tetapi juga berpotensi dikenai sanksi berdasarkan peraturan daerah.

Peringatan itu disampaikan setelah petugas kecamatan masih menemukan warga di wilayah RW 16 yang melakukan pembakaran sampah pada Jumat (7/8/2026).

Cecep mengatakan, pihak kecamatan telah memberikan teguran dan pembinaan kepada warga yang kedapatan membakar sampah.

Warga tersebut, kata dia, juga telah menyatakan kesanggupannya untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Hari ini saya melihat masih ada warga RW 16 yang membakar sampah. Sudah kami tegur, sudah kami berikan pembinaan, dan yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujar Cecep, Jumat (7/8/2026).

Menurut Cecep, pemerintah kecamatan tidak ingin persoalan pembakaran sampah hanya diselesaikan setelah terjadi gangguan terhadap warga sekitar.

Karena itu, pendekatan awal dilakukan melalui teguran dan pembinaan agar masyarakat memahami dampak serta konsekuensi dari tindakan tersebut.

Namun, ia menegaskan, pembinaan bukan berarti pemerintah membiarkan pelanggaran terus terjadi. Warga yang tetap melakukan pembakaran sampah dapat berhadapan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Kota Bekasi.

Cecep merujuk Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 10 Tahun 2011 tentang Ketentuan Umum Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan.

Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar penertiban terhadap aktivitas yang mengganggu ketertiban, kebersihan, dan kualitas lingkungan di wilayah Kota Bekasi.

Dalam ketentuan yang dirujuk pemerintah daerah, pelanggaran tertentu dapat dikenai sanksi pidana berupa kurungan dan/atau denda.

Ancaman denda yang disebut dalam peringatan terkait pembakaran sampah tersebut mencapai Rp50 juta.

“Jangan ada lagi yang membakar sampah. Ada aturannya, ada Perda Nomor 10 Tahun 2011. Jika melanggar, ada sanksi denda hingga Rp50 juta,” tegasnya.

Baca juga :  Bakamla Zona Tengah Buka Latihan Selam Lanjutan di Pantai Bulo, Minahasa

Pembakaran Sampah Berisiko Ganggu Kualitas Udara

Cecep menilai persoalan pembakaran sampah tidak semata-mata berkaitan dengan kebersihan lingkungan.

Asap hasil pembakaran dapat menyebar ke permukiman dan mengganggu kenyamanan serta kualitas udara yang dihirup masyarakat.

Karena itu, ia meminta warga mengubah pola pengelolaan sampah dari cara-cara yang berpotensi mencemari lingkungan menuju pengelolaan yang lebih tertib dan ramah lingkungan.

“Ayo kita tertib, ayo kita jaga lingkungan kita. Jangan sampai membakar sampah karena itu menimbulkan polusi yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi sendiri memiliki regulasi khusus mengenai pengelolaan sampah melalui Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah.

Peraturan tersebut kemudian telah mengalami perubahan, termasuk melalui Perda Kota Bekasi Nomor 9 Tahun 2017 dan Perda Nomor 2 Tahun 2021.

Dengan adanya sejumlah regulasi tersebut, persoalan sampah tidak seharusnya dipandang hanya sebagai urusan rumah tangga.

Pengelolaan sampah berkaitan dengan kebersihan, kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta kewajiban pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Cecep berharap teguran dan pembinaan yang telah diberikan kepada warga RW 16 dapat menjadi peringatan bagi masyarakat lainnya.

Ia meminta warga tidak menunggu sampai terjadi penindakan untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah.

“Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan terbebas dari praktik pembakaran sampah yang dapat merugikan banyak pihak,” pungkasnya.

Langkah Kecamatan Pondok Melati tersebut menunjukkan bahwa penanganan pembakaran sampah tidak cukup hanya dengan imbauan.

Kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor penting, tetapi kepatuhan terhadap aturan dan konsistensi pengawasan pemerintah juga diperlukan agar larangan tersebut tidak berhenti sebagai peringatan semata.**/Ugm

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Babinsa Koramil Timika Bekali Siswa Baru SMA Taruna, Tekankan Disiplin dan Bela Negara

    Babinsa Koramil Timika Bekali Siswa Baru SMA Taruna, Tekankan Disiplin dan Bela Negara

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika, 23 Juni 2026 – Babinsa Koramil 1710-02/Timika memberikan pembekalan kepada siswa baru SMA Taruna Timika guna membentuk karakter, disiplin, dan wawasan kebangsaan sejak awal pendidikan. Kegiatan berlangsung dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Taruna Timika. Sertu Tumpak Marpaung memimpin langsung pembekalan yang menyasar penguatan mental dan karakter generasi […]

  • Meriahkan HUT Ke-80 TNI AL, Lanal Banjarmasin Adakan Lomba LKPBB di Lapangan Mako

    Meriahkan HUT Ke-80 TNI AL, Lanal Banjarmasin Adakan Lomba LKPBB di Lapangan Mako

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarmasin – Lapangan Apel Mako Lanal Banjarmasin, Sabtu (13/9/2025), mendadak riuh oleh derap langkah dan sorak semangat ratusan pelajar. Mereka hadir untuk memperebutkan Piala Bergilir Danlanal Cup 2025 dalam Lomba Ketepatan Peraturan Baris Berbaris (LKPBB) tingkat SMP dan SMA sederajat se-Kalimantan Selatan. Lomba ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HUT Ke-80 TNI […]

  • Pemkab Sumedang Matangkan Strategi Eliminasi TB 2030

    Pemkab Sumedang Matangkan Strategi Eliminasi TB 2030

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang, – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus tancap gas mewujudkan target eliminasi Tuberkulosis (TB) pada 2030. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penanggulangan TB yang digelar di Sapphire City Park, Kamis (04/09/2025) dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Dalam kesempatan itu, Wabup menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.“Rakor ini diharapkan melahirkan rencana […]

  • Workaholic: Tanda-Tanda Kamu Terlalu Gila Kerja dan Cara Mengatasinya

    Workaholic: Tanda-Tanda Kamu Terlalu Gila Kerja dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Workaholic adalah kondisi psikologis yang serius dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik, mental, serta kehidupan sosial

  • Perusakan Rumah Ibadah di Padang: Luka Batin bagi Toleransi Kita

    Perusakan Rumah Ibadah di Padang: Luka Batin bagi Toleransi Kita

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie Indonesia kembali terusik oleh peristiwa yang melukai nurani kebangsaan. Minggu petang, 27 Juli 2025, sekelompok massa menyerbu rumah ibadah Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang, Sumatera Barat. Mereka bukan hanya menghentikan ibadah yang sedang berlangsung, tetapi juga menghancurkan kursi, kaca, dan rasa aman jemaat yang terdiri dari orang dewasa hingga […]

  • Panduan Lengkap Penerima dan Pencairan Dana KLJ 2025

    Panduan Lengkap Penerima dan Pencairan Dana KLJ 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Dengan mengikuti panduan di atas, bantuan dapat dicairkan secara tepat waktu dan dimanfaatkan dengan optimal

expand_less