Warga RW 07 Jatisari Hidupkan Gobak Sodor Menyambut HUT RI

Kalau ke depan ada perlombaan Gobak Sodor antar-RW tentu akan lebih menarik dan bisa semakin mempererat hubungan antarwarga,

Warga RW 07 Jatisari Hidupkan Gobak Sodor Menyambut HUT RI – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Bekasi – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Warga RW 07 menggelar rangkaian perlombaan yang melibatkan seluruh lingkungan RT, dengan salah satu agenda utama berupa kompetisi permainan tradisional Gobak Sodor yang berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan RT 03 tersebut menjadi pembuka dari maraton perlombaan yang disiapkan warga RW 07 dalam rangka menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Selain menghadirkan suasana kompetitif yang sehat, perlombaan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Ketua RW 07, Taufiq, mengatakan bahwa pemilihan Gobak Sodor sebagai salah satu cabang perlombaan didasari keinginan untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.

Menurutnya, Gobak Sodor atau yang di sejumlah daerah dikenal sebagai Galah Asin merupakan permainan beregu yang tidak hanya mengandalkan kecepatan dan ketangkasan, tetapi juga strategi serta kerja sama tim.

Dalam permainan tersebut, peserta harus melewati garis penjagaan lawan hingga ke ujung lapangan dan kembali ke titik awal tanpa tersentuh untuk memperoleh poin.

“Kami ingin masyarakat RW 07 kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional. Selain sebagai upaya melestarikan budaya lokal, kegiatan ini juga bertujuan mempererat keakraban dan memperkokoh tali silaturahmi antarwarga,” ujar Taufiq di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, kompetisi tersebut diikuti seluruh RT yang berada di wilayah RW 07.

Masing-masing RT mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk bertanding memperebutkan gelar juara tingkat RW.

“Perlombaan Gobak Sodor ini diikuti oleh delapan RT yang ada di RW 07. Setiap RT mengirimkan tim terbaiknya untuk berkompetisi secara sportif,” katanya.

Pilihan Editor :  Buka Puasa dan Santunan Yatim, Ketua MPC PP Bekasi Timur Larang Anggota Minta THR

Suasana pertandingan berlangsung semarak.

Sorak-sorai pendukung terdengar sepanjang perlombaan, menciptakan atmosfer kebersamaan yang khas dalam perayaan kemerdekaan di lingkungan permukiman.

Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak memadati area lapangan untuk menyaksikan jalannya pertandingan.

Setelah melalui serangkaian pertandingan yang berlangsung kompetitif, tim dari RT 07 berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih oleh RT 03, sementara RT 06 menempati peringkat ketiga.

Antusiasme Warga Dorong Pelestarian Permainan Tradisional

Kemeriahan perlombaan tidak hanya menarik perhatian warga RW 07. Sejumlah warga dari lingkungan sekitar juga datang untuk menyaksikan pertandingan.

Salah satunya Silvia, warga RW 09, yang mengaku sengaja hadir karena tertarik dengan konsep perlombaan yang mengangkat permainan tradisional.

Menurut Silvia, kegiatan semacam ini relatif jarang ditemukan di lingkungan lain yang umumnya lebih banyak menggelar perlombaan modern atau hiburan populer.

“Di RW lain saya jarang melihat ada perlombaan tradisional seperti ini. Menurut saya, kegiatan ini menarik karena mengingatkan kembali pada permainan yang dulu sering dimainkan,” ujarnya.

Ia menilai penyelenggaraan Gobak Sodor tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya bangsa.

Silvia berharap perlombaan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.

Bahkan, ia mengusulkan agar ke depan kompetisi Gobak Sodor dapat diperluas hingga tingkat antar-RW sehingga partisipasi masyarakat menjadi lebih luas.

“Kalau ke depan ada perlombaan Gobak Sodor antar-RW tentu akan lebih menarik dan bisa semakin mempererat hubungan antarwarga,” katanya.

Pelaksanaan perlombaan Gobak Sodor di RW 07 Jatisari menjadi salah satu contoh bagaimana peringatan HUT Kemerdekaan RI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal.

Pilihan Editor :  Tribute Chairil Anwar di Bekasi Tegaskan Peran Budaya dan Ekspresi Publik

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat, permainan tradisional dinilai masih memiliki relevansi sebagai media interaksi sosial yang mampu membangun kerja sama, sportivitas, dan solidaritas.

Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, warga RW 07 berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk perayaan seremonial, tetapi juga melalui upaya menjaga persatuan serta melestarikan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.**/Ihwan

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *