Selasa, 20 Okt 2026
Beranda » POLITIK » Survei Digdaya Ungkap Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Capai 73,3 Persen

Survei Digdaya Ungkap Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Capai 73,3 Persen

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 73,3 persen berdasarkan survei nasional Digdaya Polling & Strategy yang dilakukan pada 22–31 Juli 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden yang tercatat 56,3 persen dan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 52,7 persen.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia.

Responden merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah yang dipilih secara acak sistematis.

Digdaya Polling & Strategy menyebut survei dilakukan melalui wawancara tatap muka.

Dengan jumlah responden tersebut, survei memiliki margin of error sebesar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti Digdaya Polling & Strategy, Fadhil Abdurrahim, mengatakan angka kepercayaan terhadap Prabowo menunjukkan posisi figur Presiden masih relatif kuat dalam persepsi publik.

“Tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo yang mencapai 73,3 persen menunjukkan bahwa secara personal maupun sebagai kepala pemerintahan, Prabowo masih memiliki modal kepercayaan publik yang kuat. Namun, angka ini perlu dibaca secara berbeda dari tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden maupun pemerintahan secara keseluruhan,” kata Fadhil.

Temuan survei juga memperlihatkan adanya perbedaan antara kepercayaan publik terhadap figur Presiden dan penilaian terhadap kinerja pemerintahannya.

Tingkat kepercayaan terhadap Prabowo tercatat 73,3 persen.

Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja Presiden berada di angka 56,3 persen. Adapun kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan mencapai 52,7 persen.

Perbedaan angka tersebut menurut Digdaya menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap seorang pemimpin tidak secara otomatis berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat terhadap hasil kerja pemerintahan.

Fadhil mengatakan temuan itu perlu menjadi perhatian pemerintah dalam mempertahankan kepercayaan publik.

Pilihan Editor :  Brimob Polda Metro Jaya Siagakan Pasukan dalam Apel Operasi Merdeka Jaya 2025

“Ada selisih yang cukup besar antara trust terhadap Presiden dengan satisfaction terhadap kinerjanya. Ini menunjukkan bahwa sebagian publik masih memberikan kepercayaan kepada figur Presiden, tetapi pada saat yang sama memiliki evaluasi yang lebih kritis terhadap capaian kinerja pemerintah,” ujarnya.

TNI Paling Dipercaya, DPR Catat Ketidakpercayaan Tertinggi

Selain mengukur kepercayaan terhadap Presiden, survei Digdaya juga mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah lembaga dan institusi publik.

TNI menempati posisi tertinggi dengan tingkat kepercayaan 79,5 persen.

Presiden berada pada angka 73,3 persen, sedangkan Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu tercatat memperoleh tingkat kepercayaan 73,4 persen.

Berdasarkan angka tersebut, TNI, Bawaslu, dan Presiden masuk dalam kelompok dengan tingkat kepercayaan publik relatif tinggi dalam pengukuran Digdaya.

Sebaliknya, sejumlah institusi politik mencatat tingkat ketidakpercayaan yang lebih tinggi.

DPR menjadi institusi dengan tingkat ketidakpercayaan tertinggi dalam temuan tersebut.

Sebanyak 44,5 persen responden menyatakan tidak percaya atau sangat tidak percaya terhadap DPR.

Polri berada di posisi berikutnya dengan tingkat ketidakpercayaan 38,9 persen.

Sementara itu, partai politik tercatat memiliki tingkat ketidakpercayaan sebesar 37,5 persen.

Menurut Fadhil, pola tersebut menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap berbagai institusi berdasarkan fungsi dan peran masing-masing.

“Polanya cukup jelas. Institusi yang memiliki fungsi simbolik, keamanan, dan kepemimpinan nasional cenderung memperoleh tingkat kepercayaan lebih tinggi dibandingkan institusi politik representatif,” kata Fadhil.

Ia menilai rendahnya tingkat kepercayaan terhadap DPR dan partai politik menjadi tantangan bagi institusi demokrasi representatif untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.

Namun, hasil survei tersebut perlu dibaca sesuai konteks metodologi dan waktu pelaksanaannya.

Survei Digdaya dilakukan pada 22–31 Juli 2026 sehingga angka yang diperoleh menggambarkan persepsi responden pada periode pengumpulan data tersebut.

Pilihan Editor :  Terjadi Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta, Jemaah dan Siswa Berhamburan

Digdaya menilai tingginya tingkat kepercayaan terhadap Presiden dapat menjadi modal bagi pemerintah dalam menjalankan agenda kebijakan.

Pada saat yang sama, jarak antara tingkat kepercayaan dan kepuasan terhadap kinerja menunjukkan bahwa masyarakat tetap memberikan penilaian terhadap hasil kerja pemerintahan.

Fadhil mengatakan pemerintah tidak cukup hanya mempertahankan tingkat kepercayaan terhadap figur Presiden.

Menurut dia, kepercayaan tersebut perlu diikuti capaian kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kepercayaan merupakan modal yang penting, tetapi modal tersebut perlu dikonversi menjadi kepuasan melalui capaian kebijakan yang konkret dan dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan tantangan pemerintah bukan hanya menjaga tingkat kepercayaan terhadap Presiden, tetapi juga meningkatkan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.

Temuan Digdaya memperlihatkan tiga indikator yang berbeda.

Kepercayaan terhadap Presiden berada pada angka 73,3 persen, kepuasan terhadap kinerja Presiden 56,3 persen, sedangkan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 52,7 persen.

Perbedaan tersebut menjadi indikator bahwa publik dapat memberikan penilaian berbeda terhadap figur Presiden dan kinerja pemerintahan.

Karena itu, angka kepercayaan tidak dapat secara langsung disamakan dengan tingkat kepuasan terhadap kebijakan atau capaian pemerintahan.

Digdaya menyatakan konsistensi kebijakan, efektivitas pelaksanaan program, dan komunikasi publik menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pemerintah untuk mempertahankan kepercayaan sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat.

Survei nasional Digdaya Polling & Strategy dilaksanakan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak sistematis dan tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia.

Responden merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Survei memiliki margin of error ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dengan metodologi tersebut, Digdaya memotret persepsi publik terhadap Presiden, pemerintahan, serta sejumlah institusi publik pada periode survei.

Pilihan Editor :  Pemerintah Harus Lakukan High Diplomacy untuk Lindungi Pekerja Migran

Hasilnya menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap Presiden masih berada di atas tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden maupun pemerintahan secara keseluruhan.

(Adis/Red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • Danlanal Sabang Ajak Pendidik Jadi Teladan pada Peringatan Hardikda Ke-66

    Danlanal Sabang Ajak Pendidik Jadi Teladan pada Peringatan Hardikda Ke-66

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sabang – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (2/9/2025), saat peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Ke-66 digelar. Upacara dipimpin langsung Wakil Gubernur Aceh, Fathullah, dan turut dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat SKPA, ASN, serta ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, […]

  • Yonmarhanlan III Tunjukkan Kepedulian: Perwira Kompi Markas Kunjungi Keluarga Prajurit yang Sedang Sakit

    Yonmarhanlan III Tunjukkan Kepedulian: Perwira Kompi Markas Kunjungi Keluarga Prajurit yang Sedang Sakit

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Yonmarhanlan III dalam memberikan perhatian kepada prajurit dan keluarganya

  • Kedekatan Polisi dan Petani di Jawa Barat, Wujud Sinergi untuk Ketahanan Pangan

    Kedekatan Polisi dan Petani di Jawa Barat, Wujud Sinergi untuk Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan. Melalui program pendampingan, pengamanan, hingga kemitraan, polisi hadir langsung di sawah dan ladang untuk mendengarkan aspirasi serta membantu kebutuhan para petani. Polisi terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari penanaman bersama petani, pengecekan pupuk bersubsidi, memfasilitasi […]

  • Komandan Lanal Bandung Hadiri Apel Ojol Kamtibmas

    Komandan Lanal Bandung Hadiri Apel Ojol Kamtibmas

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Bandung — Ribuan pengemudi ojek online (ojol) memadati Lapangan Upakarti Soreng, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/11/2025), dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Mereka hadir mengikuti Apel Ojol Kamtibmas, sebuah kegiatan yang digagas Polda Jawa Barat untuk memperkuat kemitraan antara Polri dan komunitas masyarakat, termasuk para pengemudi ojol sebagai garda terdepan di jalanan. Dalam apel […]

  • 1.683 Prajurit Kodam XXIV/MT Raih Sabuk Hitam INKAI, Pecahkan Rekor MURI

    1.683 Prajurit Kodam XXIV/MT Raih Sabuk Hitam INKAI, Pecahkan Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Merauke – Sebuah prestasi monumental dicatatkan Kodam XXIV/Mandala Trikora. Sebanyak 1.683 prajurit resmi dikukuhkan sebagai pemegang Sabuk Hitam INKAI, sekaligus mengantarkan Kodam XXIV/MT meraih Rekor MURI sebagai penyelenggara Ujian Karate Sabuk Hitam dengan Peserta Prajurit Terbanyak. Upacara pengukuhan dipimpin langsung oleh Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto di Lapangan Upacara Kodam, Jl. Poros Tanah Miring, […]

  • 42 Batang Kayu Hasil Ilegal Logging Berhasil Diamankan Satgas Yonkav 12/BC di Perbatasan RI-Malaysia

    42 Batang Kayu Hasil Ilegal Logging Berhasil Diamankan Satgas Yonkav 12/BC di Perbatasan RI-Malaysia

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kayu berjenis Merantik dan Pilung ini sudah dibetuk sedemikian rupa dan sepetinya sudah akan dijual oleh pelaku penebangan liar itu

expand_less