Rabu, 4 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Orang Tua Mengaku Diintimidasi dan Diminta Uang Jutaan di Polsek Cilincing

Orang Tua Mengaku Diintimidasi dan Diminta Uang Jutaan di Polsek Cilincing

  • account_circle Tama
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Persoalan kepulangan lima remaja yang sebelumnya diamankan di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, kembali mencuat setelah salah satu orang tua mengaku mendapat tekanan dan diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada seseorang bernama Dachi yang mengaku sebagai penasihat hukum.

Selain persoalan uang, keluarga juga mempertanyakan status Dachi sebagai kuasa hukum serta cara pendampingan yang dilakukan selama proses di kepolisian.

Lima remaja berinisial MR, ADK, MFS, MH, dan NAD sebelumnya diamankan di Polsek Cilincing pada Sabtu (22/8/2026) dini hari.

Mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing setelah dijemput orang tua pada Minggu (23/8/2026).

Persoalan mengenai dugaan permintaan uang tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh sejumlah orang tua.

Mereka mengaku diminta menyiapkan uang dalam jumlah jutaan rupiah oleh Dachi yang disebut mendampingi para remaja selama berada di Polsek Cilincing.

Salah satu orang tua, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi keamanan keluarga, kini kembali memberikan keterangan.

Ia mengaku bukan hanya diminta menyerahkan uang, tetapi juga mendapat perlakuan intimidasi dan tidak mencerminkan prilaku Advokat.

“Saya dibentak-bentak dan dipaksa untuk menyerahkan uang jutaan agar anak keluar dari Polsek,” ujar orang tua tersebut kepada wartawan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Dachi membenarkan bahwa dirinya mendampingi kelima remaja tersebut.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai dasar kewenangannya sebagai penasihat hukum, ia belum menjelaskan secara rinci mengenai surat kuasa dari keluarga atau dasar penunjukannya.

“Iya, saya yang mendampingi, Bang. Kebetulan saya ada perkara dan kebetulan anak-anak itu harus didampingi. Ya sudah, saya berkenan saja,” ujar Dachi kepada awak media melalui sambungan telepon, Senin (24/8/2026).

Saat ditanya mengenai uang jutaan rupiah yang disebut diminta kepada orang tua, Dachi juga tidak menjelaskan secara spesifik jumlah, tujuan, maupun dasar pembayaran tersebut.

Baca juga :  Babinsa Kodim 1710/Mimika Rutin Kawal Siswa Menyeberang Jalan

“Jadi begini abangku, namanya juga wajar abang bertanya. Cuma pertanyaan ini bukan saya tidak mau jawab. Ini juga sudah termasuk ke dapur saya. Namanya saya penasihat hukum, kalau ngomongin terkait itu bukan hal yang kaku, dan saya dilindungi untuk itu, kecuali saya polisi,” kata Dachi dalam konfirmasi sebelumnya.

Pernyataan tersebut belum menjelaskan apakah uang yang diberikan keluarga merupakan honor jasa hukum, biaya operasional, atau pembayaran untuk keperluan lain.

Karena itu, tujuan dan dasar pembayaran tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan.

Polisi Sebut Prosedur Sesuai SOP, Status Dachi Belum Diketahui

Di sisi lain, pihak Polsek Cilincing menyatakan proses penanganan terhadap kelima remaja tersebut telah berjalan sesuai prosedur operasional standar atau SOP.

Aipda Coko Handoko, S.H., selaku Humas Polsek Cilincing, mengatakan dirinya telah meminta penjelasan kepada pihak yang menangani perkara tersebut.

“Saya sudah tanyakan langsung Kanitnya, Bang. Kata beliau sudah sesuai SOP,” kata Coko kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

Namun, ketika ditanya mengenai status Dachi sebagai penasihat hukum atau kuasa hukum yang mendampingi para remaja, Coko menyatakan tidak mengetahui secara pasti mengenai dasar penunjukannya.

“Soal penunjukan kuasa hukum atau pemberian kuasa, silakan ditanyakan langsung ke Dachi-nya ya, Bang,” ujar Coko.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan mengenai status dan dasar kewenangan Dachi sebagai pihak yang mendampingi para remaja masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Orang tua juga mengaku sejak awal tidak memahami posisi Dachi dalam proses tersebut.

Menurutnya, keberadaan Dachi di ruangan dan dominannya komunikasi melalui dirinya membuat keluarga mengira bahwa Dachi merupakan bagian dari kepolisian.

“Saya kira di awal Dachi itu polisi, Bang, soalnya di ruangan hanya ada dia dan seluruh urusan hanya melalui dia. Bahkan kami mau bertanya ke polisi, dia marah-marah,” kata orang tua tersebut.

Baca juga :  Wabup Fajar Temui 25 Pelajar Terjaring Razia, Beri Pesan Bijak

Pengakuan itu menjadi salah satu alasan keluarga mempertanyakan pola pendampingan yang mereka alami.

Persoalan ini juga menempatkan status Dachi sebagai penasihat hukum dalam sorotan.

Orang tua meminta kepastiasn, apabila benar bertindak sebagai kuasa hukum, dasar hubungan hukum dengan klien, termasuk surat kuasa dan bentuk jasa yang diberikan, menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan kepada keluarga.

Demikian pula mengenai pembayaran. Jika uang yang diberikan merupakan honor jasa hukum, keluarga berhak memperoleh kejelasan mengenai jumlah dan peruntukannya berdasarkan kesepakatan dengan pihak yang memberikan jasa.

Sebaliknya, apabila uang tersebut berkaitan dengan proses kepolisian, dasar dan mekanisme pembayarannya perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi seolah-olah pembayaran menjadi syarat untuk membebaskan seseorang.

Polsek Cilincing melalui Coko telah menyatakan bahwa prosedur penanganan telah sesuai SOP.

Namun, pernyataan tersebut belum secara khusus menjawab persoalan mengenai permintaan uang kepada keluarga maupun status Dachi dalam pendampingan para remaja.

Redaksi telah memberikan ruang kepada pihak keluarga, Dachi, dan kepolisian untuk menyampaikan keterangan masing-masing.

Hingga berita ini ditulis, Upaya konfirmasi lanjutan mengenai status kuasa hukum, rincian uang jutaan, dan dugaan perlakuan intimidasi telah dilakukan kepada Dachi, namun tidak mendapatkan tanggapan dan terkesan bungkam serta menghindari awak media.

Perkembangan dan keterangan resmi dari pihak terkait akan menjadi bagian penting dalam pembaruan pemberitaan berikutnya.

(Tim/Red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • DPRD Sumedang Gerak Cepat: Revitalisasi Pasar Parakanmuncang untuk Kesejahteraan

    DPRD Sumedang Gerak Cepat: Revitalisasi Pasar Parakanmuncang untuk Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Pasar Parakanmuncang, yang terletak di Kecamatan Cimanggung, Sumedang, kini mendapat perhatian serius dari DPRD Sumedang setelah kondisi pasar yang memprihatinkan menjadi sorotan publik. Ketua DPRD, H. Sidik Jafar, bersama lima anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pasar yang merupakan salah satu pintu gerbang utama Kabupaten […]

  • Operasi Berantas Jaya 2025: Polres Metro Tangerang Amankan 37 Pelaku Premanisme

    Operasi Berantas Jaya 2025: Polres Metro Tangerang Amankan 37 Pelaku Premanisme

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Operasi Berantas Jaya 2025 menjadi langkah konkret Polres Metro Tangerang dalam menanggulangi aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

  • Kasus Pemerasan di Imigrasi Soekarno-Hatta: Kedubes China Bersurat, Pejabat Dicopot

    Kasus Pemerasan di Imigrasi Soekarno-Hatta: Kedubes China Bersurat, Pejabat Dicopot

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal. Mereka akan kita hukum sesuai kadar pertanggungjawaban

  • Tradisi Sakral Pelaut Muda di Atas KRI Teluk Amboina-503

    Tradisi Sakral Pelaut Muda di Atas KRI Teluk Amboina-503

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL – Puluhan siswa dari Satuan Pendidikan (Satdik) I Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) menjalani tradisi sakral Mandi Khatulistiwa di atas KRI Teluk Amboina-503, Senin (19/5). Upacara simbolis ini digelar tepat saat kapal melintasi garis khatulistiwa, menjadi penanda penting bagi para pelaut muda yang pertama kali melewati lintang nol derajat. […]

  • Kodaeral I Jalankan Misi Kemanusiaan, Layanan Kesehatan Jemput Bola untuk Warga Aceh Tamiang

    Kodaeral I Jalankan Misi Kemanusiaan, Layanan Kesehatan Jemput Bola untuk Warga Aceh Tamiang

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Belawan – Komando Daerah TNI AL I (Kodaeral I) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Selama tiga hari, Satgas penanggulangan bencana Kodaeral I melaksanakan misi kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan bergerak di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (7/12/2025). Menggunakan pola layanan jemput bola, tim kesehatan TNI AL mendatangi sejumlah desa yang terdampak hingga […]

  • Indonesia Open Taekwondo Asia 2026 Resmi Bergulir

    Indonesia Open Taekwondo Asia 2026 Resmi Bergulir

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 resmi bergulir di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Sebanyak 531 atlet dari 36 negara mengikuti kejuaraan level G2 World Taekwondo yang menjadi bagian dari pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Kejuaraan tersebut menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah ajang taekwondo internasional setelah hampir dua dekade. […]

expand_less