Orang Tua Mengaku Diintimidasi dan Diminta Uang Jutaan di Polsek Cilincing

Saya dibentak-bentak dan dipaksa untuk menyerahkan uang jutaan agar anak keluar dari Polsek,

Orang Tua Mengaku Diintimidasi dan Diminta Uang Jutaan di Polsek Cilincing – Gensa Media Indonesia/Foto Istimewa
-AA+

JAKARTA – Persoalan kepulangan lima remaja yang sebelumnya diamankan di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, kembali mencuat setelah salah satu orang tua mengaku mendapat tekanan dan diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada seseorang bernama Dachi yang mengaku sebagai penasihat hukum.

Selain persoalan uang, keluarga juga mempertanyakan status Dachi sebagai kuasa hukum serta cara pendampingan yang dilakukan selama proses di kepolisian.

Lima remaja berinisial MR, ADK, MFS, MH, dan NAD sebelumnya diamankan di Polsek Cilincing pada Sabtu (22/8/2026) dini hari.

Mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing setelah dijemput orang tua pada Minggu (23/8/2026).

Persoalan mengenai dugaan permintaan uang tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh sejumlah orang tua.

Advertisement

Mereka mengaku diminta menyiapkan uang dalam jumlah jutaan rupiah oleh Dachi yang disebut mendampingi para remaja selama berada di Polsek Cilincing.

Salah satu orang tua, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi keamanan keluarga, kini kembali memberikan keterangan.

Ia mengaku bukan hanya diminta menyerahkan uang, tetapi juga mendapat perlakuan intimidasi dan tidak mencerminkan prilaku Advokat.

“Saya dibentak-bentak dan dipaksa untuk menyerahkan uang jutaan agar anak keluar dari Polsek,” ujar orang tua tersebut kepada wartawan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Dachi membenarkan bahwa dirinya mendampingi kelima remaja tersebut.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai dasar kewenangannya sebagai penasihat hukum, ia belum menjelaskan secara rinci mengenai surat kuasa dari keluarga atau dasar penunjukannya.

“Iya, saya yang mendampingi, Bang. Kebetulan saya ada perkara dan kebetulan anak-anak itu harus didampingi. Ya sudah, saya berkenan saja,” ujar Dachi kepada awak media melalui sambungan telepon, Senin (24/8/2026).

Pilihan Editor :  Regenerasi Kepemimpinan TNI Diperkuat, Mabes TNI Gelar Sertijab Strategis

Saat ditanya mengenai uang jutaan rupiah yang disebut diminta kepada orang tua, Dachi juga tidak menjelaskan secara spesifik jumlah, tujuan, maupun dasar pembayaran tersebut.

“Jadi begini abangku, namanya juga wajar abang bertanya. Cuma pertanyaan ini bukan saya tidak mau jawab. Ini juga sudah termasuk ke dapur saya. Namanya saya penasihat hukum, kalau ngomongin terkait itu bukan hal yang kaku, dan saya dilindungi untuk itu, kecuali saya polisi,” kata Dachi dalam konfirmasi sebelumnya.

Pernyataan tersebut belum menjelaskan apakah uang yang diberikan keluarga merupakan honor jasa hukum, biaya operasional, atau pembayaran untuk keperluan lain.

Karena itu, tujuan dan dasar pembayaran tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan.

Polisi Sebut Prosedur Sesuai SOP, Status Dachi Belum Diketahui

Di sisi lain, pihak Polsek Cilincing menyatakan proses penanganan terhadap kelima remaja tersebut telah berjalan sesuai prosedur operasional standar atau SOP.

Aipda Coko Handoko, S.H., selaku Humas Polsek Cilincing, mengatakan dirinya telah meminta penjelasan kepada pihak yang menangani perkara tersebut.

“Saya sudah tanyakan langsung Kanitnya, Bang. Kata beliau sudah sesuai SOP,” kata Coko kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

Namun, ketika ditanya mengenai status Dachi sebagai penasihat hukum atau kuasa hukum yang mendampingi para remaja, Coko menyatakan tidak mengetahui secara pasti mengenai dasar penunjukannya.

“Soal penunjukan kuasa hukum atau pemberian kuasa, silakan ditanyakan langsung ke Dachi-nya ya, Bang,” ujar Coko.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan mengenai status dan dasar kewenangan Dachi sebagai pihak yang mendampingi para remaja masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Orang tua juga mengaku sejak awal tidak memahami posisi Dachi dalam proses tersebut.

Pilihan Editor :  Muslim Pro Berbagi 1000 Takjil di Tiga Titik Jakarta

Menurutnya, keberadaan Dachi di ruangan dan dominannya komunikasi melalui dirinya membuat keluarga mengira bahwa Dachi merupakan bagian dari kepolisian.

“Saya kira di awal Dachi itu polisi, Bang, soalnya di ruangan hanya ada dia dan seluruh urusan hanya melalui dia. Bahkan kami mau bertanya ke polisi, dia marah-marah,” kata orang tua tersebut.

Pengakuan itu menjadi salah satu alasan keluarga mempertanyakan pola pendampingan yang mereka alami.

Persoalan ini juga menempatkan status Dachi sebagai penasihat hukum dalam sorotan.

Orang tua meminta kepastiasn, apabila benar bertindak sebagai kuasa hukum, dasar hubungan hukum dengan klien, termasuk surat kuasa dan bentuk jasa yang diberikan, menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan kepada keluarga.

Demikian pula mengenai pembayaran. Jika uang yang diberikan merupakan honor jasa hukum, keluarga berhak memperoleh kejelasan mengenai jumlah dan peruntukannya berdasarkan kesepakatan dengan pihak yang memberikan jasa.

Sebaliknya, apabila uang tersebut berkaitan dengan proses kepolisian, dasar dan mekanisme pembayarannya perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi seolah-olah pembayaran menjadi syarat untuk membebaskan seseorang.

Polsek Cilincing melalui Coko telah menyatakan bahwa prosedur penanganan telah sesuai SOP.

Namun, pernyataan tersebut belum secara khusus menjawab persoalan mengenai permintaan uang kepada keluarga maupun status Dachi dalam pendampingan para remaja.

Redaksi telah memberikan ruang kepada pihak keluarga, Dachi, dan kepolisian untuk menyampaikan keterangan masing-masing.

Hingga berita ini ditulis, Upaya konfirmasi lanjutan mengenai status kuasa hukum, rincian uang jutaan, dan dugaan perlakuan intimidasi telah dilakukan kepada Dachi, namun tidak mendapatkan tanggapan dan terkesan bungkam serta menghindari awak media.

Perkembangan dan keterangan resmi dari pihak terkait akan menjadi bagian penting dalam pembaruan pemberitaan berikutnya.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Lepas Satgas Kontingen Garuda UNIFIL 2025: Jaga Perdamaian, Harumkan Nama Bangsa

(Tim/Red)

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti