Rabu, 21 Okt 2026
Beranda » EDITORIAL » Data Kemiskinan Amburadul, Aktivis Desak Pemerintah Audit BPS

Data Kemiskinan Amburadul, Aktivis Desak Pemerintah Audit BPS

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Aktivis kemanusiaan Frits Saikat mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan kemiskinan yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial.

Ia menilai ketidakakuratan data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat miskin yang semestinya menjadi penerima manfaat program pemerintah.

Frits mengatakan persoalan data kemiskinan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persoalan administratif atau teknis.

Menurut dia, kesalahan dalam menentukan kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil dapat berimplikasi terhadap akses warga terhadap berbagai program perlindungan sosial.

“Kami di lapangan melihat dan merasakan langsung betapa runyamnya dampak dari data desil kemiskinan yang amburadul,” kata Frits dalam pernyataannya, Jakarta.

Ia menilai kesalahan pendataan berpotensi membuat masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

Pada saat yang sama, menurut Frits, terdapat kemungkinan warga yang dinilai tidak memenuhi kriteria justru memperoleh bantuan.

“Jangan biarkan kesalahan pendataan ini terus berulang dan dianggap sekadar kesalahan administratif atau teknis biasa. Bagi masyarakat kecil, data yang tidak akurat ini adalah persoalan hidup dan mati,” ujarnya.

Frits mencontohkan dampak pendataan yang tidak tepat dapat dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut dia, akurasi data dapat menentukan apakah keluarga miskin memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, akses layanan kesehatan, hingga pendidikan anak.

Ia juga mengaku kerap menemukan warga yang menurut penilaiannya berada dalam kondisi miskin dan rentan, tetapi tidak tercantum sebagai penerima bantuan sosial.

“Sering kali kami menemui warga yang benar-benar miskin, papa, dan terpinggirkan justru tersingkir dari daftar penerima bansos. Sebaliknya, mereka yang tidak berhak malah menikmati bantuan negara. Ini ironi besar yang mencederai keadilan sosial,” kata Frits.

Pilihan Editor :  Dua Kali Serbu Batavia, Mengapa Pasukan Sultan Agung Gagal Menaklukkan VOC?

Desak Pemerintah Evaluasi dan Audit

Atas kondisi tersebut, Frits mendesak pemerintah pusat mengambil langkah evaluasi terhadap sistem pendataan yang digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.

Ia secara khusus meminta pemerintah memastikan proses pendataan, pemutakhiran, verifikasi, dan pemanfaatan data berjalan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Frits juga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan setiap lembaga yang mengelola dan menghasilkan data untuk kepentingan kebijakan publik bekerja secara profesional serta memiliki mekanisme pengawasan yang memadai.

“Kami dari kalangan kemanusiaan mendesak Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk tidak tinggal diam,” ujar Frits.

Ia kemudian mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif terhadap penggunaan anggaran negara yang dialokasikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya apabila terdapat indikasi persoalan dalam pelaksanaan program yang berkaitan dengan pendataan kemiskinan.

Menurut Frits, penggunaan anggaran negara harus disertai pertanggungjawaban yang transparan dan dapat diukur berdasarkan hasil yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami dengan tegas mendesak agar segera dilakukan audit investigatif oleh BPK terhadap aliran dana APBN yang dialokasikan ke BPS,” katanya.

Frits menilai audit diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan dan tujuan program. Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi sistem pendataan secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Bongkar aliran dananya, evaluasi total sistemnya, jangan sampai uang negara justru menjadi sia-sia di tengah jeritan rakyat yang semakin terjepit,” kata dia.

Desakan audit yang disampaikan Frits pada akhirnya menjadi bagian dari kritik masyarakat sipil terhadap tata kelola data dan penggunaan anggaran negara.

Pemerintah dan lembaga terkait memiliki ruang untuk memberikan penjelasan serta menunjukkan data dan mekanisme pengawasan yang dapat memastikan bantuan sosial benar-benar diterima kelompok masyarakat yang berhak.

Pilihan Editor :  Delapan Orang Digantung di Bekasi, Jejak Berdarah Pemberontakan Tambun

(Rls/Red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • Tanam Cabai hingga Rawat Ikan, Brimob Batalyon A Pelopor Gaungkan Ketahanan Pangan

    Tanam Cabai hingga Rawat Ikan, Brimob Batalyon A Pelopor Gaungkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Suasana berbeda tampak di samping Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya. Sejumlah personel terlihat sibuk menggemburkan tanah, menyiram tanaman, hingga menebar pakan ke kolam ikan. Bukan sedang latihan taktis, melainkan melaksanakan kegiatan perawatan lahan ketahanan pangan sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap program swasembada pangan. Dengan lahan terbatas, personel memanfaatkannya secara […]

  • Sinarmas Multifinance Tidak Merespon, YLBHGKI Layangkan Surat ke OJK dan Kantor Pusat

    Sinarmas Multifinance Tidak Merespon, YLBHGKI Layangkan Surat ke OJK dan Kantor Pusat

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Pihak YLBHGKI juga membuka opsi untuk melakukan pelaporan ke Komisi Yudisial, Ombudsman RI, dan bahkan jalur hukum apabila…

  • Jadi Korban Perampokan, Pemilik Toko Sembako Ditemukan Tewas di Pondok Gede

    Jadi Korban Perampokan, Pemilik Toko Sembako Ditemukan Tewas di Pondok Gede

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Di sana, ia mendapati ayahnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dengan tubuh tertimbun kardus air mineral dan penuh darah

  • Lanal Bengkulu Meriahkan HUT Armada RI Danlanal Cup Lewat Lomba Burung Berkicau

    Lanal Bengkulu Meriahkan HUT Armada RI Danlanal Cup Lewat Lomba Burung Berkicau

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkulu – Suasana Lapangan Sepak Bola Mako Lanal Bengkulu berubah semarak pada Minggu (30/11/2025) ketika ratusan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu berkumpul untuk mengikuti Lomba Burung Berkicau Danlanal Cup. Kegiatan yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam menyambut HUT Armada RI Ke-80. Sejak pagi, peserta tampak […]

  • Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Kemandirian Pangan

    Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Kemandirian Pangan

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Nduga – Tokoh adat perempuan Kabupaten Nduga, Ibu Pendimen Kogoya, mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya alam sekitar. Ajakan tersebut menekankan pentingnya kemandirian pangan berbasis potensi lokal untuk membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri. Pendimen menyampaikan dorongan itu di Kabupaten Nduga. Namun, sumber informasi tidak mencantumkan […]

  • Bupati Dony, Setiap Jumat ASN di Sumedang Ngantor Naik Angkutan Umum

    Bupati Dony, Setiap Jumat ASN di Sumedang Ngantor Naik Angkutan Umum

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengeluarkan Surat Edaran Nomor 60 Tahun 2025 Tentang Penggunaan Angkutan Umum bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang setiap Hari Jumat. Surat dibuat dalam rangka mendukung program pengurangan emisi karbon dan pemanfaatan energi ramah lingkungan, serta untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam penggunaan moda transportasi umum yang efisien, […]

expand_less