Rabu, 30 Sep 2026
Beranda » EDITORIAL » Data Kemiskinan Amburadul, Aktivis Desak Pemerintah Audit BPS

Data Kemiskinan Amburadul, Aktivis Desak Pemerintah Audit BPS

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

BEKASI – Aktivis kemanusiaan Frits Saikat mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan kemiskinan yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial.

Ia menilai ketidakakuratan data dapat berdampak langsung terhadap masyarakat miskin yang semestinya menjadi penerima manfaat program pemerintah.

Frits mengatakan persoalan data kemiskinan tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persoalan administratif atau teknis.

Menurut dia, kesalahan dalam menentukan kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil dapat berimplikasi terhadap akses warga terhadap berbagai program perlindungan sosial.

“Kami di lapangan melihat dan merasakan langsung betapa runyamnya dampak dari data desil kemiskinan yang amburadul,” kata Frits dalam pernyataannya, Jakarta.

Ia menilai kesalahan pendataan berpotensi membuat masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

Pada saat yang sama, menurut Frits, terdapat kemungkinan warga yang dinilai tidak memenuhi kriteria justru memperoleh bantuan.

“Jangan biarkan kesalahan pendataan ini terus berulang dan dianggap sekadar kesalahan administratif atau teknis biasa. Bagi masyarakat kecil, data yang tidak akurat ini adalah persoalan hidup dan mati,” ujarnya.

Frits mencontohkan dampak pendataan yang tidak tepat dapat dirasakan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut dia, akurasi data dapat menentukan apakah keluarga miskin memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, akses layanan kesehatan, hingga pendidikan anak.

Ia juga mengaku kerap menemukan warga yang menurut penilaiannya berada dalam kondisi miskin dan rentan, tetapi tidak tercantum sebagai penerima bantuan sosial.

“Sering kali kami menemui warga yang benar-benar miskin, papa, dan terpinggirkan justru tersingkir dari daftar penerima bansos. Sebaliknya, mereka yang tidak berhak malah menikmati bantuan negara. Ini ironi besar yang mencederai keadilan sosial,” kata Frits.

Pilihan Editor :  Laporan Tirta Patriot Masih Berproses

Desak Pemerintah Evaluasi dan Audit

Atas kondisi tersebut, Frits mendesak pemerintah pusat mengambil langkah evaluasi terhadap sistem pendataan yang digunakan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.

Ia secara khusus meminta pemerintah memastikan proses pendataan, pemutakhiran, verifikasi, dan pemanfaatan data berjalan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Frits juga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan setiap lembaga yang mengelola dan menghasilkan data untuk kepentingan kebijakan publik bekerja secara profesional serta memiliki mekanisme pengawasan yang memadai.

“Kami dari kalangan kemanusiaan mendesak Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk tidak tinggal diam,” ujar Frits.

Ia kemudian mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif terhadap penggunaan anggaran negara yang dialokasikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya apabila terdapat indikasi persoalan dalam pelaksanaan program yang berkaitan dengan pendataan kemiskinan.

Menurut Frits, penggunaan anggaran negara harus disertai pertanggungjawaban yang transparan dan dapat diukur berdasarkan hasil yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami dengan tegas mendesak agar segera dilakukan audit investigatif oleh BPK terhadap aliran dana APBN yang dialokasikan ke BPS,” katanya.

Frits menilai audit diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan dan tujuan program. Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi sistem pendataan secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.

“Bongkar aliran dananya, evaluasi total sistemnya, jangan sampai uang negara justru menjadi sia-sia di tengah jeritan rakyat yang semakin terjepit,” kata dia.

Desakan audit yang disampaikan Frits pada akhirnya menjadi bagian dari kritik masyarakat sipil terhadap tata kelola data dan penggunaan anggaran negara.

Pemerintah dan lembaga terkait memiliki ruang untuk memberikan penjelasan serta menunjukkan data dan mekanisme pengawasan yang dapat memastikan bantuan sosial benar-benar diterima kelompok masyarakat yang berhak.

Pilihan Editor :  PLTS Bekasi Mulai Dibangun 26 Agustus, Lahan 12 Hektare Disiapkan

(Rls/Red)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menarik Dibaca

  • Kodaeral I Sambut Kunjungan Pasis Seskoau A-63

    Kodaeral I Sambut Kunjungan Pasis Seskoau A-63

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I kembali menjadi tuan rumah kegiatan strategis. Kali ini, rombongan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-63 Tahun Pendidikan 2025 berkunjung ke Makodaeral I dalam rangka Kuliah Kerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), Rabu (27/8/2025). Rombongan dipimpin oleh Dirjian Air Power Seskoau Kolonel […]

  • Cara Menjual Mobil Lesing Yang Sedang Menunggak Cicilan

    Cara Menjual Mobil Lesing Yang Sedang Menunggak Cicilan

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Anda dapat dengan sangat mudah menemukan aktivitas jual beli mobil yang masih dalam status kredit di berbagai group atau forum yang ada

  • Danlanal Bandung Lepas Tukik ke Laut Ujung Genteng

    Danlanal Bandung Lepas Tukik ke Laut Ujung Genteng

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung — Dalam suasana pagi yang cerah di Pesisir Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CIQaR., memimpin kegiatan pelepasan anak penyu atau tukik ke habitat aslinya, Minggu (12/10/2025). Kegiatan penuh makna ini dilakukan bersama Danposal Ujung Genteng dan Staf Administrasi Penangkaran […]

  • 32 Prajurit Kodim 1710/Mimika Jalani Tes Samapta, Tiket Menuju Kenaikan Pangkat

    32 Prajurit Kodim 1710/Mimika Jalani Tes Samapta, Tiket Menuju Kenaikan Pangkat

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika — Matahari pagi baru saja menyinari Lapangan Makodim 1710/Mimika di Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, namun semangat puluhan prajurit sudah membara. Sebanyak 32 personel Kodim 1710/Mimika tampak bersiap menjalani serangkaian tes kesamaptaan jasmani sebagai bagian dari proses Usul Kenaikan Pangkat (UKP) untuk periode 1 Oktober 2025. Tes ini bukan sekadar rutinitas. Bagi […]

  • Patroli Malam TNI dan Warga Duren Sawit Tekan Potensi Tawuran Remaja

    Patroli Malam TNI dan Warga Duren Sawit Tekan Potensi Tawuran Remaja

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Timur, 26 April 2026 – Babinsa Koramil 08/Duren Sawit bersama warga menggelar patroli malam terpadu untuk menekan potensi tawuran remaja dan menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Kegiatan berlangsung pada Minggu malam di wilayah Kecamatan Duren Sawit dengan melibatkan unsur TNI, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta komponen pendukung. Petugas memusatkan patroli di Jalan Laut Arafuru […]

  • Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

    Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    JAYAPURA – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak pada Rabu sore, 9 September 2026. Tragedi itu membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua kembali mengingatkan bahwa kekerasan bukan jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan Papua. Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyampaikan pernyataan tersebut […]

expand_less