Jumat, 23 Okt 2026
Beranda » POLITIK » Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

  • account_circle Tama
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAYAPURA – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak pada Rabu sore, 9 September 2026.

Tragedi itu membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua kembali mengingatkan bahwa kekerasan bukan jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan Papua.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyampaikan pernyataan tersebut setelah tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan.

Ketiga korban masing-masing Alvonsius Albinus Mehan, 35 tahun, Alprida Rapi, 49 tahun, dan Willi Mbuik, 24 tahun.

Kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Pertahanan (TPNPB Kodap) III Ndugama Darakma, pimpinan Egianus Kogeya, menyatakan bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Namun, pernyataan tanggung jawab itu tidak mengubah sikap Komnas HAM Perwakilan Papua yang menilai kekerasan terhadap warga sipil bukan solusi.

Frits mengatakan, pengalaman sejumlah konflik di berbagai wilayah menunjukkan bahwa kekerasan berkepanjangan tidak otomatis membawa sebuah kelompok menuju kemerdekaan.

Ia mencontohkan konflik di Filipina Selatan serta konflik Palestina dan Israel.

“Jarang negara-negara yang menggunakan cara-cara kekerasan berkepanjangan dan terus menerus itu bisa merdeka. Tidak bisa. Mau merdeka itu dibutuhkan diplomasi, membutuhkan proposal dan membutuhkan pengakuan,” kata Frits Ramandey dikutip dari laman Jubi.id di Kota Jayapura, Papua, Kamis, 10 September 2026.

Tuduhan Bukan Tiket untuk Menghilangkan Nyawa

Frits menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya tiga ASN tersebut.

Menurut dia, para korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyesalkan apabila seseorang dituduh melakukan kegiatan tertentu, kemudian tuduhan tersebut berujung pada kekerasan hingga menghilangkan nyawa.

Frits menilai tuduhan terhadap korban terkait dugaan kegiatan spionase belum dapat diverifikasi dan tidak dapat serta-merta dijadikan dasar melakukan tindakan kekerasan.

Pilihan Editor :  Tiga Terpidana Kasus Politik Uang Pilkada Sleman Menyerahkan Diri ke Kejari

“Atas nama kemanusiaan [kami] menolak cara-cara kekerasan karena perbuatan ini pelanggaran HAM. Kalau anda menuduh kenapa anda tidak bisa tanya baik-baik, minta KTP, kasih peringatan dan sebagainya. Ini belum bisa diverifikasi apakah mereka [korban] melakukan kegiatan spionase kan tidak. Itu hanya tuduhan sepihak yang tidak bisa diuji kebenarannya,” ucapnya.

Komnas HAM Perwakilan Papua pun mendesak kelompok bersenjata di Tanah Papua menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.

Menurut Frits, cara-cara kekerasan harus dihentikan dan digantikan dengan dialog atau perundingan.

Ia mengatakan, terdapat sejumlah pimpinan kelompok bersenjata yang juga disebut menginginkan dialog atau perundingan.

Di sisi lain, Frits mengingatkan bahwa kekerasan yang berlangsung terus-menerus justru semakin memperkuat citra Tanah Papua sebagai wilayah rawan konflik.

Karena itu, menurut dia, negara juga tidak boleh salah langkah dalam mencari penyelesaian persoalan Papua.

“Tugas presiden sekarang, membentuk satu tim khusus yang bertanggung jawab langsung ke presiden, [untuk merumuskan] bagaimana cara penyelesaian konflik kekerasan di Papua. Itu yang mendesak hari ini,” ujar Frits.

Penegak Hukum Diminta Bongkar Kasus

Advokat dan pembela HAM di Tanah Papua, Yan Christian Warinussy, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga ASN tersebut.

Ia meminta aparat penegak hukum mengungkap secara terang siapa pelaku, motif, kronologi, serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian ketiga warga sipil tersebut.

Menurut Yan Christian, pengungkapan kasus penting dilakukan karena terdapat pola kekerasan terhadap warga sipil yang kerap disertai tuduhan bahwa korban merupakan informan atau agen intelijen TNI-Polri.

“Alasan seperti itu tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa manusia. Saya sangat prihatin apabila tuduhan sebagai informan ataupun agen intelijen dijadikan alasan untuk membunuh warga sipil. Tidak ada seorang pun yang boleh dijatuhi hukuman mati di luar proses hukum,” kata Yan Christian Warinussy.

Pilihan Editor :  774 Rumah di Bekasi Ditargetkan Dapat BSPS, Sudjatmiko Janji Kawal Program

Ia menegaskan, tuduhan tidak sama dengan vonis.

Kecurigaan juga bukan bukti.

Begitu pula dugaan keterlibatan seseorang dengan aparat negara tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa manusia.

Di tengah konflik yang tak kunjung reda, pesan yang disampaikan kedua tokoh tersebut sebenarnya sederhana.

Kalau ada dugaan pelanggaran hukum, jalurnya adalah hukum.

Kalau ada persoalan politik, jalurnya adalah dialog.

Bukan peluru yang lebih dulu bicara, sementara fakta belum sempat diperiksa.

FAQ: Seputar Sorotan Komnas HAM atas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

P: Bagaimana sikap Komnas HAM terkait insiden penembakan yang menimpa tiga ASN di Jayawijaya?
J: Komnas HAM mengecam keras aksi penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan bersenjata serta tuduhan sepihak tidak dapat dijadikan pembenaran atas perampasan hak hidup seseorang.

P: Langkah hukum apa yang didesak oleh Komnas HAM kepada penegak hukum dan aparat keamanan?
J: Komnas HAM mendesak kepolisian dan aparat keamanan untuk mengusut tuntas peristiwa penembakan secara transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan penanganan konflik di Papua mengedepankan pendekatan hukum yang adil serta menghindari penggunaan kekuatan berlebih.

P: Mengapa pendekatan kekerasan dianggap bukan penyelesaian efektif bagi konflik di wilayah Papua?
J: Pendekatan kekerasan bersenjata hanya memperpanjang rantai konflik, memakan korban sipil, dan mencederai nilai kemanusiaan; oleh karena itu, dialog damai, penegakan hukum yang adil, serta perlindungan hak asasi manusia adalah jalan utama menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Cara Cek Kerusakan AC Daikin Hanya Pakai Remote

    Cara Cek Kerusakan AC Daikin Hanya Pakai Remote

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Diterbitkan oleh : icuen WhatsApp :  0838 3347 4553 Gensa – Cara Cek Kerusakan AC Daikin Hanya Pakai Remote. Pada unit ac dengan merk daikin bisa dilakukan pengecekan kerusakan hanya memakai remote.   Cara Cek Kerusakan AC Daikin Hanya Pakai Remote Jadi jika ac daikin terjadi kerusakan bisa kita cek menggunakan remote dengan menampilkan kode eror apa […]

  • 1.658 Komcad Lulus dari SPPI Batch-3 Kolat XIII Makassar

    1.658 Komcad Lulus dari SPPI Batch-3 Kolat XIII Makassar

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Makassar – Terik matahari tak mampu menyembunyikan haru dan semangat ribuan peserta yang memadati Lapangan Karebosi, Sabtu (12/7/2025). Di sinilah, sejarah kembali ditorehkan: Penutupan Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial Komponen Cadangan (Komcad) SPPI Batch-3 Kolat XIII Makassar resmi digelar, dipimpin langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno. Sebanyak 1.658 peserta dari tiga matra pelatihan—Rindam […]

  • Dankodaeral X Resmi Sandang Gelar “Datuak”, IKM Jayapura Kukuhkan Mayjen TNI Werijon

    Dankodaeral X Resmi Sandang Gelar “Datuak”, IKM Jayapura Kukuhkan Mayjen TNI Werijon

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jayapura, 27 September 2025 – Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan menyelimuti kediaman Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral X), Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., CIQnR., CIQaR. Dalam sebuah acara yang sarat nuansa Minangkabau, beliau resmi dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jayapura dengan gelar “Datuak”. Pengukuhan ini bukan sekadar simbol kehormatan, […]

  • Satgas TMMD Kodim 1807 Kebut Pembangunan Jembatan Beton

    Satgas TMMD Kodim 1807 Kebut Pembangunan Jembatan Beton

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sorong Selatan, 21 Juli 2026 – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1807/Sorong Selatan mempercepat pembangunan jembatan beton di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, Selasa (21/7/2026). Memasuki hari ketujuh pelaksanaan atau H+6, pembangunan infrastruktur tersebut terus digenjot untuk meningkatkan akses transportasi, memperlancar mobilitas warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • Satgas Kodam IM Percepat Jembatan Armco Bener Meriah

    Satgas Kodam IM Percepat Jembatan Armco Bener Meriah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bener Meriah – Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda mempercepat pembangunan jembatan Armco di Desa Tawar Bengi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Progres konstruksi telah mencapai 50 persen dan menunjukkan langkah pemulihan akses vital masyarakat pascabencana semakin nyata. Personel Kodim 0119/Bener Meriah bersama satuan zeni TNI AD mengerjakan proyek secara intensif dengan dukungan kemampuan teknis serta […]

  • Istri Kapolda Jabar, Srikandi Gunung Ciremai yang Melesat Bak Panah

    Istri Kapolda Jabar, Srikandi Gunung Ciremai yang Melesat Bak Panah

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Bandung,- Tak banyak yang tahu, Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Ny. Diana Rudi Setiawan, memiliki hobi ekstrem yang jarang dijalani perempuan pada umumnya, mendaki gunung. Dan kali ini, ia membuktikan ketangguhannya dengan menaklukkan puncak tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai, tepat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. Pendakian tersebut bukan sekadar perjalanan pribadi. Bersama rombongan […]

expand_less