Sabtu, 3 Okt 2026
Beranda » POLITIK » Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

Peluru Bukan Jalan Damai, Komnas HAM Soroti Penembakan Tiga ASN Jayawijaya

  • account_circle Tama
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

JAYAPURA – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak pada Rabu sore, 9 September 2026.

Tragedi itu membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua kembali mengingatkan bahwa kekerasan bukan jalan pintas untuk menyelesaikan persoalan Papua.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyampaikan pernyataan tersebut setelah tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan.

Ketiga korban masing-masing Alvonsius Albinus Mehan, 35 tahun, Alprida Rapi, 49 tahun, dan Willi Mbuik, 24 tahun.

Kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Pertahanan (TPNPB Kodap) III Ndugama Darakma, pimpinan Egianus Kogeya, menyatakan bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Namun, pernyataan tanggung jawab itu tidak mengubah sikap Komnas HAM Perwakilan Papua yang menilai kekerasan terhadap warga sipil bukan solusi.

Frits mengatakan, pengalaman sejumlah konflik di berbagai wilayah menunjukkan bahwa kekerasan berkepanjangan tidak otomatis membawa sebuah kelompok menuju kemerdekaan.

Ia mencontohkan konflik di Filipina Selatan serta konflik Palestina dan Israel.

“Jarang negara-negara yang menggunakan cara-cara kekerasan berkepanjangan dan terus menerus itu bisa merdeka. Tidak bisa. Mau merdeka itu dibutuhkan diplomasi, membutuhkan proposal dan membutuhkan pengakuan,” kata Frits Ramandey dikutip dari laman Jubi.id di Kota Jayapura, Papua, Kamis, 10 September 2026.

Tuduhan Bukan Tiket untuk Menghilangkan Nyawa

Frits menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya tiga ASN tersebut.

Menurut dia, para korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyesalkan apabila seseorang dituduh melakukan kegiatan tertentu, kemudian tuduhan tersebut berujung pada kekerasan hingga menghilangkan nyawa.

Frits menilai tuduhan terhadap korban terkait dugaan kegiatan spionase belum dapat diverifikasi dan tidak dapat serta-merta dijadikan dasar melakukan tindakan kekerasan.

Pilihan Editor :  Pj Gubernur Jawa Barat Pastikan Kampanye Pilkada 2024, Berjalan Jujur dan Adil

“Atas nama kemanusiaan [kami] menolak cara-cara kekerasan karena perbuatan ini pelanggaran HAM. Kalau anda menuduh kenapa anda tidak bisa tanya baik-baik, minta KTP, kasih peringatan dan sebagainya. Ini belum bisa diverifikasi apakah mereka [korban] melakukan kegiatan spionase kan tidak. Itu hanya tuduhan sepihak yang tidak bisa diuji kebenarannya,” ucapnya.

Komnas HAM Perwakilan Papua pun mendesak kelompok bersenjata di Tanah Papua menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.

Menurut Frits, cara-cara kekerasan harus dihentikan dan digantikan dengan dialog atau perundingan.

Ia mengatakan, terdapat sejumlah pimpinan kelompok bersenjata yang juga disebut menginginkan dialog atau perundingan.

Di sisi lain, Frits mengingatkan bahwa kekerasan yang berlangsung terus-menerus justru semakin memperkuat citra Tanah Papua sebagai wilayah rawan konflik.

Karena itu, menurut dia, negara juga tidak boleh salah langkah dalam mencari penyelesaian persoalan Papua.

“Tugas presiden sekarang, membentuk satu tim khusus yang bertanggung jawab langsung ke presiden, [untuk merumuskan] bagaimana cara penyelesaian konflik kekerasan di Papua. Itu yang mendesak hari ini,” ujar Frits.

Penegak Hukum Diminta Bongkar Kasus

Advokat dan pembela HAM di Tanah Papua, Yan Christian Warinussy, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga ASN tersebut.

Ia meminta aparat penegak hukum mengungkap secara terang siapa pelaku, motif, kronologi, serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian ketiga warga sipil tersebut.

Menurut Yan Christian, pengungkapan kasus penting dilakukan karena terdapat pola kekerasan terhadap warga sipil yang kerap disertai tuduhan bahwa korban merupakan informan atau agen intelijen TNI-Polri.

“Alasan seperti itu tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa manusia. Saya sangat prihatin apabila tuduhan sebagai informan ataupun agen intelijen dijadikan alasan untuk membunuh warga sipil. Tidak ada seorang pun yang boleh dijatuhi hukuman mati di luar proses hukum,” kata Yan Christian Warinussy.

Pilihan Editor :  Pengurus LDII Kota Bekasi Doakan Pasangan Uu-Nurul Bawa Kemenangan

Ia menegaskan, tuduhan tidak sama dengan vonis.

Kecurigaan juga bukan bukti.

Begitu pula dugaan keterlibatan seseorang dengan aparat negara tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menghilangkan nyawa manusia.

Di tengah konflik yang tak kunjung reda, pesan yang disampaikan kedua tokoh tersebut sebenarnya sederhana.

Kalau ada dugaan pelanggaran hukum, jalurnya adalah hukum.

Kalau ada persoalan politik, jalurnya adalah dialog.

Bukan peluru yang lebih dulu bicara, sementara fakta belum sempat diperiksa.

FAQ: Seputar Sorotan Komnas HAM atas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

P: Bagaimana sikap Komnas HAM terkait insiden penembakan yang menimpa tiga ASN di Jayawijaya?
J: Komnas HAM mengecam keras aksi penembakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) tersebut dan menegaskan bahwa kekerasan bersenjata serta tuduhan sepihak tidak dapat dijadikan pembenaran atas perampasan hak hidup seseorang.

P: Langkah hukum apa yang didesak oleh Komnas HAM kepada penegak hukum dan aparat keamanan?
J: Komnas HAM mendesak kepolisian dan aparat keamanan untuk mengusut tuntas peristiwa penembakan secara transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan penanganan konflik di Papua mengedepankan pendekatan hukum yang adil serta menghindari penggunaan kekuatan berlebih.

P: Mengapa pendekatan kekerasan dianggap bukan penyelesaian efektif bagi konflik di wilayah Papua?
J: Pendekatan kekerasan bersenjata hanya memperpanjang rantai konflik, memakan korban sipil, dan mencederai nilai kemanusiaan; oleh karena itu, dialog damai, penegakan hukum yang adil, serta perlindungan hak asasi manusia adalah jalan utama menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Senam Bersama, Wujud Semangat Sehat Karyawan BRI BO Kebon Jeruk

    Senam Bersama, Wujud Semangat Sehat Karyawan BRI BO Kebon Jeruk

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Pada Jumat, 17 Oktober 2025, halaman kantor BRI BO Kebon Jeruk ramai oleh semangat karyawan yang mengikuti kegiatan senam bersama. Acara ini berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan, dipandu oleh instruktur senam profesional yang memandu gerakan demi gerakan. Kegiatan senam ini digelar untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan energi kerja, serta mempererat kebersamaan antarpegawai […]

  • Satgas Yonif 715/Mtl, Hadir di Pedalaman Papua untuk Selamatkan Warga

    Satgas Yonif 715/Mtl, Hadir di Pedalaman Papua untuk Selamatkan Warga

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya – Di tengah keterbatasan akses kesehatan di pelosok Papua, Satgas Yonif 715/Mtl kembali menunjukkan kepeduliannya. Seorang warga, Dongko Murib (43), datang ke Pos Talilime dengan luka di kaki akibat sayatan parang saat berkebun. Tanpa ragu, tim kesehatan langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama. Luka yang mengeluarkan banyak darah segera dibersihkan dengan cairan steril, […]

  • Prajurit Lanal Bintan Ikuti Sosialisasi Reformasi Birokrasi dan P4GN Bersama BNNP Kepri

    Prajurit Lanal Bintan Ikuti Sosialisasi Reformasi Birokrasi dan P4GN Bersama BNNP Kepri

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat integritas dan profesionalisme kembali diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Reformasi Birokrasi, Penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau, Rabu (5/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Raja Haji […]

  • Babinsa dan Komduk Perkuat Patroli Malam Jaga Keamanan Tangerang

    Babinsa dan Komduk Perkuat Patroli Malam Jaga Keamanan Tangerang

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Tangerang – Babinsa Koramil 01/Tgr dan Koramil 09/Serut bersama Komponen Pendukung (Komduk) menggelar patroli malam, Selasa (18/8/2026). Patroli berlangsung di wilayah binaan kedua Koramil untuk memantau situasi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif aparat kewilayahan menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat muncul ketika aktivitas masyarakat memasuki malam hari. […]

  • Ketua BERANI DKI Jakarta Rinto Langitan ,S.Th, Kecam Intoleransi terhadap Pelajar Kristen

    Ketua BERANI DKI Jakarta Rinto Langitan ,S.Th, Kecam Intoleransi terhadap Pelajar Kristen

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Badan Persaudaraan Antar Iman (BERANI) DKI Jakarta menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden pembubaran paksa dan perusakan retret pelajar Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (27/6). Ia juga mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus tersebut . Penyesalan atas Trauma yang Dialami PelajarDalam pernyataannya, […]

  • Jelang HUT ke-80 TNI, Kodim 1710/Mimika Perkuat Patroli Kamtibmas

    Jelang HUT ke-80 TNI, Kodim 1710/Mimika Perkuat Patroli Kamtibmas

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI pada 5 Oktober mendatang, Kodim 1710/Mimika meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar patroli wilayah di seputaran Kota Timika, Sabtu (13/9/2025). Patroli yang dipimpin Danramil 1710-03/Kuala Kencana, Kapten Inf Agustinus Samba Palangiran, ini melibatkan para Babinsa yang menyapa warga dengan pendekatan humanis, sekaligus mengimbau agar bersama-sama menjaga keamanan […]

expand_less