Fadhil Rizki, Pelajar Bekasi yang Ukir Prestasi Jiu-Jitsu di Kamboja

BEKASI – Pelajar asal Kota Bekasi, Fadhil Rizki Abriyanto (14), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Regional Championship Southeast cabang olahraga Jiu-Jitsu yang berlangsung di Kamboja. Prestasi tersebut diraih setelah...

Fadhil Rizki, Pelajar Bekasi yang Ukir Prestasi Jiu-Jitsu di Kamboja – Foto Istimewaa
-AA+

BEKASI – Pelajar asal Kota Bekasi, Fadhil Rizki Abriyanto (14), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Regional Championship Southeast cabang olahraga Jiu-Jitsu yang berlangsung di Kamboja.

Prestasi tersebut diraih setelah Fadhil melewati rangkaian pertandingan pada nomor U16 Jiu-Jitsu No Gi Male -62 kilogram.

Fadhil berangkat ke Kamboja pada 19 Agustus 2026 untuk memperkuat Tim Nasional Jiu-Jitsu Indonesia.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan, ia kembali ke Indonesia pada 23 Agustus 2026 dengan membawa medali perunggu.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Nasional Jiu-Jitsu Indonesia berhasil mengoleksi 13 medali, terdiri atas lima emas, tiga perak, dan lima perunggu.

Advertisement

Fadhil menjadi salah satu atlet yang turut menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.

Bagi Fadhil, pencapaian di Kamboja tidak datang secara instan.

Ia telah menjalani latihan secara rutin sejak duduk di kelas satu SMP. Sebelum memilih Jiu-Jitsu, Fadhil sempat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah.

Ketertarikannya terhadap olahraga bela diri kemudian membuatnya memilih fokus menekuni Jiu-Jitsu.

Hingga kini, ia mengaku telah menjalani latihan sekitar tiga setengah tahun.

“Saya mengikuti Jiu-Jitsu sejak kelas satu SMP. Sampai sekarang sudah sekitar tiga tahun setengah,” kata Fadhil pada Rabu malam (26/8/2026).

Selama menjalani pembinaan, Fadhil rutin berlatih hingga empat kali dalam sepekan.

Ia juga aktif mengikuti berbagai turnamen untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur perkembangan kemampuannya.

“Saya biasanya latihan rutin empat kali seminggu. Dalam sebulan bisa mengikuti satu sampai dua event,” ujarnya.

Pengalaman bertanding tersebut menjadi bagian penting dari persiapannya sebelum tampil di kompetisi internasional.

Pilihan Editor :  Irjen TNI Pimpin Laporan Korps, 105 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

Sebelum berlaga di Kamboja, Fadhil telah mengikuti sejumlah pertandingan di berbagai daerah, termasuk Majalengka dan DKI Jakarta.

Dari sejumlah kompetisi tersebut, Fadhil juga pernah meraih medali emas dalam ajang Jiu-Jitsu yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI).

Kalah di Laga Perdana, Fadhil Bangkit hingga Tiga Kemenangan

Perjalanan Fadhil menuju podium di Kamboja tidak berlangsung mulus. Pada pertandingan pertama, ia harus mengakui keunggulan atlet asal Singapura.

Kekalahan tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Fadhil kembali bertanding dan berhasil mencatatkan tiga kemenangan secara beruntun. Salah satu kemenangan diraihnya ketika menghadapi atlet tuan rumah asal Kamboja.

“Saya kalah satu kali di awal melawan Singapura. Setelah itu saya main lagi tiga kali dan menang beruntun,” tuturnya.

Rangkaian hasil tersebut akhirnya mengantarkan Fadhil ke podium dan membawa pulang medali perunggu. Ia mengaku sempat merasakan gugup ketika untuk pertama kalinya berdiri di podium dalam kompetisi tersebut.

Menurut Fadhil, dukungan orang tua, teman-teman, pelatih, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting yang membantunya melewati tekanan selama mengikuti pertandingan.

“Awalnya saya merasa gugup saat pertama kali naik podium. Alhamdulillah berkat dukungan dan doa orang tua serta teman-teman, saya bisa berjuang sampai mendapatkan medali,” katanya.

Di luar arena pertandingan, Fadhil juga berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan olahraga dan pendidikan. Ia mengatakan sekolah memberikan dukungan terhadap aktivitasnya sebagai atlet sehingga kewajiban akademiknya tetap dapat dijalankan.

“Alhamdulillah sekolah mendukung penuh. Tugas dan kewajiban saya masih bisa saya pegang. Guru-guru juga selalu mendukung,” ujarnya.

Di tengah jadwal latihan dan kompetisi yang cukup padat, Fadhil mengaku masih mampu mempertahankan prestasi akademik. Ia menyebut dirinya tetap berada di jajaran lima besar di sekolah.

Pilihan Editor :  TNI Laut dan Udara Lakukan Misi Kemanusiaan Selamatkan Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Dukungan juga datang dari lingkungan pertemanan. Setelah mengetahui keberhasilannya meraih medali di Kamboja, sejumlah teman memberikan ucapan selamat. Bahkan, ada teman yang mentraktirnya makan dan jajan sebagai bentuk apresiasi.

“Saya bersyukur punya teman-teman baik yang selalu mendukung,” kata Fadhil.

Medali perunggu dari Kamboja kini menjadi bagian penting dari perjalanan Fadhil sebagai atlet muda. Namun, ia tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut.

Fadhil menargetkan peningkatan prestasi pada kompetisi-kompetisi berikutnya. Ia ingin memperbanyak pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan teknis, serta mengejar posisi tertinggi di podium.

“Untuk ke depannya saya akan terus mengejar prestasi. Insyaallah target saya bisa naik peringkat dan meraih podium pertama,” katanya.

Prestasi tersebut menunjukkan bagaimana seorang pelajar dapat mengembangkan potensi di luar ruang kelas tanpa mengesampingkan pendidikan. Di balik medali perunggu yang dibawa pulang dari Kamboja, terdapat proses latihan rutin, pengalaman bertanding, dukungan lingkungan, serta kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kekalahan.

Bagi Fadhil, podium ketiga di Kamboja bukanlah tujuan akhir. Medali tersebut menjadi pijakan untuk mengejar target yang lebih tinggi: meraih emas dan berdiri di podium pertama pada kompetisi berikutnya.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti