Marfor SGS 2026 Asah Sniper dan Survival Prajurit di Pesawaran

Pesawaran – Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor mengasah kemampuan menembak sniper dan bertahan hidup di hutan. Latihan berlangsung di Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Prajurit...

-AA+

Pesawaran – Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor mengasah kemampuan menembak sniper dan bertahan hidup di hutan.

Latihan berlangsung di Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026).

Prajurit dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea mengikuti rangkaian latihan yang menguji kemampuan tempur sekaligus ketahanan personel.

Materi menembak sniper menitikberatkan pada ketepatan, konsentrasi, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan diri saat menghadapi sasaran.

Setiap peserta harus menjaga fokus dan mengendalikan kondisi diri untuk menghasilkan tembakan yang akurat.

Advertisement

Sementara itu, materi jungle survival membekali prajurit dengan kemampuan bertahan hidup ketika menghadapi kondisi medan hutan.

Uji Ketahanan di Medan Hutan

Dalam materi jungle survival, prajurit mempelajari pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di sekitar medan latihan.

Peserta juga mengenali karakteristik medan serta mempraktikkan keterampilan dasar yang mendukung kemampuan bertahan hidup.

Kemampuan tersebut menjadi penting ketika prajurit menghadapi kondisi operasi yang jauh dari dukungan fasilitas atau menghadapi keterbatasan logistik.

Karena itu, latihan tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental menghadapi lingkungan yang penuh tantangan.

Prajurit dituntut mampu beradaptasi dengan medan sekaligus mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang mereka hadapi.

Perkuat Interoperabilitas Empat Negara

Latihan SGS 2026 Marfor melibatkan personel dari empat negara sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan operasi bersama.

Kegiatan tersebut mendorong peserta menyamakan prosedur, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat koordinasi antarnegara.

Perbedaan latar belakang organisasi dan prosedur menjadi tantangan tersendiri yang perlu peserta atasi melalui latihan bersama.

Pilihan Editor :  Koramil Pondok Aren Gembleng 40 Anggota Baru Saka Wira Kartika

Karena itu, setiap materi menjadi ruang untuk membangun pemahaman dan pola kerja yang lebih selaras.

Selain latihan teknis, peserta juga memiliki kesempatan bertukar pengetahuan dan pengalaman militer dengan personel negara mitra.

Pertukaran tersebut dapat membuka ruang pengembangan kemampuan serta mendukung proses modernisasi kapasitas militer masing-masing negara.

Dukung Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

SGS 2026 Marfor tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan individu prajurit.

Latihan juga membangun kesiapan pasukan untuk menjalankan operasi bersama melalui pemahaman prosedur dan koordinasi yang lebih baik.

Kemampuan interoperabilitas menjadi faktor penting ketika negara-negara mitra harus bekerja dalam satu kerangka operasi.

Melalui latihan bersama, TNI dan militer negara mitra terus memperkuat kepercayaan serta kemampuan bekerja secara terpadu.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus mendukung tujuan kerja sama pertahanan dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Dengan kombinasi latihan menembak sniper dan jungle survival, SGS 2026 Marfor menguji kemampuan teknis, ketahanan, serta kesiapan prajurit menghadapi berbagai kondisi medan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti
Advertisement
Advertisement