Selasa, 3 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Berita » Kejari Wajo Tahan Lima Tersangka Kredit Fiktif BRI, Kerugian Negara Capai Rp700 Juta

Kejari Wajo Tahan Lima Tersangka Kredit Fiktif BRI, Kerugian Negara Capai Rp700 Juta

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wajo – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo, Sulawesi Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi. Jumat (17/1/2025), lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sengkang. Kelimanya langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.

Kepala Kejari Wajo, Andi Usama Harun, menyatakan bahwa penetapan status tersangka dilakukan setelah pihaknya mengantongi dua alat bukti yang cukup kuat. Kelima tersangka diketahui memiliki peran berbeda dalam skema dugaan korupsi ini.

“Penetapan kelima tersangka dilakukan atas kasus dugaan korupsi kredit fiktif di salah satu bank pelat merah. Mereka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan,” ujar Usama dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (17/1/2025).

Menurut Usama, kasus ini telah menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp700 juta. Ia menjelaskan bahwa peran kelima tersangka meliputi fungsi strategis sebagai mantri bank hingga penghubung atau calo untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR).

“Kelima tersangka terdiri dari inisial M dan K, yang bertindak sebagai Mantri Bank BRI, serta S, N, dan A, yang berperan sebagai calo atau penghubung dengan debitur. Modus yang digunakan adalah manipulasi data dalam rangkaian proses pencairan kredit KUR,” tambahnya dilansir dari pedoman.media.

Kasus ini berawal dari penyelidikan mendalam yang dilakukan sejak tahun 2023. Tim penyidik menemukan bukti-bukti adanya manipulasi data yang melibatkan sekitar 26 debitur.

Modus operandi yang digunakan, lanjut Usama, melibatkan rekayasa dokumen yang seolah-olah menunjukkan kelayakan debitur untuk menerima kredit KUR, padahal sebagian besar data tersebut tidak valid atau palsu.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah pihak Kejari Wajo menerima laporan adanya dugaan penyelewengan dana kredit KUR di dua bank pelat merah, yakni Bank BRI dan Bank BPD Sulsel Sengkang.

Baca juga :  Frits Saikat Desak Evaluasi Total Direksi Perumda Tirta Patriot

Dalam proses penyidikan, Kejari Wajo memeriksa sejumlah saksi, termasuk karyawan bank, calon debitur, dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Kami telah melakukan serangkaian penyidikan dan penyelidikan mendalam. Sebanyak 26 debitur yang terlibat sudah kami identifikasi, dan kami menemukan berbagai dokumen yang direkayasa untuk pencairan dana kredit,” jelas Usama.

Proses penyidikan juga menemukan bahwa para calo berperan penting dalam merekrut debitur yang akan diajukan sebagai penerima kredit KUR.

Dalam beberapa kasus, debitur tidak mengetahui bahwa namanya digunakan untuk pencairan dana. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik manipulasi yang terorganisir.

Untuk mendukung kelancaran proses hukum, kelima tersangka saat ini ditahan di Rutan Kejari Wajo. Penahanan ini dilakukan guna mencegah kemungkinan penghilangan barang bukti atau upaya melarikan diri.

Selama masa penahanan 20 hari ke depan, tim penyidik akan fokus melengkapi berkas perkara agar kasus ini dapat segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami memastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi pihak-pihak lain untuk tidak melakukan tindakan serupa,” tegas Usama.

Selain itu, Kejari Wajo juga membuka peluang untuk menelusuri kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini.

“Kami tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, baik dari internal bank maupun pihak eksternal. Semua akan kami tindaklanjuti berdasarkan fakta hukum yang ditemukan,” tambahnya.

Dampak dan Harapan

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi sektor perbankan, terutama dalam menyalurkan dana bantuan seperti kredit KUR.

Program KUR yang sejatinya bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) justru disalahgunakan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi. Akibatnya, kerugian negara yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi beban bagi masyarakat.

Baca juga :  Kodim 1714/PJ Ikut Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Noken 2026 di Polres Puncak Jaya

Kejari Wajo berharap penanganan kasus ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih aktif melaporkan jika mengetahui adanya dugaan penyimpangan dana bantuan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi penyaluran dana bantuan pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan program-program ini tepat sasaran,” pungkas Usama.

Kasus dugaan korupsi kredit fiktif di BRI Cabang Sengkang menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam pengelolaan dana publik.

Langkah tegas yang diambil Kejari Wajo diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan dan aparat penegak hukum.

Dengan proses hukum yang berjalan transparan, keadilan diharapkan dapat ditegakkan, dan kerugian negara akibat tindakan korupsi seperti ini dapat diminimalkan.**/Red

(bang tama)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Sumedang Gerak Cepat Hadapi Ancaman Gempa Sesar Lembang

    Sumedang Gerak Cepat Hadapi Ancaman Gempa Sesar Lembang

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang,- Ancaman gempa bumi dari patahan Sesar Lembang bukan lagi isapan jempol. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang langsung bertindak cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) kewaspadaan bencana yang melibatkan seluruh unsur Forkopimda,di Gedung Negara, Kamis (19/06/2025) Dipimpin langsung Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Rakor ini menandai langkah serius Sumedang dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi Megathrust […]

  • KRI Teluk Kupang-519 Tiba di Banjarmasin, TNI AL Jalankan Satgas Trisila 2026 Tahap II

    KRI Teluk Kupang-519 Tiba di Banjarmasin, TNI AL Jalankan Satgas Trisila 2026 Tahap II

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarmasin, 20 Mei 2026 – TNI Angkatan Laut mengerahkan Satgas Trisila 2026 Tahap II dan menghadirkan KRI Teluk Kupang-519 di Dermaga 100 Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu. Komandan Lanal Banjarmasin, Galih Nurna Putra, memimpin langsung penyambutan kapal perang tersebut bersama Wali Kota Muhammad Yamin. Kegiatan itu juga melibatkan unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta otoritas maritim, termasuk KSOP […]

  • Bakamla RI: Dua Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Natuna, Bawa 4,6 Ton Ikan Ilegal

    Bakamla RI: Dua Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Natuna, Bawa 4,6 Ton Ikan Ilegal

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Batam – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bersama PSDKP Kota Batam menggelar konferensi pers terkait penangkapan dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang kedapatan melakukan praktik illegal fishing di perairan Natuna Utara, Jumat (18/4). Penangkapan ini merupakan bagian dari Patroli Bersama 2025, di mana Bakamla RI bertindak sebagai leading sector dalam pengamanan […]

  • Personel Kodaeral I Adu Ketangkasan di Uji Samapta Periode II 2025

    Personel Kodaeral I Adu Ketangkasan di Uji Samapta Periode II 2025

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Belawan – Semangat pagi mewarnai Lapangan Apel Makodaeral I, Jalan Serma Hanafiah No. 01 Belawan, Sumatera Utara, Jumat (19/9). Puluhan prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) berbaris rapi untuk mengikuti Uji Kesamaptaan Jasmani Periode II Tahun 2025. Agenda rutin yang digelar dua kali dalam setahun ini menjadi tolok […]

  • Aksi Damai BEM UI di Depan DPR, Brimob Kawal dengan Humanis

    Aksi Damai BEM UI di Depan DPR, Brimob Kawal dengan Humanis

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Juli 2025 — Gerbang Pancasila DPR/MPR RI kembali menjadi panggung aspirasi. Sekitar 140 orang dari Koalisi Masyarakat Sipil bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi damai, Selasa sore (22/7), dengan kawalan ketat aparat Brimob Polda Metro Jaya. Dipimpin Zayyid Sulthan Rahman (BEM UI) dan Bagas Wisnu (UPNVJ Bergerak), massa mulai […]

  • Kapolsek Jatiasih Berihimbauan Kepada Orang Tua Agar Lebih Perhatikan Anak-Anak

    Kapolsek Jatiasih Berihimbauan Kepada Orang Tua Agar Lebih Perhatikan Anak-Anak

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI- Polsek Jatiasih mengadakan kegiatan Ngopi Kamtibmas, di Jl. H. Tekel RT.02/011 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Acara ini berlangsung pada Jumat malam, dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat serta aparat keamanan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatiasih, Kompol Danu Mega Winanto, S.Kom., M.H. Turut hadir dalam […]

expand_less