Satgas Karya Bakti TNI AD Rampungkan Tahap Plafon RTLH di Mentawai
Mentawai – Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berjalan dengan progres yang signifikan. Salah satu sasaran fisik program tersebut, yakni rehabilitasi...

Mentawai – Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus berjalan dengan progres yang signifikan.
Salah satu sasaran fisik program tersebut, yakni rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Tertinus di Dusun Karoniet, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, kini telah memasuki tahap pemasangan plafon, Senin (8/6/2026).
Tahap pemasangan plafon menandai perkembangan penting dalam proses rehabilitasi rumah yang menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat tersebut.
Pekerjaan dilakukan oleh personel Satgas Karya Bakti TNI AD bersama warga setempat melalui semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan program.
Di lokasi kegiatan, personel Satgas terlihat melakukan pemasangan rangka serta lembaran plafon secara bertahap dan terukur.
Pekerjaan tersebut menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses rehabilitasi karena berpengaruh terhadap kenyamanan, keamanan, dan kelayakan bangunan untuk dihuni.
Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat merupakan kegiatan yang bertujuan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur dasar, termasuk rumah tinggal bagi warga yang membutuhkan.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, program ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Komandan Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 mengatakan pihaknya berkomitmen menyelesaikan seluruh sasaran fisik sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurutnya, percepatan pekerjaan terus dilakukan agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat penerima bantuan.
“Pengerjaan RTLH milik Bapak Tertinus saat ini sudah memasuki tahap pemasangan plafon. Ini menunjukkan progres yang baik dan kami akan terus bekerja maksimal agar rumah ini segera selesai dan dapat ditempati dengan nyaman,” ujar Komandan Satgas.
Ia menjelaskan, seluruh personel yang terlibat di lapangan terus mengoptimalkan waktu kerja dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan.
Langkah tersebut dilakukan agar bangunan yang direhabilitasi benar-benar memenuhi standar kelayakan dan mampu memberikan kenyamanan bagi penghuninya dalam jangka panjang.
Selain menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, program tersebut juga dinilai mampu memperkuat hubungan sosial antara aparat TNI dan warga.
Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan menciptakan ruang interaksi yang lebih erat serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dikerjakan bersama.
Gotong Royong Percepat Penyelesaian Pekerjaan
Pelaksanaan rehabilitasi rumah Tertinus tidak hanya mengandalkan tenaga personel Satgas, tetapi juga mendapat dukungan dari warga sekitar.
Kehadiran masyarakat dalam berbagai tahapan pekerjaan menjadi faktor yang membantu kelancaran pelaksanaan program di lapangan.
Kolaborasi tersebut terlihat dari keterlibatan warga dalam membantu proses pengerjaan, mulai dari persiapan material hingga pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Semangat gotong royong yang terbangun dinilai menjadi salah satu kunci percepatan penyelesaian sasaran fisik program.
Sementara itu, Tertinus menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan melalui Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat.
Ia mengaku rehabilitasi rumah tersebut memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk dapat menempati hunian yang lebih layak.
Menurutnya, kondisi rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini mulai berubah secara bertahap berkat dukungan dari TNI AD dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Dengan progres rehabilitasi yang terus bergerak sesuai target, Satgas berharap seluruh sasaran program dapat diselesaikan tepat waktu.
Keberhasilan program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga penerima bantuan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai.**/Fais









