PBTI Siap Gelar 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 di Jakarta
Jakarta, 10 Juni 2026 – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menyiapkan 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 di Jakarta. Kejuaraan internasional tersebut akan digelar pada 1–5 Agustus 2026 di...

Jakarta, 10 Juni 2026 – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menyiapkan 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 di Jakarta.
Kejuaraan internasional tersebut akan digelar pada 1–5 Agustus 2026 di Indoor Tennis Gelora Bung Karno, Senayan.
Ajang ini akan mempertemukan atlet taekwondo terbaik dari berbagai negara Asia dalam satu arena kompetisi bergengsi.
PBTI menargetkan penyelenggaraan berjalan sesuai standar internasional dengan dukungan perangkat pertandingan berpengalaman.
Panitia melibatkan wasit bersertifikat, pelatih, manajer, serta tenaga teknis guna menjamin kualitas pelaksanaan kejuaraan.
“Ajang ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah event internasional,” ujar perwakilan PBTI.
Kejuaraan akan mempertandingkan dua disiplin utama, yakni Poomsae dan Kyorugi dalam berbagai kategori.
Nomor Poomsae kategori Recognized dan Freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 2 Agustus 2026.
Sementara itu, pertandingan Kyorugi kategori senior putra dan putri akan digelar pada 3 hingga 5 Agustus 2026.
Venue Berstandar Internasional dan Persiapan Teknis Matang
Panitia memilih Indoor Tennis GBK karena memiliki fasilitas berstandar internasional yang pernah digunakan pada Asian Games 2018.
Arena tersebut memiliki Field of Play berukuran 40 x 40 meter serta kapasitas tribun hampir 4.000 penonton.
Fasilitas pendukung meliputi ruang VIP, ruang pertandingan, kantin, kafe, hingga area berpendingin udara.
Panitia menyiapkan tiga arena pertandingan untuk memastikan seluruh nomor dapat berjalan efektif dan efisien.
Pendaftaran peserta akan ditutup pada Juli 2026 sebelum memasuki tahap registrasi ulang dan kedatangan ofisial.
Panitia juga menjadwalkan technical meeting serta program penyegaran bagi wasit internasional sebelum pertandingan dimulai.
Kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi atlet Indonesia mengukur kemampuan menghadapi lawan terbaik Asia.
Selain itu, ajang ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kegiatan taekwondo di kawasan Asia Tenggara.
PBTI menilai kejuaraan internasional mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet, wasit, dan penyelenggara nasional.
Event ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan aktivitas di sektor olahraga dan pariwisata.
“Kejuaraan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga taekwondo nasional,” tegas panitia.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Jakarta akan menjadi pusat perhatian komunitas taekwondo Asia.
Momentum ini sekaligus menjadi etalase kemampuan Indonesia dalam menggelar kejuaraan olahraga kelas dunia.
PBTI optimistis ajang tersebut akan berlangsung sukses dan memberikan manfaat luas bagi olahraga nasional.









