Selasa, 27 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » BERITA » DPR Desak Evaluasi Kinerja Pembantu Presiden Usai Kasus Miftah

DPR Desak Evaluasi Kinerja Pembantu Presiden Usai Kasus Miftah

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Kasus viral yang melibatkan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman, terus memicu reaksi publik dan pemerintahan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah mengevaluasi kinerja para pembantu presiden guna memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Dilansir dari laman tempo.co. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pernyataan kontroversial Miftah menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih serius menilai performa pejabat yang diamanahkan tugas-tugas penting.

“Kami DPR juga melihat aspirasi masyarakat yang meminta pemerintah tidak hanya memerhatikan Gus Miftah, tetapi juga melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap kinerja para pembantu presiden maupun Utusan Khusus Presiden,” tegas Dasco dalam keterangannya pada Kamis, 5 Desember 2024, seperti dikutip dari Antara.

Ketua DPR, Puan Maharani, juga angkat bicara mengenai polemik ini. Ia mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kerukunan nasional dengan menghindari tindakan saling merendahkan.

“Marilah kita membangun Indonesia dengan saling menghormati, saling menghargai, tanpa saling merendahkan. Bangunlah Indonesia dengan rasa persaudaraan,” ujarnya.

Polemik ini bermula saat Miftah, yang dikenal dengan sebutan Gus Miftah, memberikan ceramah dalam sebuah pengajian di Magelang, Jawa Tengah. Dalam video yang viral di media sosial, ia memanggil seorang pedagang es teh untuk bercanda di depan jamaah.

Namun, candaan yang ia lontarkan dianggap kasar dan merendahkan martabat penjual tersebut. Ekspresi pedagang yang tampak tidak nyaman memicu reaksi negatif dari masyarakat.

Netizen menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan, terutama mengingat posisi Miftah sebagai pejabat yang ditugaskan untuk memperkuat kerukunan umat beragama. Kritik mengalir deras, menuntut Miftah untuk bertanggung jawab atas ucapannya.

Menanggapi situasi yang semakin panas, Miftah segera mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka. Dalam pernyataannya, ia mengakui kekhilafannya dan menyampaikan penyesalan atas kegaduhan yang timbul.

Baca juga :  Lanal Sibolga Sambut Hangat Komandan Baru dengan Tradisi Pesisir dan Entry Briefing

“Saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu atas candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat berlebihan. Untuk itu, saya juga minta maaf,” ujarnya.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak cukup untuk meredam kritik publik. Banyak pihak mendesak agar Miftah mempertimbangkan posisinya sebagai pejabat publik.

Miftah Mengundurkan Diri

Sebagai respons atas tekanan publik, Miftah akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 6 Desember 2024. Dalam konferensi pers di kediamannya di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, ia menyampaikan keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi.

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” katanya. Langkah ini ia ambil demi menjaga suasana kondusif dan meminimalkan dampak negatif dari peristiwa tersebut.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam hal penunjukan pejabat publik. DPR menekankan perlunya evaluasi mendalam untuk memastikan para pembantu presiden memiliki kompetensi, sensitivitas sosial, dan kemampuan menjaga kehormatan jabatan yang mereka emban.

Pengamat politik juga menilai insiden ini sebagai cerminan perlunya perbaikan sistem seleksi pejabat. “Kasus Miftah menunjukkan bahwa bukan hanya kemampuan teknis yang dibutuhkan seorang pejabat, tetapi juga pemahaman etika dan komunikasi yang baik di tengah masyarakat,” kata seorang pakar.

Dengan adanya desakan dari DPR, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan profesionalisme dan integritas dalam lingkup kerja pembantu presiden. Evaluasi yang menyeluruh tidak hanya dapat memperbaiki kinerja, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kasus Miftah sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi, baik di ranah publik maupun dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, diharapkan insiden serupa dapat dihindari melalui seleksi yang lebih ketat dan pembinaan yang berkelanjutan bagi para pejabat publik.

Baca juga :  Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP 859 dan KDKMP di Supiori

(red/*)

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Redaktur Gensa Media Indonesia bertanggung jawab mengelola, menyunting, dan memastikan setiap berita memenuhi standar jurnalistik, akurasi, keberimbangan, independensi, serta Kode Etik Jurnalistik sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Interesting

  • Mayor Teddy Indra Wijaya Sorotan Publik: Menguak Detail Harta Kekayaan Rp15,38 Miliar

    Mayor Teddy Indra Wijaya Sorotan Publik: Menguak Detail Harta Kekayaan Rp15,38 Miliar

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Menurut situs FAQ LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hibah adalah pengalihan hak atau sesuatu kepada orang lain

  • Afiliasi: Peluang Menjanjikan untuk Anak Sekolah, SMP, SMA, Mahasiswa, dan Freelancer

    Afiliasi: Peluang Menjanjikan untuk Anak Sekolah, SMP, SMA, Mahasiswa, dan Freelancer

    • calendar_month Sabtu, 6 Jan 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Pemasaran afiliasi telah menjadi salah satu model bisnis online yang paling diminati dan efektif pada masa kini. Dengan konsep ini, tidak hanya kalangan dewasa, namun juga anak sekolah, siswa SMP dan SMA, mahasiswa, serta para freelancer dapat meraih peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan secara daring. Melibatkan dua pihak utama, yaitu pemilik produk atau jasa (merchant) […]

  • Satgas Pamtas TNI Gagalkan Keberangkatan Empat Calon PMI Ilegal ke Malaysia

    Satgas Pamtas TNI Gagalkan Keberangkatan Empat Calon PMI Ilegal ke Malaysia

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Nunukan – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia dari Yonkav 8/NSW/2 Kostrad menggagalkan dugaan pemberangkatan empat calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal menuju Tawau, Malaysia, Senin (12/10/2026). Personel Satgas Pamtas Wilayah Kalimantan Utara Sektor Timur menemukan keempat calon PMI tersebut saat memeriksa kendaraan travel Daihatsu Terios berwarna cokelat bernomor polisi KU 1807 NB di kawasan perbatasan […]

  • Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan RDMP Balikpapan

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan RDMP Balikpapan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Balikpapan – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kantor Besar PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Melalui peresmian ini, Presiden Prabowo menandai tonggak baru penguatan ketahanan dan kedaulatan energi nasional. […]

  • Kodim 1714/Puncak Jaya Hadiri Penamatan SAM ke-56, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan

    Kodim 1714/Puncak Jaya Hadiri Penamatan SAM ke-56, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mulia, 16 Juni 2026 – Kodim 1714/Puncak Jaya menghadiri penamatan siswa Sekolah Alkitab Mulia ke-56 sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pembinaan keagamaan di Papua Tengah. Kegiatan berlangsung di Jalan Papua Girire, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Selasa pukul 10.17 WIT dengan dihadiri sekitar 300 peserta. Acara tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh […]

  • Revisi UU TNI Disahkan, Perkuat Peran TNI Hadapi Tantangan Keamanan

    Revisi UU TNI Disahkan, Perkuat Peran TNI Hadapi Tantangan Keamanan

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Perubahan ini disusun dengan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi serta sejalan dengan hukum nasional dan internasional

expand_less