Ratusan Peserta Ikuti Kemping ke Gunung Kota Bekasi Volume 9
gensa.club, BOGOR – Komunitas Kemping Ke Gunung Kota Bekasi menggelar kegiatan Volume 9 di Villa K’Boen Koe, Jalan Gunung Batu, Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 8-9...

gensa.club, BOGOR – Komunitas Kemping Ke Gunung Kota Bekasi menggelar kegiatan Volume 9 di Villa K’Boen Koe, Jalan Gunung Batu, Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 8-9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan ratusan peserta dari berbagai usia dan latar belakang dalam agenda kebersamaan bersama keluarga di alam terbuka.
Kegiatan yang mengusung tema “Kemping ke Gunung Bersama Keluarga, Bahagia Bersama” itu melibatkan peserta mulai dari anak-anak, generasi muda hingga lanjut usia. Mereka datang dengan latar belakang pekerjaan dan profesi yang beragam.
Selain menjadi agenda rekreasi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anggota komunitas untuk mempererat hubungan antarkeluarga dan membangun komunikasi lintas generasi.
Ketua Komunitas Kemping Ke Gunung Kota Bekasi, Ma’ruf, mengatakan komunitas tersebut terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurut dia, kebersamaan menjadi salah satu tujuan utama kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-9 tersebut.
“Komunitas ini adalah rumah bagi semua kalangan, baik tua maupun muda, dari profesi apa pun. Kami di sini untuk satu tujuan: berbahagia bersama dan merajut silaturahmi yang kokoh,” kata Ma’ruf.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda rekreasi, tetapi juga mampu memperkuat hubungan antaranggota dan keluarga.
“Saya sangat berharap kegiatan akbar ini bisa semakin mempererat ikatan batin antar keluarga anggota, membuat kita menjadi satu keluarga besar yang tak terpisahkan,” ujarnya.
Sepuluh Anggota Baru Bergabung
Penyelenggaraan Volume 9 juga ditandai dengan bergabungnya 10 anggota baru ke dalam komunitas. Penambahan anggota tersebut dinilai menjadi salah satu indikator berkembangnya komunitas yang selama ini menjadikan kegiatan luar ruang sebagai sarana membangun kebersamaan.
Pembina Komunitas Karya Sukmajaya turut memberikan apresiasi terhadap kekompakan peserta. Ia menilai keberlangsungan kegiatan hingga Volume 9 menunjukkan adanya konsistensi anggota dalam menjaga hubungan sosial di dalam komunitas.
“Kunci kekuatan kita adalah silaturahmi dan kekompakan. Kita harus terus guyub dan rukun,” katanya.
Ia optimistis komunitas dapat terus berkembang apabila anggota mempertahankan semangat kebersamaan.
“Saya sangat percaya, dengan fondasi sekokoh ini, komunitas kita akan terus ada, bertahan, dan bergerak menjadi semakin besar. Lihat saja buktinya hari ini, di agenda kemping yang ke-9 ini, kita kembali mencetak sejarah dengan bergabungnya 10 anggota baru sekaligus ke dalam keluarga besar kita,” ujarnya.
Bagi peserta, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan anak-anak dan keluarga kepada lingkungan alam terbuka sekaligus membangun interaksi dengan anggota komunitas lainnya.
Salah seorang peserta, Silvi, mengatakan dirinya mengikuti kegiatan tersebut bersama keluarganya. Ia mengaku sempat khawatir kesulitan berbaur karena peserta berasal dari kelompok usia dan profesi yang berbeda.
Namun, kekhawatiran tersebut tidak terjadi. Menurut Silvi, suasana kegiatan membuat peserta lebih mudah berinteraksi dan membangun keakraban.
“Ini kemping paling seru dan heboh yang pernah saya ikuti. Awalnya saya pikir bakal canggung karena pesertanya beda-beda umur dan profesi, tapi ternyata kami semua langsung akrab seperti keluarga lama,” kata Silvi.
Ia menilai kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman positif bagi keluarganya.
“Anak-anak gembira, istri bahagia, benar-benar sesuai dengan temanya. Kami tidak sabar untuk ikut Volume ke-10 nanti,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam dengan rangkaian aktivitas bersama yang melibatkan peserta. Agenda tersebut dirancang untuk membangun interaksi dan kebersamaan antaranggota selama berada di kawasan perkemahan.
Pada akhir kegiatan, peserta juga menyatakan komitmen untuk menjaga kekompakan komunitas sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan selama menjalankan kegiatan di alam terbuka.
Penyelenggaraan Volume 9 menunjukkan bahwa kegiatan komunitas tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi sosial bagi keluarga dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Komunitas Kemping Ke Gunung Kota Bekasi selanjutnya berencana melanjutkan kegiatan serupa melalui penyelenggaraan Volume 10.














