Usai Kabel Putus Disenggol Truk, Jatiasih Siapkan Jaringan Bawah Tanah
Bekasi – Pemerintah Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, menyiapkan skema pembangunan jaringan utilitas bawah tanah sebagai langkah mitigasi menyusul insiden gangguan jaringan akibat benturan kendaraan bertonase besar. Rencana tersebut menjadi bagian...

Bekasi – Pemerintah Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, menyiapkan skema pembangunan jaringan utilitas bawah tanah sebagai langkah mitigasi menyusul insiden gangguan jaringan akibat benturan kendaraan bertonase besar.
Rencana tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan keandalan infrastruktur sekaligus meminimalkan potensi gangguan layanan publik di wilayah Jatiasih.
Camat Jatiasih Dian Herdiana A.P., M.Si., mengatakan insiden yang terjadi menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat sistem jaringan utilitas melalui perencanaan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Langkah yang tengah disiapkan adalah penerapan jaringan kabel bawah tanah secara bertahap di sejumlah lokasi yang dinilai memenuhi persyaratan teknis,” kata Dian, Rabu (6/8/2026).
Menurutnya, pembangunan jaringan bawah tanah tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat.
Pelaksanaannya akan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kesiapan teknis, kebutuhan operasional di lapangan, hingga kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Dian menjelaskan, penggunaan jaringan utilitas bawah tanah diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan layanan yang selama ini kerap dipicu oleh faktor eksternal.
Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah benturan kendaraan bertonase besar terhadap kabel utilitas yang masih terpasang di atas permukaan.
Ia menilai modernisasi jaringan utilitas merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan tata kelola perkotaan yang lebih tertata, aman, dan adaptif terhadap perkembangan kawasan perkotaan.
Selain meningkatkan keandalan layanan publik, sistem tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan infrastruktur yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Penerapan jaringan bawah tanah diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keandalan jaringan sekaligus menciptakan tata kelola perkotaan yang lebih tertata dan minim risiko terhadap pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Selain menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Bekasi melalui Kecamatan Jatiasih juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan lalu lintas, khususnya terkait batas ketinggian muatan kendaraan.
Pemerintah menilai kepatuhan terhadap aturan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus melindungi berbagai fasilitas umum yang berada di sepanjang ruas jalan.
Evaluasi Infrastruktur dan Mitigasi Gangguan
Dian menegaskan kendaraan bertonase besar dengan muatan yang melebihi batas ketinggian berpotensi menimbulkan kerusakan pada jaringan utilitas yang masih menggunakan kabel udara.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga dapat mengganggu pelayanan publik apabila jaringan mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, pemerintah mengimbau para pengemudi kendaraan angkutan barang untuk memastikan dimensi dan tinggi muatan telah sesuai dengan ketentuan sebelum melintasi jalan umum, terutama pada jalur yang masih memiliki jaringan utilitas di atas permukaan.
“Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan pada jaringan utilitas dan fasilitas publik,” kata Dian.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem jaringan utilitas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Evaluasi tersebut mencakup identifikasi titik-titik yang dinilai rawan mengalami gangguan serta penyusunan langkah mitigasi yang dapat diterapkan secara bertahap.
Menurut Dian, pembangunan jaringan kabel bawah tanah bukan hanya bertujuan mengurangi potensi gangguan akibat benturan kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dengan sistem yang lebih terlindungi, risiko gangguan terhadap jaringan utilitas diharapkan dapat ditekan sehingga kontinuitas pelayanan publik tetap terjaga.
Namun demikian, keberhasilan upaya tersebut juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pengguna jalan, melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa evaluasi terhadap sistem jaringan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Langkah mitigasi yang disiapkan diharapkan mampu menekan potensi terulangnya gangguan serupa sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur perkotaan di Kecamatan Jatiasih.**/Ugm











