Senin, 26 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » BERITA » Dedi Mulyadi Soroti Miras dan Tramadol sebagai Pemicu Kriminalitas

Dedi Mulyadi Soroti Miras dan Tramadol sebagai Pemicu Kriminalitas

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu memerangi berbagai bentuk kejahatan yang dinilai semakin meresahkan di wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, upaya menciptakan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi pada Selasa (5/8/2026).

Ia menyoroti beragam tindak kriminal yang masih menjadi ancaman di Jawa Barat, mulai dari pencopetan, penjamretan, pencurian, penggarongan, pembegalan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Menurut Dedi, luas wilayah dan tingginya mobilitas penduduk menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang rawan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan terorganisir.

Karena itu, ia menilai pengawasan lingkungan dan kepedulian masyarakat harus terus diperkuat sebagai langkah preventif.

Selain tindak kriminal konvensional, Dedi juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras (miras) serta obat-obatan yang diduga disalahgunakan, termasuk tramadol.

Ia menilai peredaran barang-barang tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tindak pidana apabila dikonsumsi secara tidak semestinya.

“Jawa Barat merupakan daerah yang sangat empuk untuk beredarnya miras dan berbagai obat-obatan, termasuk tramadol yang kini menjadi tren. Orang yang mengonsumsi tramadol bisa kehilangan kendali, memiliki keberanian melakukan tindakan kriminal, mulai dari membacok, menjambret, mencopet hingga membunuh,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Gubernur Jawa Barat terkait dampak penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan terhadap situasi keamanan.

Secara medis maupun hukum, keterkaitan antara konsumsi zat tertentu dengan tindak kriminal memerlukan pembuktian berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan, maupun kajian ilmiah pada setiap kasus.

Dedi menegaskan, pemberantasan kejahatan harus dilakukan secara menyeluruh melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Baca juga :  Bakamla RI dan Satgas TNI Gagalkan Pengiriman Gelap 25 Pekerja Migran ke Malaysia

Menurutnya, lingkungan yang aman hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki keberanian untuk menolak praktik-praktik ilegal yang berpotensi memicu munculnya kejahatan.

“Mari kita bersama-sama bersatu melakukan perlawanan. Jangan biarkan lingkungan kita menjadi tempat orang berbisnis gelap yang melahirkan kejahatan-kejahatan baru. Orang yang mabuk maupun berada di bawah pengaruh obat-obatan dapat melakukan tindakan kriminal,” katanya.

Perkuat Sinergi Aparat dan Partisipasi Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Dedi juga meminta seluruh unsur pemerintahan hingga aparat keamanan untuk terus meningkatkan koordinasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan maupun penindakan terhadap tindak kriminal dapat berjalan lebih efektif.

Ia menyebut keterlibatan berbagai unsur, mulai dari ketua RT, RW, kepala desa, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres hingga Polda Jawa Barat, harus semakin diperkuat melalui komunikasi dan pengawasan yang berkelanjutan.

Menurut Dedi, sistem keamanan berbasis lingkungan tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam mendeteksi lebih dini potensi gangguan keamanan, termasuk aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran minuman keras maupun obat-obatan ilegal.

Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, Dedi mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Ia menilai keberanian masyarakat untuk memberikan informasi kepada aparat merupakan bagian penting dalam memutus rantai peredaran barang ilegal maupun aktivitas kriminal lainnya.

“Hilangkan rasa takut, karena rasa takut itu justru membuat para pelaku semakin nyaman menjalankan aksinya. Keamanan Jawa Barat adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Dedi.

Ajakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga, diharapkan berbagai bentuk kejahatan dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.**/Ugm

Baca juga :  TNI Kirim 27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT dengan Dua Hercules
Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Prajurit TNI AL Sigap Padamkan Karhutla Riau

    Prajurit TNI AL Sigap Padamkan Karhutla Riau

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Dumai – Api melalap kebun sawit warga di Sinaboi, Rokan Hilir, Rabu malam, lalu memicu respons cepat prajurit TNI AL, Polri, dan masyarakat. Babinpotmar Posal Sinaboi segera bergerak, berkoordinasi, sekaligus menggalang gotong royong untuk menahan perluasan api di lahan gambut kering. Pembakaran semak warga mempercepat kobaran karena vegetasi kering dan karakter gambut mendorong rambatan panas […]

  • TMMD Kodim Mimika Gunakan Kayu Besi, Prioritaskan Kualitas Rumah Warga Keakwa

    TMMD Kodim Mimika Gunakan Kayu Besi, Prioritaskan Kualitas Rumah Warga Keakwa

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mimika, Papua Tengah, 28 April 2026 – Satgas TMMD ke-128 Kodim 1710/Mimika membangun rumah layak huni dan MCK di Kampung Keakwa dengan material kayu besi berkualitas tinggi. Program berlangsung di Distrik Mimika Tengah, kemudian Satgas menargetkan hasil pembangunan yang kokoh dan tahan lama bagi masyarakat penerima manfaat. Kodim 1710/Mimika menjalankan TMMD sebagai bagian dari percepatan […]

  • Diduga Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Aktor Berinisial AA Diamankan Polres Metro Jakarta Barat

    Diduga Terlibat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Aktor Berinisial AA Diamankan Polres Metro Jakarta Barat

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    AA kami amankan pada Kamis malam, 26 September 2024. Mohon waktu, kami masih mendalami kasus ini lebih lanjut

  • Satreskrim Bekasi Kota Tangkap Tiga Pelaku Penipuan Kredit Kendaraan

    Satreskrim Bekasi Kota Tangkap Tiga Pelaku Penipuan Kredit Kendaraan

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Polisi telah berhasil mengamankan satu unit mobil Honda Brio yang diduga terkait dengan kasus penipuan ini, serta dua unit kendaraan lain

  • Korlantas Polri Gelar Simposium Target PNBP 2025

    Korlantas Polri Gelar Simposium Target PNBP 2025

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Korlantas Polri terus berbenah menghadapi tantangan transformasi digital dan peningkatan pelayanan publik. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui Simposium Target PNBP Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Jakarta, dalam rangka penyusunan justifikasi PNBP tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasubdit Fasmat SBST Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Jamal Alam, yang menekankan pentingnya simposium […]

  • Hotman Paris Kritik Ahok: Sekarang cuap-cuap seolah Pahlawan, Mendingan Kau Diam

    Hotman Paris Kritik Ahok: Sekarang cuap-cuap seolah Pahlawan, Mendingan Kau Diam

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Seorang komisaris berhak melakukan pemeriksaan apabila ada pelanggaran apapun. Apalagi, kalau ada indikasi pelanggaran

expand_less