Kasum TNI Dorong Mahasiswa dan Prajurit Berprestasi Lewat Rakyard Rumble
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Jakarta – Mahasiswa dan prajurit TNI meramaikan Kejuaraan Tinju Amatir Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 di Bengkel Cafe SCBD, Jakarta Selatan.
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon bersama Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah menghadiri pembukaan kejuaraan tersebut, Minggu (4/10/2026).
Ajang itu mempertemukan 60 petinju yang terdiri atas 50 mahasiswa dan 10 prajurit TNI dalam kompetisi tinju amatir.
Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI.
Promotor Mario Tito Tampubolon bersama mahasiswa Universitas Indonesia menggelar kejuaraan tersebut dengan menggandeng TNI dan Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov PERBATI) DKI Jakarta.
Selain mengejar prestasi olahraga, penyelenggara membawa misi pembinaan generasi muda melalui pengalaman bertanding, penguatan mental, serta pengembangan potensi mahasiswa.
Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan kejuaraan tersebut tidak sekadar menghadirkan persaingan di atas ring.
Menurutnya, Rakyard Rumble menjadi wadah untuk membangun sportivitas, prestasi, kreativitas, dan semangat generasi muda.
“Bagi para atlet, pertandingan ini adalah kesempatan untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman, dan membangun mental bertanding,” kata Richard dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa seorang atlet tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik.
Menurut Richard, atlet juga membutuhkan mental kuat untuk menghadapi tekanan dan berbagai situasi selama menjalani kompetisi.
Karena itu, peserta perlu memiliki keberanian menghadapi lawan sekaligus kemampuan menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
Sikap tersebut mencakup kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan serta tetap menghargai lawan dan pihak lain.
Mahasiswa Didorong Berani Mengambil Tantangan
Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu perhatian utama Kasum TNI dalam penyelenggaraan Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026.
Richard menilai mahasiswa tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga ikut terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan.
“Yang menarik dari kegiatan ini adalah keterlibatan para mahasiswa dalam penyelenggaraannya,” ujar Richard.
Menurutnya, olahraga memiliki nilai pembelajaran yang relevan dengan kehidupan mahasiswa.
Olahraga mengajarkan keberanian mencoba, kerja keras, disiplin, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Semangat tersebut sangat dekat dengan dunia mahasiswa yakni berani bermimpi, berani mengambil tantangan, dan berani menunjukkan kemampuan,” katanya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi tinju tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan.
Lebih jauh, pengalaman dalam kompetisi dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri dan mental menghadapi tantangan.
Karena itu, Richard meminta seluruh peserta memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan secara sportif.
Ia juga mengajak para petinju menunjukkan kemampuan terbaik selama menjalani pertandingan.
“Selamat bertanding, tunjukkan kemampuan terbaik, bertandinglah secara sportif,” ujar Richard.
Ia berharap Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 menjadi momentum bagi para peserta untuk terus mengejar prestasi.
Selain itu, para atlet diharapkan dapat membawa nama baik olahraga Indonesia dan mengharumkan nama bangsa.
Enam Puluh Petinju Berebut Hadiah Pembinaan
Sebelum memasuki arena pertandingan, seluruh peserta menjalani proses timbang badan di lantai 16 Gedung FX Senayan, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti pertandingan pada Minggu (4/10/2026).
Sebanyak 60 petinju kemudian bersaing dalam kejuaraan yang menyediakan total hadiah pembinaan mencapai Rp100 juta.
Panitia menyiapkan hadiah Rp10 juta untuk kategori Petinju Terbaik.
Sementara itu, kategori Petinju Harapan dan Petinju Favorit masing-masing memperoleh hadiah Rp5 juta.
Selain hadiah pembinaan, penyelenggara juga menyiapkan tiga penghargaan utama dalam bentuk Piala Panglima TNI serta dua sabuk khusus.
Sabuk Panglima TNI diperuntukkan bagi peserta yang berstatus prajurit TNI.
Sedangkan Sabuk Rakyard Rumble disiapkan khusus bagi petinju yang berstatus mahasiswa.
Pembagian tersebut memberikan identitas tersendiri bagi dua kelompok peserta yang bertanding dalam kejuaraan.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menghadirkan perebutan gelar utama, tetapi juga memberikan apresiasi berdasarkan kategori peserta.
Rakyard Rumble Buka Jalan Atlet Mahasiswa
Promotor Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 Mario Tito Tampubolon menyampaikan apresiasi kepada pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang telah memberikan kepercayaan,” kata Mario.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perbati DKI Jakarta yang mendukung penyelenggaraan Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026.
Menurut Mario, kejuaraan tersebut membawa dua misi utama yang berkaitan dengan pembinaan atlet muda.
Misi pertama ialah menyalurkan minat mahasiswa yang ingin menekuni karier di dunia tinju.
Selain itu, ajang tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan agar dapat tampil mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional.
Misi kedua berkaitan dengan pengenalan berbagai fasilitas yang pemerintah sediakan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi sebagai atlet.
Dengan demikian, penyelenggara ingin mempertemukan minat olahraga dengan peluang pengembangan karier atlet.
Bagi mahasiswa, pengalaman bertanding menjadi salah satu modal untuk mengetahui kemampuan sekaligus memahami tuntutan dunia olahraga prestasi.
Sementara itu, keterlibatan prajurit TNI menciptakan ruang kompetisi bersama mahasiswa dalam satu ajang tinju amatir.
Olahraga, Pendidikan, dan Masa Depan Atlet
Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 menunjukkan bahwa pengembangan atlet muda dapat berjalan bersamaan dengan aktivitas pendidikan.
Keterlibatan mahasiswa menjadi penting karena penyelenggara tidak hanya menempatkan mereka sebagai penonton dalam kegiatan olahraga.
Sebaliknya, mahasiswa ikut menjadi peserta sekaligus terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.
Pada sisi lain, kehadiran prajurit TNI memberikan pengalaman berbeda bagi peserta yang berasal dari lingkungan kampus.
Pertemuan kedua kelompok tersebut menciptakan ruang kompetisi yang mengedepankan sportivitas dan penghargaan terhadap kemampuan masing-masing atlet.
Karena itu, pesan yang disampaikan Kasum TNI tidak berhenti pada ajakan meraih kemenangan.
Richard juga menekankan pentingnya mental, disiplin, keberanian, kemampuan menghadapi tekanan, serta sikap menghargai orang lain.
Nilai-nilai tersebut relevan bagi atlet maupun mahasiswa dalam menghadapi proses pengembangan diri.
Melalui kompetisi tersebut, peserta mendapat kesempatan menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk perjalanan berikutnya.
Pada akhirnya, Rakyard Rumble Piala Panglima TNI 2026 tidak hanya mempertemukan 60 petinju dalam pertandingan amatir.
Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan prajurit TNI untuk membangun pengalaman, sportivitas, serta semangat berprestasi.
Dengan dukungan TNI, mahasiswa Universitas Indonesia, promotor, dan Pengprov PERBATI DKI Jakarta, kompetisi itu diarahkan untuk membuka ruang lebih luas bagi pembinaan atlet muda.
Karena itu, pesan utama kejuaraan tersebut bukan semata-mata siapa yang keluar sebagai pemenang.
Lebih penting lagi, setiap peserta memperoleh pengalaman bertanding, membangun mental, menjaga sportivitas, dan terus mengembangkan kemampuan untuk meraih prestasi.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

