Selasa, 8 Sep 2026
Beranda » BERITA » Bocah 13 Tahun di Sukabumi Tewas, Begini Pengakuan Ibu Tiri

Bocah 13 Tahun di Sukabumi Tewas, Begini Pengakuan Ibu Tiri

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

Sukabumi – Seorang bocah perempuan berinisial NS (13), warga Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya, TR (46).

Dugaan tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai luka lepuhan di sekujur tubuh korban.

Namun, TR yang berstatus terlapor membantah keras tuduhan itu dan menyatakan kematian korban disebabkan penyakit kronis yang diderita NS.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Informasi mengenai dugaan kekerasan terhadap anak tersebut ramai diperbincangkan publik pada Sabtu (21/2/2026), setelah sejumlah keterangan dan foto kondisi korban tersebar di media sosial.

Kasus ini pun memicu perhatian luas masyarakat dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab pasti kematian korban.

NS diketahui meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka lepuhan di sejumlah bagian tubuh.

Dugaan awal yang berkembang di masyarakat menyebutkan luka tersebut akibat kekerasan fisik, termasuk kemungkinan disiram air panas.

Kecurigaan itu mengarah kepada TR, ibu tiri korban, yang kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.

TR membantah seluruh tuduhan tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip dari detikJabar, Sabtu (21/2/2026), TR menyatakan dirinya tidak melakukan kekerasan terhadap anak sambungnya itu.

“Tuduhan dari netizen seperti berita itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu,” ujar TR.

Menurut TR, luka lepuhan yang ditemukan di tubuh NS bukan akibat penganiayaan, melainkan dampak dari penyakit serius yang telah lama diderita korban.

Ia menyebut NS mengidap kanker darah jenis leukemia serta penyakit autoimun.

TR mengklaim kondisi kesehatan korban memang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Ia juga menegaskan bahwa luka pada tubuh korban bukan karena siraman air panas.

Pilihan Editor :  Kodim 1710/Mimika Salurkan Makanan Tambahan untuk Balita Jelang HUT Ke-80 TNI

TR berpendapat bahwa kondisi medis korban menjadi faktor utama yang menyebabkan luka-luka tersebut muncul dan akhirnya berujung pada kematian.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait hasil pemeriksaan medis atau autopsi yang dapat memastikan penyebab kematian korban.

Pihak kepolisian di wilayah Kabupaten Sukabumi dikabarkan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta secara objektif dan menyeluruh.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dugaan kekerasan terhadap anak dalam lingkup keluarga.

Jika terbukti terjadi penganiayaan, pelaku dapat dijerat dengan ketentuan pidana sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya tidak ringan.

Namun, proses hukum tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Menunggu Hasil Penyelidikan dan Uji Medis

Pakar hukum pidana menilai, dalam kasus kematian dengan dugaan kekerasan, pembuktian harus bertumpu pada hasil visum et repertum, autopsi, serta keterangan ahli medis.

Tanpa bukti forensik yang kuat, tuduhan tidak dapat serta-merta dibenarkan, meski tekanan opini publik menguat.

Di sisi lain, pemerhati perlindungan anak menekankan pentingnya respons cepat aparat dalam menangani laporan dugaan kekerasan terhadap anak.

Mereka mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok rentan yang wajib mendapat perlindungan maksimal dari negara.

Publik kini menunggu kejelasan hasil penyelidikan.

Aparat penegak hukum diharapkan segera menyampaikan perkembangan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.

Kematian NS meninggalkan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar.

Apakah luka di tubuhnya murni akibat penyakit kronis seperti yang diklaim ibu tirinya, atau ada unsur kekerasan yang menyebabkan penderitaan hingga berujung maut?

Jawaban atas pertanyaan tersebut hanya dapat dipastikan melalui proses hukum dan pemeriksaan medis yang independen.

Pilihan Editor :  Patroli Senyap Gegana Brimob Sisir Titik Rawan hingga Dini Hari di Jakarta Barat

Hingga saat ini, penyelidikan masih berjalan.

Aparat diminta bekerja profesional, objektif, dan bebas dari tekanan agar kebenaran dapat terungkap secara terang dan adil bagi semua pihak.**/red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Avatar photo

Penulis

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Berita Untuk Anda

  • Alasan Video TikTok Anda 0 Views dan Cara Mengatasinya

    Alasan Video TikTok Anda 0 Views dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Salah satu penyebab utama video tidak mendapatkan views adalah pengaturan privasi akun. Jika akun masih dalam mode privat…

  • TMA Kali Bekasi Tembus 520 Cm

    TMA Kali Bekasi Tembus 520 Cm

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Tinggi muka air Kali Bekasi di titik pantau P2C mencapai 520 sentimeter pada Jumat pukul 10.51 WIB. Petugas menetapkan status Siaga 3 setelah mencatat kenaikan debit signifikan di pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. Rudi Hartono selaku petugas jaga P2C menyampaikan hujan deras di wilayah hulu memicu lonjakan volume air. “Pukul 10.51 […]

  • TNI-Polri Siaga, Operasi Ketupat Noken Digelar

    TNI-Polri Siaga, Operasi Ketupat Noken Digelar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Puncak Jaya – Aparat TNI dan Polri memperkuat kesiapan pengamanan menjelang Idul Fitri melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026. Apel berlangsung di Lapangan Mapolres Puncak Jaya, Jalan Trans Papua, Distrik Pagaleme, Kamis (12/3/2026). Kapolres Puncak Jaya AKBP Ahmad Fauzan memimpin langsung apel bersama Wakil Bupati Puncak Jaya Mus Kogoya. Sekitar 150 personel gabungan […]

  • Dandim Jaksel Nobar Final Piala Dunia Bersama Ribuan Warga

    Dandim Jaksel Nobar Final Piala Dunia Bersama Ribuan Warga

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Selatan, 20 Juli 2026 – Komandan Kodim (Dandim) 0504/Jakarta Selatan Letkol Kav I Nyoman Artawan menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 antara Timnas Spanyol dan Timnas Argentina bersama ribuan masyarakat di Kemang Village, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026) dini hari. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. […]

  • HABEMA GOTONG ROYONG BANGUN HONAI WARGA YENGGERNOK

    HABEMA GOTONG ROYONG BANGUN HONAI WARGA YENGGERNOK

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Gensa Media
    • 0Komentar

    Gome Puncak, Papua – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Raider 323/Buaya Putih Kostrad, salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi HABEMA di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Mobil RI-PNG, di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Rabu (23/10/ 2024). Satgas Yonif 323 Kostrad, khususnya Pos Gome pimpinan Lettu Inf Galang, turut serta bergotong […]

  • Brimob Polda Metro Jaya Sigap Tangani Banjir Bekasi

    Brimob Polda Metro Jaya Sigap Tangani Banjir Bekasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kab. Bekasi – Satuan Brimob Polda Metro Jaya bergerak cepat merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi. Melalui Tim SAR Batalyon D Pelopor, Brimob langsung menggelar patroli dan operasi kemanusiaan di titik rawan banjir. Pertama, tim memulai patroli SAR di Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, yang terendam banjir. Di lokasi tersebut, personel Brimob […]

expand_less