Tak Semua Ular Berbisa, Patriot Fauna Bekasi Tingkatkan Edukasi Masyarakat

BEKASI – Komunitas Patriot Fauna Kota Bekasi terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai reptil sebagai upaya menghilangkan stigma negatif dan berbagai mitos yang selama ini melekat pada satwa tersebut. Melalui...

Tak Semua Ular Berbisa, Patriot Fauna Bekasi Tingkatkan Edukasi Masyarakat – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Komunitas Patriot Fauna Kota Bekasi terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai reptil sebagai upaya menghilangkan stigma negatif dan berbagai mitos yang selama ini melekat pada satwa tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi, gathering, hingga kunjungan edukatif ke sekolah dan komunitas, Patriot Fauna mendorong masyarakat memahami peran penting reptil dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran untuk berinteraksi dengan satwa liar secara aman.

Staf Humas Patriot Fauna Kota Bekasi, Firman Ugama, mengatakan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan edukasi tersebut berkomitmen memberikan pemahaman yang benar mengenai reptil.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang reptil sebagai hewan berbahaya tanpa memahami fungsi ekologisnya.

“Reptil memiliki peran penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai predator alami hewan pengerat, seperti tikus. Karena itu, masyarakat perlu memahami keberadaan dan peran reptil di lingkungan,” ujar Firman, Rabu (6/8/2026).

Firman menjelaskan, kegiatan edukasi menjadi salah satu program utama Patriot Fauna.

Selain menggelar gathering rutin yang mempertemukan para pencinta reptil, komunitas tersebut juga aktif memberikan penyuluhan kepada pelajar, organisasi masyarakat, hingga komunitas hobi.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan berbagai jenis reptil kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai cara mengenali karakteristik satwa tersebut serta langkah-langkah yang aman ketika berhadapan dengan reptil di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis reptil secara lebih dekat sekaligus memperoleh informasi mengenai cara berinteraksi dengan reptil secara aman,” katanya.

Firman menilai edukasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan dasar mengenai reptil.

Pilihan Editor :  Ngopi Bareng Sambil Mancing di PMC Jepun: Gaungkan Solidaritas Lewat Joran

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi membahayakan keselamatan manusia maupun satwa.

Ia mencontohkan pengalaman yang pernah dialaminya ketika mendapati seorang anak memegang ular tanpa mengetahui bahwa ular tersebut termasuk jenis berbisa.

“Pengalaman itu cukup membuat kami terkejut. Dari situ terlihat bahwa edukasi mengenai reptil memang penting agar masyarakat tidak asal memegang hewan yang ditemui,” ujarnya.

Peristiwa tersebut, lanjut Firman, menunjukkan rendahnya literasi masyarakat mengenai satwa liar.

Di sisi lain, minimnya pemahaman juga kerap memicu tindakan spontan yang berisiko, baik terhadap manusia maupun reptil.

Edukasi Dinilai Penting untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Anggota Patriot Fauna Kota Bekasi, Erlangga, mengatakan kesalahpahaman masyarakat terhadap reptil masih cukup tinggi.

Salah satu anggapan yang paling sering ditemui ialah bahwa seluruh jenis ular dianggap berbisa dan harus segera dibunuh ketika ditemukan.

Menurut Erlangga, persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar karena hanya sebagian jenis ular yang memiliki bisa berbahaya bagi manusia.

“Tidak semua ular berbisa. Ketika menemukan ular di lingkungan sekitar, masyarakat perlu memahami jenisnya terlebih dahulu dan tidak langsung mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun hewan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, tindakan membunuh reptil tanpa mengetahui jenis dan perannya justru dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Beberapa spesies ular, misalnya, berfungsi sebagai pengendali populasi tikus yang berpotensi menjadi hama di kawasan permukiman maupun pertanian.

Sementara itu, anggota Patriot Fauna lainnya, Raisya, menilai kemunculan reptil di kawasan permukiman tidak selalu menunjukkan perilaku agresif satwa.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan maupun kerusakan habitat yang memaksa reptil mencari tempat hidup baru.

Pilihan Editor :  Polemik Limbah PT Glow Industri, DLH Bekasi: Sepengetahuan Saya Belum Ada

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak langsung memberikan respons yang berlebihan ketika menjumpai reptil di sekitar tempat tinggal.

Langkah yang lebih tepat adalah menjaga jarak aman, menghindari tindakan yang berisiko, serta menghubungi pihak yang memiliki kompetensi apabila diperlukan.

“Melalui kegiatan gathering dan edukasi, Patriot Fauna berupaya membangun pemahaman masyarakat bahwa mengenal reptil merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian,” kata Raisya.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan komunitas, “Kenal dan Peduli”, yang mengajak masyarakat membangun pengetahuan sebelum membentuk penilaian maupun mengambil tindakan terhadap satwa liar.

Patriot Fauna berharap kegiatan edukasi yang selama ini dilakukan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Dengan meningkatnya literasi mengenai reptil, komunitas tersebut optimistis masyarakat akan lebih bijak dalam menyikapi keberadaan satwa liar sekaligus ikut berperan menjaga kelestarian ekosistem.

“Ke depannya, kami berharap Patriot Fauna Kota Bekasi dapat terus berkembang serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memandang reptil secara lebih bijak dan turut menjaga keberlangsungan ekosistem di lingkungan sekitar,” pungkas Firman.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *