Air Kali Cileungsi Menghitam, DLH Temukan Logam dan Bakteri Lampaui Baku Mutu

BEKASI – Hasil pemantauan dan uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkap dugaan pencemaran berat di aliran Kali Cileungsi. Air sungai yang terpantau berwarna hitam pekat dan berbau...

Air Kali Cileungsi Menghitam, DLH Temukan Logam dan Bakteri Lampaui Baku Mutu – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Hasil pemantauan dan uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkap dugaan pencemaran berat di aliran Kali Cileungsi.

Air sungai yang terpantau berwarna hitam pekat dan berbau menyengat diketahui mengandung sejumlah parameter pencemar yang melebihi baku mutu lingkungan. Kondisi tersebut diduga telah berdampak hingga wilayah hilir di Kota Bekasi dan kini menjadi perhatian pemerintah lintas daerah.

Temuan tersebut merupakan hasil tindak lanjut DLH Kota Bekasi atas laporan masyarakat mengenai perubahan kondisi air Kali Cileungsi yang mencuat pada pertengahan Juli 2026.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Pasukan Katak, dan UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi melakukan inspeksi lapangan, penelusuran aliran sungai, serta pengambilan sampel air di Kali Cileungsi dan Kali Bekasi pada 20–30 Juli 2026.

Dalam penelusuran di kawasan Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, petugas menemukan kondisi air sungai berwarna hitam pekat disertai aroma menyengat.

Temuan tersebut menjadi indikasi awal terjadinya penurunan kualitas air yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil pengujian laboratorium menunjukkan sejumlah parameter kualitas air telah melampaui ambang batas yang ditetapkan dalam baku mutu lingkungan.

“Parameter yang melebihi baku mutu meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), nikel terlarut, seng terlarut, tembaga terlarut, hingga kandungan fecal coliform.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang berpotensi mengancam kualitas ekosistem sungai,” ujar Kiswatiningsih, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, tingginya nilai TSS menunjukkan banyaknya partikel padatan tersuspensi di dalam air. Sementara peningkatan nilai BOD mengindikasikan tingginya kebutuhan oksigen akibat banyaknya bahan organik yang terurai.

Pilihan Editor :  394 Ribu Hektar Lahan Ilegal Dikembalikan ke Pangkuan Republik

Rendahnya kadar DO juga dapat berdampak terhadap kelangsungan hidup biota perairan.

Di sisi lain, keberadaan logam terlarut seperti nikel, seng, dan tembaga yang melampaui baku mutu menjadi indikator adanya potensi pencemaran dari aktivitas tertentu yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi berwenang.

Selain itu, tingginya kandungan fecal coliform mengindikasikan adanya kontaminasi biologis yang berpotensi menurunkan kualitas air sungai.

Hasil pengujian tersebut menjadi dasar bagi DLH Kota Bekasi untuk memperkuat langkah koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam penanganan dugaan pencemaran.

Dugaan Sumber Pencemaran Berada di Wilayah Kabupaten Bogor

DLH Kota Bekasi juga mencatat bahwa aliran air yang diduga tercemar telah bergerak melewati kawasan Pangkalan 6 di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, hingga mencapai kawasan Delta Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak pencemaran tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah menjalar ke wilayah hilir dan berpotensi memengaruhi kualitas air lintas daerah.

Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Namun demikian, hingga saat ini penyebab pasti maupun pihak yang diduga bertanggung jawab masih memerlukan investigasi lebih lanjut oleh instansi yang memiliki kewenangan.

” Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah Kabupaten Bogor. Atas dasar itu, DLH Kota Bekasi telah menyampaikan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor guna mendorong investigasi bersama dan percepatan langkah penanganan,” kata Kiswatiningsih.

Pilihan Editor :  GP Ansor Soroti Dugaan Minimnya Prioritas Tenaga Kerja Lokal oleh PT Grenex di Babelan

Melalui surat tersebut, DLH Kota Bekasi meminta adanya penelusuran menyeluruh untuk mengidentifikasi sumber pencemaran, sekaligus mendorong koordinasi lintas pemerintah daerah mengingat aliran sungai melintasi lebih dari satu wilayah administrasi.

DLH Kota Bekasi juga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan penelusuran sesuai kewenangannya guna mengungkap sumber pencemaran dan mengambil langkah penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Di sisi lain, DLH Kota Bekasi memastikan pemantauan kualitas air di Kali Cileungsi dan Kali Bekasi akan terus dilakukan secara berkala.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota terkait guna memastikan penanganan pencemaran dilakukan secara terpadu.

“Di sisi lain, kami memastikan pemantauan kualitas air akan terus dilakukan secara berkala. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi dan menyampaikan perkembangan penanganan kepada publik sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya melindungi lingkungan dan masyarakat yang bergantung pada aliran Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi,” pungkas Kiswatiningsih.

Hingga berita ini ditulis, investigasi mengenai sumber pencemaran masih berlangsung.

Belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai penyebab pasti maupun pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencemaran tersebut. Media akan memperbarui informasi setelah terdapat hasil investigasi dan pernyataan resmi dari pihak terkait.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *