Senin, 26 Okt 2026
Beranda » BERITA » Lima Bulan Pascakebakaran SPBE Cimuning, Warga Belum Dapat Kepastian Perbaikan

Lima Bulan Pascakebakaran SPBE Cimuning, Warga Belum Dapat Kepastian Perbaikan

  • account_circle Risdiyanto
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Hampir lima bulan setelah ledakan dan kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, sejumlah warga terdampak mengaku belum menerima realisasi bantuan perbaikan rumah.

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kepastian mengenai penanganan kerusakan yang hingga kini masih mereka rasakan.

Peristiwa ledakan yang disebut warga berdampak terhadap rumah dan tempat usaha di sekitar lokasi itu terjadi pada 1 April 2026.

Hingga Kamis (20/8/2026), warga Kampung Cimuning RT 02/RW 03 mengaku sebagian kondisi rumah mereka belum kembali seperti semula.

Martin, salah seorang warga yang rumah dan rukonya terdampak, mengatakan peristiwa tersebut membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan tempat usaha.

“Sejak 1 April 2026 kami kehilangan tempat tinggal akibat ledakan SPBE di Jalan Cinyosog. Hingga hari ini, 20 Agustus 2026, belum ada realisasi perbaikan rumah dari pemerintah,” kata Martin.

Menurut dia, hampir lima bulan setelah kejadian, warga masih menunggu kejelasan mengenai tindak lanjut terhadap kerusakan yang mereka alami.

Kondisi tersebut, kata Martin, menambah beban warga yang harus memenuhi kebutuhan tempat tinggal selama rumah belum dapat digunakan secara layak.

Keluhan serupa disampaikan Kokom, warga yang rumahnya juga terdampak.

Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai penanganan rumahnya.

“Sampai saat ini belum ada aparat pemerintah yang memberi ketegasan atau penjelasan. Tidak ada respons yang peduli terhadap kesulitan kami. Kami sampai harus mengontrak tempat tinggal karena rumah belum diperbaiki,” ujar Kokom.

Kokom berharap persoalan warga terdampak mendapat perhatian pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi.

Ia secara khusus meminta Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM untuk mendengar keluhan warga Cimuning.

Pilihan Editor :  Danpasmar 3 Ikuti Do’a Lintas Agama Dipimpin Panglima Korps Marinir

“Kami berharap Bapak Gubernur Jawa Barat, KDM, bisa mendengar jeritan warga yang kesusahan,” katanya.

Warga Menunggu Kepastian Penanganan

Ketua RT 02, Een Doni, membenarkan bahwa masih terdapat warga di lingkungannya yang menunggu penanganan atas dampak kebakaran tersebut.

Ia mengatakan, berdasarkan kondisi yang diketahui di lingkungan warga, belum terdapat penyelesaian berupa penggantian atau perbaikan dari pihak perusahaan yang disebut warga terkait dengan peristiwa tersebut.

“Memang dari pihak PT SPBE belum ada penggantian atau tanggung jawab untuk warga kami yang terkena dampak kebakaran ini. Sampai saat ini warga kami berharap bisa dibantu oleh pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab,” kata Een.

Een mengatakan warga membutuhkan kepastian, bukan sekadar menunggu tanpa informasi mengenai kapan dan bagaimana kerusakan rumah mereka akan ditangani.

“Ke mana rakyat kecil harus mengadu? Kami bukan minta lebih, kami hanya minta hak kami: rumah yang layak untuk ditempati,” ujarnya.

Keluhan warga juga disampaikan melalui media sosial. Dalam unggahan yang beredar, warga menyebut telah menunggu selama berbulan-bulan sejak peristiwa 1 April 2026.

Mereka menggambarkan kondisi tempat tinggal yang belum sepenuhnya pulih dan meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar warga terdampak.

“Lima bulan sudah kami menunggu,” demikian salah satu pesan dalam unggahan tersebut.

Warga juga menuliskan bahwa anak-anak mereka menghadapi kondisi tidak nyaman akibat rumah yang belum diperbaiki.

Mereka menyampaikan keluhan bahwa anak-anak harus menghadapi panas dan hujan ketika kondisi tempat tinggal belum memadai.

Namun, pernyataan warga mengenai belum adanya bantuan maupun tanggung jawab dari pihak tertentu perlu dikonfirmasi kepada seluruh pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang.

Hingga berita ini disusun berdasarkan informasi yang tersedia, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pihak perusahaan yang disebut warga mengenai status bantuan, hasil pendataan kerusakan, mekanisme ganti rugi, serta jadwal perbaikan rumah warga terdampak.

Pilihan Editor :  Cara Cek PIP: Panduan Cek Penerima dengan NIK dan NISN

Persoalan tersebut menjadi penting karena hampir lima bulan telah berlalu sejak kejadian.

Kepastian mengenai pendataan korban, bentuk bantuan, sumber pembiayaan perbaikan, serta pihak yang memiliki kewajiban menangani kerusakan diperlukan agar warga tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Warga berharap pemerintah segera melakukan verifikasi lapangan dan membuka informasi secara transparan mengenai perkembangan penanganan.

Mereka juga meminta agar setiap keputusan terkait bantuan dan perbaikan rumah disampaikan secara jelas kepada masyarakat terdampak.

Bagi warga Cimuning, persoalan ini bukan sekadar kerusakan bangunan.

Rumah merupakan tempat berlindung sekaligus bagian penting dari keberlangsungan kehidupan keluarga.

Karena itu, mereka meminta pemerintah memastikan proses penanganan berjalan terukur, transparan, dan berpihak pada pemulihan warga yang terdampak.

Hampir lima bulan setelah ledakan dan kebakaran, warga kini menunggu satu hal yang paling mendasar: kepastian kapan rumah mereka dapat kembali ditempati secara layak.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Risdy adalah wartawan resmi Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, berimbang, dan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Menarik Dibaca

  • Cara Mudah dan Efektif Mengusir Nyamuk dari Rumah

    Cara Mudah dan Efektif Mengusir Nyamuk dari Rumah

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Nyamuk merupakan salah satu hewan yang dapat menularkan penyakit mematikan. Malaria, yang disebabkan oleh parasit

  • Polda Metro Terjunkan 6.757 Personel Amankan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden

    Polda Metro Terjunkan 6.757 Personel Amankan Pelantikan Presiden Dan Wakil Presiden

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Jakarta – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 akan dilaksanakan pada Minggu,(20/10/2024) mendatang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan pelantikan tersebut. Pengamanan meliputi personel Polda Metro Jaya dan jajaran Polres, Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, dan stakeholder terkait. […]

  • KARYA BAKTI HABEMA BERSIHKAN PUSKESMAS MAYUBERI MENYAMBUT HUT 79 TNI

    KARYA BAKTI HABEMA BERSIHKAN PUSKESMAS MAYUBERI MENYAMBUT HUT 79 TNI

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Ilaga Utara Puncak, PAPUA – Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) Raider 323/Buaya Putih Kostrad, salah satu Satuan Jajaran Komando Operasi HABEMA di Papua, tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Mobil RI-PNG, di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Kamis, (10/10/2024). Satgas Yonif 323 Kostrad, khususnya Pos Mayuberi pimpinan Lettu Inf Yudo, merealisasikan hasil Komunikasi […]

  • Brimob Polda Metro Jaya Garap Lahan Sempit Jadi Sumber Pangan

    Brimob Polda Metro Jaya Garap Lahan Sempit Jadi Sumber Pangan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Di balik kesibukan menjaga keamanan ibu kota, personel Yanma Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya juga punya cara unik dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kamis pagi (7/8/2025), mereka tampak sibuk merawat tanaman dan memberi makan ikan di lahan terbatas samping Mako Batalyon A Pelopor. Lahan yang tidak seberapa luas itu disulap […]

  • 42 Batang Kayu Hasil Ilegal Logging Berhasil Diamankan Satgas Yonkav 12/BC di Perbatasan RI-Malaysia

    42 Batang Kayu Hasil Ilegal Logging Berhasil Diamankan Satgas Yonkav 12/BC di Perbatasan RI-Malaysia

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kayu berjenis Merantik dan Pilung ini sudah dibetuk sedemikian rupa dan sepetinya sudah akan dijual oleh pelaku penebangan liar itu

  • Kodim 1714/Puncak Jaya Hadiri Penamatan SAM ke-56, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan

    Kodim 1714/Puncak Jaya Hadiri Penamatan SAM ke-56, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Mulia, 16 Juni 2026 – Kodim 1714/Puncak Jaya menghadiri penamatan siswa Sekolah Alkitab Mulia ke-56 sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pembinaan keagamaan di Papua Tengah. Kegiatan berlangsung di Jalan Papua Girire, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Selasa pukul 10.17 WIT dengan dihadiri sekitar 300 peserta. Acara tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh […]

expand_less