BYD Atto 1 Nyodok Posisi Dua, Mobil Jepang Mulai Lirik Kaca Spion
- account_circle Tama
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Pasar mobil Indonesia mulai punya cerita baru.
Kalau selama ini merek Jepang seperti raja lama yang nyaman duduk di singgasana, Agustus 2026 kedatangan tamu dari China yang langsung main gas.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD Atto 1 mencatat penjualan sekitar 5.560 unit dan langsung bertengger di posisi kedua daftar 20 model dengan penjualan wholesales terbanyak.
Yang masih bertahan di puncak adalah Daihatsu Gran Max dengan penjualan sekitar 6.662 unit.
Artinya, Atto 1 hanya terpaut sekitar 1.102 unit dari mobil yang selama ini akrab dengan urusan angkut-mengangkut barang hingga kebutuhan usaha.
Yang bikin persaingan makin menarik, penjualan Atto 1 bahkan melampaui sejumlah model populer Toyota, Suzuki, dan Honda.
Posisi ketiga ditempati Toyota Innova dengan sekitar 3.504 unit.
Angka tersebut merupakan gabungan Kijang Innova Diesel serta Innova Zenix, termasuk model bermesin pembakaran internal (ICE) dan hybrid electric vehicle (HEV).
Toyota Avanza menyusul di posisi keempat dengan sekitar 3.442 unit, sedangkan Suzuki Carry berada di urutan kelima dengan sekitar 3.372 unit.
Jadi, kalau daftar ini ibarat lomba lari, Atto 1 bukan cuma ikut start.
Mobil China itu langsung lari kencang dan nyaris menyenggol papan nomor dua.
China Mulai Masuk Papan Atas
Kejutan berikutnya datang dari Jaecoo J5. Model yang tersedia dalam varian BEV Standard dan Premium itu mencatat sekitar 3.214 unit dan menempati posisi keenam.
Selisihnya dengan Suzuki Carry di posisi kelima hanya sekitar 158 unit.
BYD juga kembali muncul lewat M6.
Model yang terdiri atas tipe BEV dan PHEV tersebut membukukan sekitar 1.840 unit dan berada di posisi ke-11.
Dengan demikian, dua dari 20 model dengan penjualan wholesales terbanyak pada Agustus 2026 berasal dari merek China, yakni BYD Atto 1 dan BYD M6.
Jaecoo J5 juga masuk enam besar, sehingga kehadiran merek China di papan atas pasar mobil nasional makin terlihat.
Namun, dominasi merek Jepang belum bisa dibilang tamat. Jauh dari itu.
Dari 20 model terlaris, Toyota masih menjadi merek dengan jumlah model terbanyak.
Selain Innova dan Avanza, Toyota menempatkan Calya, Veloz, Rush, dan Agya.
Toyota Calya mencatat sekitar 3.001 unit, Veloz 2.267 unit, Rush 1.880 unit, dan Agya 1.412 unit.
Daihatsu juga masih punya taji.
Gran Max menjadi jawara daftar tersebut, sementara Sigra mencatat sekitar 2.746 unit dan masuk delapan besar.
Model Daihatsu lainnya, Terios dan Ayla, masing-masing membukukan sekitar 1.650 unit dan 1.013 unit.
Honda Brio berada di angka sekitar 1.670 unit, Mitsubishi Xpander 1.610 unit, sedangkan Hyundai Stargazer mencatat sekitar 1.136 unit.
Suzuki Fronx, termasuk varian hybrid, membukukan sekitar 939 unit.
Sementara Mitsubishi Destinator mencatat sekitar 801 unit.
Data tersebut memperlihatkan persaingan pasar mobil Indonesia mulai bergerak.
Merek Jepang masih memenuhi papan atas dengan banyak model, tetapi pemain China mulai berhasil menyelipkan produknya ke posisi strategis.
Khusus BYD Atto 1, capaian posisi kedua menjadi sinyal bahwa produk elektrifikasi dari merek China mulai mendapatkan perhatian besar dalam persaingan pasar otomotif nasional.
Namun, data wholesales pada dasarnya mencerminkan penjualan dari pabrikan ke jaringan dealer, bukan secara langsung jumlah mobil yang sudah berada di garasi konsumen.
Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai gambaran distribusi kendaraan di pasar, bukan semata-mata penjualan ritel kepada pengguna akhir.
Berikut daftar 20 model kendaraan dengan penjualan wholesales terbanyak pada Agustus 2026 berdasarkan data yang disampaikan:
- Daihatsu Gran Max (Pikap + Blind Van + Minibus): 6.662 unit
- BYD Atto 1 (Dynamic/Premium/Standard): 5.560 unit
- Toyota Innova (Kijang Innova Diesel + Zenix/Zenix Hybrid): 3.504 unit
- Toyota Avanza: 3.442 unit
- Suzuki Carry (Pikap + Van + Chassis): 3.372 unit
- Jaecoo J5 (BEV Standard + Premium): 3.214 unit
- Toyota Calya: 3.001 unit
- Daihatsu Sigra: 2.746 unit
- Toyota Veloz (termasuk Hybrid): 2.267 unit
- Toyota Rush: 1.880 unit
- BYD M6 (BEV & PHEV): 1.840 unit
- Honda Brio (Satya + RS): 1.670 unit
- Daihatsu Terios: 1.650 unit
- Mitsubishi Xpander (termasuk Xpander Cross): 1.610 unit
- Toyota Agya: 1.412 unit
- Isuzu Traga (Pick Up): 1.182 unit
- Hyundai Stargazer (termasuk varian Cartenz): 1.136 unit
- Daihatsu Ayla: 1.013 unit
- Suzuki Fronx (termasuk tipe Hybrid): 939 unit
- Mitsubishi Destinator: 801 unit
Peta persaingan pun mulai berubah. Jepang masih ramai di papan atas, tetapi China sudah tidak sekadar datang untuk meramaikan suasana.
Setidaknya dari daftar Agustus 2026 ini, mereka sudah mulai ikut menentukan siapa yang boleh duduk di kursi depan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Tama
Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

