Bukan Sekadar Serap Anggaran, Jatisampurna Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

JATISAMPURNA, BEKASI – Program Bekasi Keren Tahun 2026 di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, telah menuntaskan seluruh target penyerapan anggaran di 68 RW yang tersebar pada lima kelurahan. Pemerintah Kecamatan Jatisampurna...

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Jatisampurna Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri – Foto Istimewaa
-AA+

JATISAMPURNA, BEKASI – Program Bekasi Keren Tahun 2026 di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, telah menuntaskan seluruh target penyerapan anggaran di 68 RW yang tersebar pada lima kelurahan.

Pemerintah Kecamatan Jatisampurna menilai penyelesaian administrasi dan realisasi anggaran tersebut harus diikuti manfaat yang berkelanjutan, terutama dalam membangun kesadaran warga mengelola sampah dari sumbernya.

Camat Jatisampurna Nata Wirya mengatakan seluruh rangkaian pelaksanaan Program Bekasi Keren 2026 di lima kelurahan berjalan lancar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran kelurahan, pengurus wilayah, serta masyarakat yang ikut mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Alhamdulillah, penyerapan anggaran Program Bekasi Keren 2026 sudah terealisasi seluruhnya di lima kelurahan,” ujar Nata Wirya saat memberikan keterangan kepada media.

Advertisement

Lima kelurahan yang telah menyelesaikan realisasi anggaran tersebut yakni Kelurahan Jatisampurna, Jatikarya, Jatirangga, Jatiranggon, dan Jatiraden.

Program Bekasi Keren pada periode tersebut, secara umum, mengalokasikan anggaran untuk belanja barang yang digunakan dalam menunjang sarana dan prasarana operasional di tingkat RW.

Namun, Nata menekankan keberhasilan program tidak semata-mata dapat diukur dari terserapnya anggaran.

Menurut dia, manfaat program harus dapat dirasakan masyarakat dan mendorong perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Karena itu, pemerintah kecamatan meminta jajaran lurah serta pengurus RT dan RW tidak berhenti setelah seluruh tahapan program selesai.

Mereka didorong menjadi penggerak yang memastikan berbagai fasilitas maupun dukungan program dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan permukiman.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Bekasi mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengurangi persoalan sampah dari tingkat rumah tangga.

Pilihan Editor :  LSM GMBI Desak DLH Publikasikan Hasil Uji Lab Dugaan Pencemaran Dapur MBG

Pilah Sampah dari Sumber Jadi Fokus Tindak Lanjut

Pemerintah Kecamatan Jatisampurna mendorong pengurus RT dan RW mengedukasi warga agar membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.

Langkah tersebut dinilai penting karena pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada proses pengangkutan oleh pemerintah, tetapi juga pada perilaku masyarakat sejak sampah dihasilkan.

Sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, dapat dipisahkan untuk kemudian diolah menjadi kompos. Sampah organik tertentu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan budidaya maggot.

Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng yang masih memiliki nilai guna dapat dipilah dan disalurkan melalui Bank Sampah terdekat.

Pemilahan sejak dari rumah diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali perlu dipisahkan dari jenis sampah lainnya.

Pemisahan tersebut dapat membantu proses pengangkutan dan pengelolaan pada tahap berikutnya.

Pendekatan tersebut menempatkan warga sebagai bagian penting dalam sistem pengelolaan lingkungan.

Pemerintah kecamatan tidak hanya mengandalkan pembangunan sarana, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar persoalan sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya.

Dalam konteks Program Bekasi Keren, penyelesaian penyerapan anggaran menjadi salah satu tahapan dalam pelaksanaan program.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil program tidak berhenti sebagai laporan administratif, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Jatisampurna berharap koordinasi antara pemerintah kelurahan, pengurus RT dan RW, serta warga terus diperkuat.

Sinergi tersebut diperlukan agar dukungan anggaran pemerintah dapat menghasilkan manfaat yang lebih panjang, termasuk dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan memiliki kesadaran pengelolaan sampah secara mandiri.

Pilihan Editor :  Anak 6 Tahun Korban Kekerasan Bersenjata Dirujuk ke Nabire dari Puncak

Dengan demikian, ukuran keberhasilan program tidak hanya terletak pada seberapa besar anggaran yang telah direalisasikan, tetapi juga pada sejauh mana program tersebut mampu menggerakkan masyarakat dan menghasilkan perubahan di tingkat lingkungan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti