42 RW Bojong Rawalumbu Gelar K3 Serentak, Lurah Larang Bakar Sampah

BEKASI – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menggerakkan seluruh wilayah Rukun Warga (RW) untuk melaksanakan kegiatan Kebersihan, Keindahan,...

42 RW Bojong Rawalumbu Gelar K3 Serentak, Lurah Larang Bakar Sampah – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menggerakkan seluruh wilayah Rukun Warga (RW) untuk melaksanakan kegiatan Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) secara serentak pada Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada penataan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan budaya gotong royong sekaligus mengingatkan masyarakat agar menghentikan praktik pembakaran sampah yang dinilai membahayakan keselamatan dan kesehatan lingkungan.

Sebanyak 42 RW di Kelurahan Bojong Rawalumbu mengikuti kegiatan K3 dengan melibatkan warga, aparatur kelurahan, unsur Kecamatan Rawalumbu, Linmas, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Aksi bersih-bersih dilakukan di lingkungan permukiman, jalan lingkungan, fasilitas umum, hingga ruang terbuka yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, S.AP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kegiatan K3 ini dilaksanakan serentak di 42 RW dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah. Selain membersihkan lingkungan, warga juga melakukan pengecatan kanstin, pemasangan umbul-umbul, serta penataan gapura agar suasana peringatan HUT Kemerdekaan semakin semarak,” ujar Warjan.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang dapat dilakukan secara swadaya menjadi tanggung jawab masyarakat melalui gotong royong.

Sementara itu, untuk titik-titik yang memerlukan penanganan khusus atau berada di luar kemampuan warga, akan ditangani oleh petugas pemerintah sesuai kewenangannya.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan.

Melalui kegiatan K3, pemerintah berharap tumbuh kembali kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Pilihan Editor :  Gowes Tersesat di Ancol, Kakek Asal Taman Sari Dipertemukan Kembali dengan Keluarga Berkat Polisi

Selain mempercantik kawasan permukiman, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mengurangi berbagai potensi gangguan lingkungan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Penataan lingkungan yang dilakukan meliputi pembersihan saluran air, pemangkasan tanaman liar, pengangkatan sampah, hingga pembenahan fasilitas lingkungan agar tetap berfungsi dengan baik.

Di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu juga menyoroti masih ditemukannya praktik pembakaran sampah oleh sebagian warga.

Menurut Warjan, kebiasaan tersebut umumnya dilakukan pada malam hari sehingga sulit terpantau.

Ia menegaskan bahwa pembakaran sampah tidak hanya berdampak pada pencemaran udara, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan cenderung lebih kering.

“Biasanya dilakukan pada malam hari. Praktik tersebut sangat membahayakan karena dapat memicu kebakaran saat musim kemarau sekaligus mencemari udara,” tegasnya.

Kelurahan Minta Seluruh RW Aktif Mengedukasi Warga

Warjan menambahkan, pemerintah kelurahan akan terus mengintensifkan sosialisasi kepada seluruh pengurus RW dan RT agar mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

Menurutnya, pembakaran sampah bukan lagi menjadi solusi dalam mengatasi persoalan limbah rumah tangga karena menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

Ia meminta seluruh pengurus lingkungan untuk berperan aktif mengingatkan warga agar tidak membakar sampah dalam kondisi apa pun.

Sebagai alternatif, masyarakat didorong untuk memanfaatkan sistem pengelolaan sampah yang telah tersedia serta menerapkan pola pengurangan sampah dari sumbernya.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan aman.

Pilihan Editor :  Camat Jatiasih Larang Pungutan kepada Keluarga yang Berduka, RT RW Diminta Sigap Membantu

Selain mengurangi risiko kebakaran, pengelolaan sampah yang lebih baik juga diharapkan mampu menekan pencemaran udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Momentum menjelang HUT ke-81 RI, lanjut Warjan, tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat nilai-nilai kebersamaan melalui budaya gotong royong.

Ia berharap kegiatan K3 yang dilaksanakan secara serentak dapat menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu akan terus mengimbau seluruh RW agar melarang pembakaran sampah dan mengedepankan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat di wilayah kami,” pungkasnya.

Melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kelurahan Bojong Rawalumbu berharap semangat menyambut Hari Kemerdekaan tidak hanya tercermin dari pemasangan atribut dan hiasan lingkungan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian menjaga kebersihan, menciptakan kawasan yang tertib, serta membangun kesadaran kolektif untuk meninggalkan kebiasaan yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga.**/Ugm

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *